
Crist dan Ciko saling menatap tajam ke arah satu sama lain dengan tatapan yang sangat tajam melebihi tajamnya silet dan tajamnya cangkul mereka berdua saling emosi dan saling kesal karena setiap Crist atau Ciko ingin bicara pasti ujung ujungnya Ciko dan Crist saling mengucapkan kalimat secara bersamaan.
Ciko dan Crist ingin sekali saling menjambak rambut satu sama lain tapi nanti di kira wanita soalnya kalau wanita sama wanita berantem pasti jambak jambakan rambut, sehingga Ciko dan Crist kompak mengurungkan niatnya untuk jambak jambakan rambut.
"Papa gue aneh banget giliran gue beri kesempatan buat bicara dia diam saja giliran gue bersuara pasti nanti papa gue ikutan bersuara mengikuti jejaknya kaki gue oh bukan kaki dong maksudnya papa gue mengikuti jejak mulutnya gue, heran gue sama papa gue, sekarang gue diam papa gue diam saja ngga ngomong apa apa dan papa gue ngga mengeluarkan suara kaleng rombengnya" batin Crist sambil menatap tajam ke arah Ciko yang masih menatap dirinya dengan tatapan yang sangat menusuk dan dengan tatapan tak bersahabat antara satu sama lain.
"Crist ngapain masih diam saja bukannya aku lagi diam karena memberi kesempatan buat Crist bicara, kenapa dia malah masih diam saja seperti patung kayak gitu, giliran aku bicara Crist ikutan bicara tapi kenapa Crist sering mengikuti aku melulu ngga capek apa, lagian Crist suara masih merdu aku ngapain pakai ingin saingan sama aku, pasti tujuannya Crist itu karena ingin saingan sama aku heran aku suaranya masih merdu aku di banding Crist kenapa pakai mau saingan sama aku suara Crist kayak suara kaleng rombeng" batin Ciko sambil mengeluarkan senyum yang sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau Ciko sedang tersenyum.
__ADS_1
Arabela masih dan asyik tertawa terbahak bahak gara gara dirinya merasa bangga karena tangannya Arabela bisa menyebabkan Crist dan Ciko kompak jatuh tersungkur ke lantai dan mencium wanginya lantai.
"Haha haha ternyata tangannya gue ajaib juga karena bisa bikin papa gue dan kak Crist terjatuh tersungkur ke lantai dan mencium wanginya lantai, pasti rasanya sangat sakit gara gara dfwsdd wanginya lantai, padahal tangannya gue ngga pernah gue sekolahkan lho tapi tangannya gue hebat bisa bikin papa gue dan kak Crist jatuh tersungkur ke lantai perlu gue acungi jempol dan beri piala penghargaan buat tangannya gue karena sudah hebat tanpa di sekolahkan terlebih dahulu lho" batin Arabela sambil masih tertawa terbahak bahak karena membayangkan dan mengira bahwa tangannya Arabela adalah sakti dan ajaib bisa membuat Crist dan Ciko jatuh tersungkur ke lantai dan mencium wanginya lantai cuma gara gara masalah sepele
Saat Crist dan Ciko saling menatap dengan tatapan tajam tiba tiba Crist dan Ciko kompak mendengar suara orang tertawa terbahak bahak membuat atensi keduanya langsung menoleh ke arah sumber tawa yang menggelegar di telinganya Crist dan Ciko, siapa lagi kalau bukan suara tawanya Arabela yang dengan santainya dan tanpa dosa masih sibuk tertawa terbahak bahak.
"Aku harus bicarakan sama Crist tentang cara supaya Arabela bisa berhenti tertawa terbahak bahak soalnya Arabela sampai sekarang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak membuat aku bingung gimana caranya menghentikan tawanya Arabela soalnya tawanya Arabela masih menggema di telinganya aku apalagi tawanya Arabela sangat sumbang di telinganya aku soalnya menurut aku lebih merdu suara tawanya aku" batin Ciko sambil mengembangkan senyum licik di wajahnya.
__ADS_1
Crist menatap ke arah Ciko dengan tatapan bingung dan Crist juga menatap ke arah Arabela dengan tatapan bingung kenapa Arabela sampai sekarang masih tertawa terbahak bahak apa yang sebenarnya terjadi namun Crist menyimpan semua pertanyaannya di dalam hati tanpa bertanya ke siapapun
"Arabela kenapa dari tadi tertawa terbahak bahak terus jangan jangan Arabela sakit sampai tertawa terbahak bahak sampai sekarang gue harus berdiskusi sama papa gue untuk membicarakan masalah ini pokoknya gue harus minta bantuan papa supaya mau membantu gue supaya Arabela tidak tertawa terbahak bahak terus kayak sekarang kesannya malah Arabela tertawa terbahak bahak seperti orang gila gue jadi heran, sebenarnya kenapa Arabela sampai sekarang masih betah tertawa terbahak bahak gue harus minta bantuan papa walaupun papa minta bangunan lainnya tapi gue masih pengin betah di sini lebih baik gue bahagia saja ada di sini atau dimana pun berada yang penting gue bahagia, selalu melepaskanmu karena dengan suara itu seperti suara aku menemukan kehidupan yang lebih baik, gue harus bilang ke papa gue supaya gimana caranya papa gue bisa berikan saran ke gue supaya Arabela jangan terbahak bahak terus mereka menikah dan lah rate susunan rat" batin Crist sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan tanda tanya seakan Crist bertanya kepada Ciko namun Ciko menjawab hanya dengan gelengan kepala saja sambil menggidikkan bahunya tanda tak mengyert dengan Arabela yang sejak tadi tertawa terbahak bahak
"Gue heran sama Arabela kenapa dia tertawa terbahak bahak terus apa jangan jangan Arabela kesambet gue harus bilang ke papa gue kalau Arabela kesambet tapi gimana caranya gue bilang ke papa gue kalau setiap gue bilang ke papa gue pasti papa gue ikutan berisik dan ikutan berbicara kayak gue, gimana dong ini" batin Crist sambil menatap ke arah Arabela dan Ciko secara bergantian
Ciko memperhatikan gerak gerik Crist yang sangat sibuk menatap ke arah dirinya membuat Ciko bingung kenapa Crist menatap dirinya apakah Ciko sedang sibuk sampai Crist tidak bisa di ganggu gugat, entah apa yang ada di otaknya Ciko membuat Ciko pusing ratusan milyar keliling.
__ADS_1
"Aku heran sama Crist kenapa dia menatap aku seperti itu apa dia baru sadar kalau mukanya aku tampan makanya dia sampai ngga berkedip menatap aku, memang aku tampan makanya istrinya aku mau menikah dengan aku, mungkin aku sama Crist malah kadar ketampanan dan kegantengan aku lebih banyak dari pada Crist, secara aku itu bibitnya koq bibit kayak wanita maksudnya aku yang menanam benih di rahim istrinya aku jadi aku lebih tampan dan ganteng dari Crist yang statusnya menjadi anak aku, jadi kalau orang bilang pasti bilangnya aku lebih tampan dan ganteng dari pada Crist" batin Ciko sambil mengumbar senyum lebar dj wajahnya