
Arabela menatap tajam ke arah Ciko, sedangkan Ciko juga ikutan membalas Ciko dengan tatapan tak kalah tajam, sementara Crist masih sibuk dengan tawa renyahnya, entah mengapa Crist memang tidak bisa menyembunyikan tawanya melihat adegan drama di depannya.
Sungguh Arabela kesal dengan Ciko yang tiba tiba menjewer telinganya, dalam hatinya Arabela kenapa Ciko tiba tiba langsung menjewer, kenapa Ciko tidak memberi aba aba sebelum menjewer telinganya Arabela, kalau Ciko memberi aba aba terlebih dahulu pasti Arabela bisa menghindar dari jeweran Ciko.
Ciko juga sangat kesal dengan kelakuan Arabela, dalam hatinya Ciko harusnya yang marah itu Ciko kepada Arabela kenapa malah Arabela yang marah kepada Ciko, cuma gara gara Ciko menjewer telinga Arabela.
"Arabela harusnya kamu bercermin dahulu sebelum kamu bicara papa itu" perkataan Ciko belum selesai sudah buru buru di potong oleh Arabela.
"Asal papa tahu aku itu selalu bercermin setiap saat bukan cuma saat mau bicara saja, bahkan saat aku ada di kampus juga aku bercermin" jelas Arabela sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan nyalang, sementara Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga mendengar penjelasan Arabela, sedangkan Crist yang mendengar jawaban Arabela malah menambahkan volume suara tawanya.
Arabela yang mendengar suara tawa Crist bertambah kencang, membuat Arabela langsung menoleh ke arah Crist yang sampai sekarang masih sibuk tertawa terbahak bahak, kini Ciko masih diam di tempat dan mematung di tempat.
Dalam hatinya Ciko heran sendiri, sebenarnya Arabela itu polos atau bego, maksud dari perkataan Ciko tadi itu bukan bercermin menatap wajah di pantulan cermin.
Kini Ciko melototkan kedua matanya ke arah Arabela, bahkan kepalanya Ciko mengeluarkan kepulan asap yang sangat banyak, sungguh Ciko geram sekali dengan kelakuan dan jawaban yang terlontar dari mulut Arabela.
__ADS_1
"Arabela kalau papa sedang bicara kamu ngga usah memotong pembicaraan, maksudnya papa itu bukan" lagi dan lagi perkataan Ciko belum selesai sudah di potong lagi oleh Arabela.
"Papa jangan sembarangan menuduh aku itu ngga memotong pembicaraan papa, coba lihat di tangan aku itu kosong ngga bawa apa apa, yang namanya memotong itu membawa gunting rumput, pisau, gunting atau sejenisnya" ketus Arabela sambil mengangkat kedua tangannya di hadapan wajah Ciko, Arabela melakukan itu bertujuan supaya Ciko tidak menuduh Arabela memotong pembicaraan Ciko.
Crist masih setia dengan tawa renyahnya, sementara Ciko mendelik ke Arabela, sedangkan Arabela juga menatap nyalang ke arah Ciko.
"Arabela maksudnya memotong pembicaraan itu tak harus membawa gunting rumput, pisau, dan lainnya, tapi kamu memotong pembicaraan papa yang belum selesai sudah kamu nyosor duluan dengan cara kamu ikutan berbicara, padahal papa belum selesai bicara, itu yang di namakan memotong pembicaraan" jelas Ciko dengan suara lantang sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya, sedangkan Arabela tertawa kecil setelah mendengar jawaban Ciko.
Ciko yang mendengar dengan jelas suara tawa yang di keluarkan oleh Arabela, langsung mengernyitkan keningnya heran, apa yang menyebabkan Arabela tertawa seperti itu.
"Haha haha papa ada ada saja mana bisa memotong tanpa memakai gunting atau pisau, buktinya memotong rumput pakai gunting rumput, memotong kue pakai pisau, memotong sayuran juga pakai pisau, memotong buah pakai pisau buah jadi sudah terbukti kalau memotong itu pasti pakai pisau atau gunting" jelas Arabela sambil tertawa terbahak bahak, sedangkan Ciko yang mendengar alasan Arabela yang tak masuk akal langsung melongo di tempat, sementara Crist tak bisa menghentikan tawanya sejak tadi, apalagi setelah mendengar penjelasan dari Arabela, itu membuat Crist semakin mengeluarkan tawa kencang dan kerasnya.
Ciko menatap nyalang ke arah Arabela yang masih sibuk mengeluarkan tawanya, entah mengapa Arabela merasa lucu dengan perkataan Ciko yang menyebut Arabela memotong pembicaraan, dalam hatinya Arabela berpikir kalau Arabela tidak membawa gunting rumput atau pisau, tapi kenapa Arabela di tuduh seperti itu.
Ciko sungguh tersulut emosi dan geram dengan jawaban aneh yang di keluarkan oleh Arabela, kini Ciko sedang mencari ide supaya bisa menjawab perkataan dari Arabela yang random tersebut, sungguh memikirkan jawaban buat Arabela membuat Ciko pusing ratusan milyar keliling.
__ADS_1
"Arabela papa itu serius ngga sedang becanda, walaupun kamu ngga bawa gunting rumput atau pisau, tetap saja kamu memotong pembicaraan papa, karena papa belum selesai bicara kamu sudah ikutan berbicara, kesannya malahan papa sama kamu kayak lagi balapan" ketus Ciko dengan sangat lantang dan keras, mendengar perkataan Ciko membuat Arabela dengan cepat langsung menghentikan tawanya, lalu Arabela menatap ke arah Ciko dengan tatapan menusuk.
Crist berusaha menghentikan tawanya, namun sampai saat ini Crist belum bisa menghentikan tawanya, namun Crist berusaha mengecilkan volume suaranya.
"Asal papa tahu aku juga serius ngga becanda, buktinya setiap orang yang akan memotong pasti akan menggunakan gunting rumput atau pisau, sedangkan aku sama sekali tidak memegang kedua barang tersebut" jawab Arabela tak kalah ketus dari Ciko, sementara Ciko tersenyum masam mendengar jawaban random yang di keluarkan Arabela, sedangkan Crist menatap ke arah Arabela dengan sisa tawa yang ada di bibirnya.
Crist sungguh heran dengan Arabela sang adik, entah mengapa Crist bingung sendiri apakah Arabela itu benar benar polos atau bodoh, kenapa tidak paham dengan bahasa yang di keluarkan oleh Ciko, ingin rasanya Crist tertawa terbahak bahak dan menambah volume suaranya, namun Crist berusaha meredam tawanya, walau masih tersisa tawa di bibirnya.
"Haha haha Arabela kamu aneh sekali, ngga semua kalau yang namanya memotong itu pakai gunting rumput, pisau, atau gunting buktinya memotong pembicaraan ngga memerlukan gunting rumput, pisau, dan gunting, tapi yang di perlukan dalam memotong pembicaraan adalah yang memotong pembicaraan harus siapkan pembicaraan alias perkataan supaya bisa memotong pembicaraan" jelas Crist berusaha menjelaskan kepada Arabela sang adik, sedangkan Arabela menatap nyalang ke arah Crist, sementara Ciko mengangguk anggukkan kepala mantap, tanda kalau Ciko setuju dengan perkataan Crist.
Arabela yang fokus menatap nyalang ke arah Crist, tak sengaja ekor matanya Arabela melihat Ciko yang sedang mengangguk anggukkan kepala, membuat Arabela menatap ke arah Ciko, lalu berkata.
"Papa kenapa mengangguk anggukkan kepala
kayak gitu, apa papa sedang mabok sampai kepalanya kayak gitu, papa sudah tua jangan sok muda kayak orang dugem saja mengangguk anggukkan kepala kayak gitu" ketus Arabela sambil mendelik ke Ciko, sementara Crist tanpa sadar malah menambah volume suara tawanya mendengar perkataan Arabela, sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
__ADS_1