
Setelah Arabela melangkah selama beberapa jam kecapekan dong bisa pingsan di tengah jalan karena kecapekan maksudnya setelah Arabela melangkah menuju ke tempat almari sepatu kini tanpa terasa Arabela sudah ada di depan almari sepatu miliknya sehingga membuat Arabela semakin menerbitkan senyuman lebar di wajahnya tanpa tahu Arabela langsung membuka pintu almari sepatu miliknya dengan kedua tangannya bukan dengan kedua kakinya soalnya kalau buka pintu almari pakai kedua kakinya Arabela pasti tidak akan bisa karena kaki itu cuma buat berjalan dan tugasnya tangan untuk membuka termasuk kedua tangannya Arabela juga suka membuka camilan dan makanan setelah pintu almari sepatu terbuka kini Arabela langsung memegang satu persatu tas yang ada di almari miliknya dengan kedua tangannya dan kedua matanya Arabela di gunakan untuk mencari tahu keberadaan tikus maksudnya keberadaan semut yang benar kedua matanya Arabela di gunakan untuk mencari tahu keberadaan sepatu yang akan di gunakan untuk ke kampus yang cocok dengan warna dari pakaian dan tas yang akan di gunakan
"Gue pakai sepatu yang mana yang cocok sama warna pakaian dan tas gue ada beberapa puluh warna sepatu yang sama dengan warna pakaian dan tas yang gue pakai masa gue pakai beberapa puluh sepatu tersebut dalam satu waktu apa kata mertua ? maksudnya apa kata dunia ? koq ngga pantas banget dunia juga ngga bisa di ajak mengobrol apa kata hewan ? lebih spesifik hewan apa soalnya nama hewan banyak banget mungkin yang tepat apa kata semut memangnya semut bisa bicara ? terus yang benar apa kata siapa dong lebih baik apa kata gue kalau pakai beberapa puluh sepatu sekaligus bisa di tertawakan oleh semut dan kecoa memangnya semut dan kecoa bisa tertawa ? setahu gue semua hewan ngga bisa tertawa kenapa gue jadi bahas hewan ngga bisa tertawa gue kan tadi lagi bahas sepatu yang mau gue pakai gue harus memilih secepatnya supaya gue bisa menyambut kedatangan gebetan gue yang sebentar lagi akan jadi calon suami gue" batin Arabela sambil tetap mengobrak ngabrik lebih tepatnya memegang satu persatu semua sepatu yang ada di almari sepatu miliknya
Setelah Arabela mencari sepatu dengan bantuan kedua tangannya dan kedua matanya namun Arabela tetap tidak menemukan sepatu yang cocok buat dirinya lebih tepatnya Arabela bingung karena semua sepatu yang berada di almari tas miliknya ada beberapa puluh bahkan mungkin sampai ratusan warna yang sama dengan warna pakaian dan tas yang akan di kenakan Arabela membuat Arabela pusing ratusan juta keliling mencari sepatu yang cocok yang akan di gunakan untuk ke kampus lalu Arabela memutar otak pintarnya untuk mencari solusi terbaik buat masalah yang sedang di hadapi sehingga membuat Arabel senyum lebar terbit di wajahnya yang cantik lebih cantik dari Coki sang papa tapi Coki kan pria ? terserah mau bilang apa ini cuma perbandingan doang
"Gue harus memilih sepatu yang bakal gue gunakan buat ke kampus berhubung selama beberapa puluh menit gue belum menemukan sepatu yang cocok lebih tepatnya saking banyaknya sampai ratusan sepatu yang sama dengan warna pakaian dan tas yang gue pakai gue jadi belum tahu harus pilih yang mana lebih baik gue lemparkan sepatu dengan warna yang sama dengan pakaian dan tas gue ke atas pohon repot dong di lempar ke atas pohon nanti kalau sepatunya menindas semut kasihan sepatunya menginjak batang semut, atau gue lempar sepatunya ke genteng tapi nanti malah di curi sama orang untuk menghindari supaya sepatu gue ngga di curi lebih baik gue ngga usah lemparkan ke atas genteng biasanya gue bakalan melemparkan semua sepatu yang ada di almari tas gue ke lantai kamarnya gue berjejer jejer bahkan sampai bertumpuk tumpuk terus yang bakalan bereskan semua sepatu gue ke almari sepatu miliknya gue pembantu gue tapi berhubung pembantu gue pulang kampung terus pembantu barunya belum datang dan gue berangkat ke kampus gue yakin yang membereskan semua sepatu gue ke almari sepatu gue pasti mama gue" gumam Arabela sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya dan mulai melaksanakan rencananya yaitu membuang sepatu dari almari miliknya lebih tepatnya Arabela menghempaskan semua sepatu yang ada di almari sepatunya dengan warna yang sama dengan pakaian dan tas yang akan di g ke lantai bukan ke atas pohon
__ADS_1
Cantik, Rembulan, dan Pintar kompak masih di ruang tamu untuk mempersiapkan diri foto bersama bertiga mungkin bisa berempat, berlima, berenam bahkan bisa berpuluh puluh butir kalau ada semut dan ayam yang lewat yang ikut terpotret bersama mereka bertiga kini Pintar mengambil handphone miliknya yang ada di saku celananya lalu Pintar menyeret kursi dan di letakkan di sebelah Rembulan
"Kak Rembulan duduknya di sini" ucap Pintar sambil menunjuk ke kursi yang baru saja di tarik sis semongko maksudnya habis di tarik oleh dirinya sementara Rembulan menautkan kedua alisnya bingung sedangkan Cantik menatap ke arah Pintar
"Pintar apaan sih kamu aku sudah biasa duduk di sini sudah berlangganan dan aku selalu duduk di sebelah ibu bahkan sebelum ayah kita berdua meninggal dunia" jelas Rembulan menjelaskan karena mengira Pintar lupa sementara Pintar tersenyum kecut mendengar omelan dan ceramah dari Rembulan walaupun ceramahnya ngga seperti biasanya sedangkan Cantik menatap ke Pintar dan Rembulan secara bergantian
"Kak Pintar ibu makanya kalau aku belum jelaskan jangan main sosor jawab takutnya malah salah paham kayak begini kan kak Rembulan berlangganannya gratis ngga di pungut biaya iya aku tahu kakak selalu duduk di dekat ibu sebelum ayah kita berdua meninggal dunia mungkin karena ayah kasihan sama kakak makanya mengizinkan ibu duduk di sebelah kakak padahal yang statusnya suami adalah ayah bukan d kakak dengar aku menyuruh kakak duduk di sini buat foto bareng bertiga bu dengan posisi aku di tengah tengah di antara ibu dan kakak Rembulan iya aku juga ingat bu kalau kakak Rembulan duduk di samping ibu lima bulan sebelum ayah kamu meninggal dunia benar bu aneh banget masa pakai bilang berlangganan segala cuma buat sombong dan pamer doang aku juga tahu bu jadi aku ngga bakalan rebut posisi kakak cuma untuk saat ini foto bertiganya aku ada di tengah tengah kalian berdua supaya aku seperti pangeran yang di kerubutin oleh wanita wanita cantik" goda Pintar sambil mengeluarkan senyum devil sementara Rembulan membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Cantik mengulum senyum
__ADS_1
"Pintar makanya kalau menjelaskan jangan bertele tele langsung ke point saja dan jangan basa basi muter muter kayak odong odong iya aku berlangganan gratis tanpa di pungut biaya seperakpun senang banget dan bahagianya hidupnya aku nah itu kamu tahu posisi yang benar aku duduk di sebelah ibu sebelum ayah meninggal dunia ayah bukan kasihan sama aku tapi ayah bangga sama aku makanya membuat aku bahagia dengan duduk di samping ibu oh bilang dong sejak awal kalau kamu menyuruh aku duduk di situ supaya kamu ada di tengah tengah aku dan ibu aku kira kamu lupa Pintar posisi duduknya aku dimana aku ngga sombong dan pamer tapi aku menunjukan kelebihan yang aku miliki beneran kamu ngga bakalan tentang posisinya aku kan ? kamu itu bukan pangeran yang di kerubutin wanita wanita cantik kamu itu pangeran monyet yang di kerubutin oleh banyak monyet" cibir Rembulan sambil tersenyum menyeringai sementara Pintar membulatkan kedua matanya sedangkan Cantik menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya
"Pintar Rembulan lebih baik kalian berdua buruan foto bareng supaya cepat selesai dan kalian bersiap siap Pintar kamu bersiap siap ke kampus dan kamu Rembulan bersiap siap untuk datang ke rumahnya pak Ciko dan bu Cintya" perintah Cantik menatap ke arah Pintar dan Rembulan secara bergantian sementara Rembulan dan Pintar kompak menganggukkan kepalanya mereka berdua mantap
"Iya bu" jawh singkat Rembulan lalu beringsut berdiri dan langsung menjatuhkan bokongnya ke kursi yang tadi di tunjuk oleh Pintar sementara Pintar dan Cantik serentak mengeluarkan senyum lebar di wajahnya mereka berdua masing masing
"Oke bu" Jawab singkat Pintar lalu memposisikan dirinya duduk di tengah tengah Cantik dan Rembulan sementara Rembulan tersenyum masam sedangkan Cantik menambahkan senyuman di wajahnya
__ADS_1