
pertanyaan ke 18 :
Bacalah surat undangan berikut ini :
Yth. Saudara Bambang Sukadi
Jalan Sidobali 25
Kota Gede, Yogyakarta
…
hari : Senin
tanggal : 20 Agustus 2004
waktu : pukul 08.30 sampai selesai
tempat : ruang sidang SMA Pertiwi
Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian saudara.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian pembuka surat di atas adalah …
a. Bersama surat ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri rapat pada
b. Dengan surat ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri rapat pada
c. Kami mengundang Saudara untuk menghadiri rapat pada
d. Kami mengundang Saudara hadir untuk rapat
e. Saya mengundang Saudara untuk menghadiri rapat pada
Jawaban Fariz Anfal : B.
Jawaban Woro Asmoro : B
Jawaban Sano Setio aji Pangestu : B
Jawaban Cayo Alata : B
__ADS_1
Jawaban Refani Yusina : B
komentar guru : Kalian mencontek, keluar.
Komentar Fariz : Jawab salah disuruh keluar,.jawab benar dikira mencontek, tetap saja di suruh keluar, susah amat jadi murid.
*******
Di dalam perjalanan pulang, aku dengan Suro berhenti sejenak untuk duduk dan menikmati suasana setelah selesai bersekolah,
"Hei Ro, apa loe gak cape berteriak terus, " Bertanya aku karena memang penasaran dengan sikap suro yang sebenarnya,
"Untuk apa lelah, tidak ada kata lelah selama kita masih bersemangat ." Di jawabnya dengan kepalan tangan dan nada semangatnya, sungguh aku seperti orang yang bodoh bertanya kepada orang yang bodoh pula,
"Tapi apa loe tahu, terkadang gua merasa loe itu merepotkan, " Kata aku yang memang lemas dengan keadaan ini, walau pun begitu hanya dengan perkataan saja mungkin tidak bisa menyadarkan Suro yang terus mengobarkan semangatnya hingga aku yang duduk di sampingnya saja sudah merasa kepanasan,
"Banyak yang mengatakan sama seperti mu Fariz, tapi untukku ini adalah masa muda, jadi jangan merasa lemah, jangan takut gagal dan jangan menyerah, tetap semangat ." Di jawab suro dengan mata berapi-api.
meski dia bilang begitu, yapi tidak untukku, aku sudah lemas bahkan untuk mendengarkan perkataan Suro, seakan dia tidak tahu kapan untuk beristirahat.
"Ya, mungkin loe benar, tapi loe itu terlalu berlebihan, ingat sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." coba aku bicara untuk mengingatkan sikap Suro.
"bicara apa kau Fariz, kita harus tetap semangat dalam hidup, karena masalah bisa datang kapan saja." Suro membalas.
Sedikit bersantai di bangku taman dengan udara sedikit sejuk karena bayangan pohon yang menutupi bangku tempat kami duduk,
"Dulu, aku tidak seperti ini, aku dulu selalu merasa bosan ." Bercerita dia dengan wajah melihat langit dan gaya sok keren,
'Oi kenapa jadi seperti kisah memalukan, ini adalah cerita komedi ingat loe', kata aku dalam hati yang tidak perduli mendengarkan cerita Suro,
"Tapi, kau tahu saat aku merasa kalau aku melakukan hal yang percuma seperti mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dan aku menjadi pemungut bolanya, aku merasa itu adalah hal yang percuma ." Cerita sendu yang dia katakan sungguh berbeda.
mimik wajah Suro yang bersemangat, mata yang melihat tajam ke arah langit seperti sedang menceritakan kisah pahlawan kemerdekaan dari pada menceritakan kisah masa lalu.
'Oi, menjadi pemungut bola memang hal yang percuma kawan, jadi tidak perlu kau lakukan. '.Kata aku menanggapi ceritanya, tentu perkataanku masih di dalam hati.
Terlalu malas mengatakan hal percuma kepada orang yang memiliki semangat tanpa perduli tanggapan orang lain seperti suro ini,
"Tapi, saat itu aku melihat seseorang yang terus di tendangi bola oleh kakak kelas, aku kagum oleh semangatnya ." lanjut dia bercerita,
'Hal itu bukan untuk di kagumi, dia sedang di kerjai oleh kakak kelas, harusnya loe tolong dia '.Teriak aku dalam hati dengan melihat aneh karena sikap anehnya pula,
__ADS_1
"Aku bisa melihat semangatnya dari setiap tetesan air mata di pipinya ."
'Siapa saja tolong dia, kasihan di kerjai oleh kakak kelas itu '.
"Dan setelah itu aku sadar, kalau apa yang aku lihat, membuatku bersemangat, tidak perduli dengan apa pun lelaki itu masih saja tegar untuk jadi target tendangan bola, dia masih berdiri dengan suara semangat yang kakak kelas teriakan, "Semakin bersemangat suro menceritakannya,
'Percuma dah, tolong gantikan gua menghajar lelaki tidak berguna yang sedang bercerita ini '.Kata aku dalam hati yang kesal mendengar ceritanya,
"Sejak saat itu, aku berfikir, selagi masih muda, kita harus semangat, " kata suro yang berdiri dengan menjunjung kepalan tangannya tinggi,
'Semangat loe itu nggak nyambung dengan cerita loe,tapak .'.Teriak aku memakinya dari dalam hati,
Selagi aku masih mendengar dia bercerita tentang masa lalunya, aku melihat Naru berjalan mendekat ke kami berdua,
"Riz, sedang apa loe." Bertanya naru dengan menyapaku,
"Gua sedang mendengarkan cerita masa lalunya Suro ." Jawab aku membalas sapaan dari naru dengan menunjuk suro yang bercerita sendiri tanpa aku dengarkan,
"Ah pastinya Loe kerepotan Riz ." Berkata naru yang mengerti seperti apa perasaanku,
"Ya begitulah, Ah bicara tentang masa lalu, bukankah loe satu sekolah dengan Suro waktu smp ." Bertanya aku kepada Naru dan dia terlihat begitu lemas seperti mengingat hal yang membuatnya trauma,
"Ya itu benar, dulu suro tidak seperti ini, dia dulu orang yang malas sekali mengerjakan apa pun, termasuk mengikuti ekstrakulikuler sepak bolah ." Jawabnya dan aku merasa ada sesuatu yang berhubungan di sini,
"Apa loe juga ikut ekstrakulikuler sepak bola ." Bertanya aku kepada naru,
"Kenapa loe tahu ." Jawab naru,
"Tadi gua dengar dari suro ." Kata aku dengan melihat Suro yang masih bercerita sendiri,
"Tapi, gua selalu di kerjai oleh kakak kelas dengan menjadi bahan target tendangan ." Katanya dengan wajah murung dan perasaanku memikirkan hal yang sangat tepat,
'Eeeehhhh, ternyata loe toh '.Teriak aku dalam hati, melihat kedua orang bodoh di kisah masa lalu mereka masing masing dan ternyata memang mereka berdua berhubungan,
"Jadi kenapa Suro menjadi seperti ini sekarang ." Bertanya aku seakan tidak mengetahuinya,
"Entahlah, hanya saja, waktu itu, dia hanya melihat gua, saat gua di kerjai oleh kakak kelas, bahkan dengan mata yang bersinar, dia seperti menyemangati kakak kelas agar semakin mengerjai gua, " Kata naru seperti mengingat sesuatu yang buruk dan wajahnya sungguh tersiksa,
'Percuma dah, dua orang ini tidak sadar satu sama lain '.Lemas aku memikirkan mereka berdua dalam hati,
Bahkan saat Suro sudah tidak menceritakan kisah tidak jelasnya, dia mengacungi jempol ke arah Naru, sedangkan Naru seperti kesal melihat sikapnya dan pada akhirnya kedua orang ini, masih bersikap seperti biasa, yang tidak biasa adalah aku, karena aku mengetahui cerita tidak berguna dari mereka berdua,
__ADS_1
'Ya ampun '.Kata aku lemas dari dalam hati,