
Crist dan Ciko kompak saling memandang satu sama lain ibarat sebuah sinetron atau drama korea dan dalam film pasti jantung kedua orang tersebut berdetak sangat kencang dan sangat cepat, sampai sekarang Crist dan Ciko kompak saling memandang satu sama lain
Sungguh Crist dan Ciko sama sama bingung untuk memulai berbicara untuk meminta bantuan satu sama lain entah karena sama sama saling gengsi atau karena sama sama bingung mengungkapkan, membuat Ciko dan Crist hanya saling memandang seakan saling berharap satu sama lain mengetahui isi otaknya dan hatinya satu sama lain.
"Crist papa mau bicara sama kamu" ucap Ciko sambil menatap ke arah Crist sedangkan Crist juga mengatakan sesuatu kepada Ciko di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama
"Papa aku ngomong sama papa" kata Crist sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan serius, namun Crist dan Ciko mengatakan itu semua dengan nada bicara secara bersamaan di detik yang sama, menit yang sama, dan jam yang sama
Crist dan Ciko kini saling menatap tajam antara satu sama lain karena sungguh Crist dan Ciko saat ini di penuhi emosi yang hampir meledak gara gara perkataan Crist dan Ciko di katakan secara bersamaan di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama.
__ADS_1
"Papa aku mau ngomong sama papa jadi ngga usah menyerobot dong" ketus Crist sambil menatap nyalang ke arah Ciko sementara Ciko juga membalas tatapan Crist dengan cara melototkan kedua matanya ke arah Crist di sertai omongan yang sama saat bersamaan dengan Crist.
"Crist papa mau ngomong sama kamu lebih baik kamu diam dulu ingat kamu itu lahir atas dasar papa yang menanam benih di rahim mama kamu" kata Ciko tak kalah ketus dari Crist sedangkan Crist mendelik ke Ciko
Lagi dan lagi perkataan dan omongan Crist dan Ciko secara bersamaan di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama membuat Crist dan Ciko saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam seakan saling bilang dalam hati bahwa aku lebih hebat dari kamu.
"Papa lebih baik aku yang ngomong duluan" teriak Crist dengan sangat keras sambil melototkan kedua matanya ke arah Ciko sementara Ciko juga saat Crist sedang berbicara lebih tepatnya saat Crist sedang berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang Ciko juga ikut berteriak dengan nada bicara yang tak kalah keras dan tak kalah kencang.
Kini Crist dan Ciko saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam seakan menguliti satu sama lain, sungguh Ciko dan Crist ingin sekali menjambak rambut satu sama lain, tunggu lho koq jadi menjambak rambut ? memangnya kalau pria dan pria kalau saling emosi dan saling marah jambak jambakan rambut satu sama lain ?
__ADS_1
Kayaknya kalau jambak jambakan rambut itu buat wanita dan wanita kalau sedang marah membuat ide jambak jambakan rambutnya, lebih tepatnya Crist dan Ciko ingin sekali beradu jotos di lapangan basket memangnya lapangan basket bisa buat adu jotos ? mungkin lebih tepatnya Crist dan Ciko ingin beradu jotos di ring tinju yang benar
"Papa apa apaan sih dari tadi ngikutin gue melulu kalau gue ngomong papa gue ikutan ngomong mengikuti jejak gue, kalau gue diam papa gue juga ikutan diam kayak gini, sebenarnya gue sekarang sengaja diam supaya papa gue bisa ngomong ke gue tentang sesuatu yang penting yang akan papa gue bicarakan tapi papa gue tetap diam saja sampai sekarang" batin Crist sambil mendelik ke arah Ciko sedangkan Ciko juga ikutan membalas perlakuan Crist dengan cara menatap nyalang ke arah Crist
"Crist aneh banget masa setiap aku bicara dia ikutan berbicara kayak aku, seperti penerjemah kalimat harus mengikuti omongan orang yang di terjemahkan bahasanya, jadi wajar sekali kalau penerjemah bahasa harus berbicara dengan sangat jelas dan sangat gamblang bahkan langsung di terjemahkan dalam bahasa yang di inginkan tapi kenapa saat aku sengaja diam untuk memberikan kesempatan buat Crist untuk berbicara malah Crist hanya diam saja, dasar Crist bikin emosi" batin Ciko sambil menggeleng gelengkan kepalanya samar dan dengan wajah yang sangat bingung melihat gelengan kepala Ciko yang terus menerus
"Kenapa papa aku masih diam saja, niatnya aku bakalan bikin paduan suara kalau nanti papa aku itu bersuara di saat yang bersamaan dengan aku di jam yang sama, sudah aku beri paduan suara dan nyel nyel lagu karena yang dia lalui termasuk perilaku kasar dari arang lain" batin Crist sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan tajamnya sedangkan Ciko mendelik ke arah Crist
"Crist kenapa malah diam saja tadi saat aku bicara Crist juga ikutan bicara saat aku diam Crist juga diam saja harusnya Crist bicara dong mumpung aku ngga sedang bersuara, aku jadi curiga kalau Crist dari tadi mengikuti jejak aku yang sedang bersuara dan mengeluarkan suara merdu, kalau Crist ngga mengikuti aku pasti sekarang Crist langsung mengeluarkan suaranya sekarang juga apa dia malu karena suaranya kalah merdu dari aku, pokoknya aku harus beri kesempatan Crist buat bicara kalau Crist ngga mau berbicara juga bakalan aku yang ambil alih bersuara" batin Ciko sambil menatap nyalang ke arah Crist yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam
Crist masih diam dan bungkam menunggu Ciko bersuara terlebih dahulu tapi setelah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah menunggu selama beberapa puluh menit tetap saja Ciko tidak mengeluarkan suaranya membuat Crist bingung dan heran apakah Ciko sudah sangat lelah menghadapi semuanya sehingga Ciko hanya diam saja
__ADS_1
"Papa aku kenapa diam saja tadi waktu aku bersuara papa aku ikutan bersuara sekarang giliran aku diam saja memberikan kesempatan buat papa aku malah papa aku hanya diam saja seperti patung sebenarnya apa keinginan papa aku ? aku benar dugaan aku kalau sejak tadi papa aku cuma mengikuti aku buktinya aku diam papa aku ikutan diam apa perlu aku ketuk kepalanya papa aku pakai palu supaya papa aku ngga diam saja dan dia langsung mengeluarkan suaranya dari pada kayak gini aku nunggu papa aku buka suara malah papa aku hanya diam saja" batin Crist sambil menatap tajam ke arah Ciko membuat Ciko juga ikutan membalas dengan menatap Crist dengan tatapan tak kalah tajam