
Ciko yang melihat Crist melenggang pergi, membuat Ciko menghentikan perkataannya, kini kedua matanya Ciko melotot ke arah Crist yang sedang berjalan ke arah kamarnya Crist.
Crist kini memang dengan santainya dan tanpa dosa sudah berkelana menuju ke kamarnya sendiri, tanpa menjawab dan tanpa protes ke Ciko, tiba tiba Crist langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya sendiri.
Ciko tersulut emosi karena Crist yang di suruh mencari Cintya sang istri Ciko alias mamanya Crist, kenapa malah dengan seenak jidatnya Crist berjalan ke arah kamarnya Crist, entah tujuan Crist ke kamar mau apa hanya Crist yang tahu, karena seandainya ada semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu tujuan Crist melangkah ke kamarnya sendiri.
"Crist kamu mau kemana ? ayo kita berdua pergi mencari istri papa alias mama kamu, kenapa malah kamu mau ke kamar kamu" teriak Ciko menatap nyalang punggung Crist yang sedang melangkah menjauh dari Ciko, bukan hanya itu Ciko juga beringsut berdiri bersiap untuk mengejar Crist yang ada di depannya, sedangkan Crist yang sedang asyik berjalan mendengar suara teriakan dari Ciko, langsung membuat Crist menghentikan langkah kakinya bahkan Crist juga membalikkan badannya supaya menghadap ke Ciko.
"Aku itu mau ke kamar aku mau ganti baju dulu papa, aku itu tampan dan ganteng jadi aku pergi kemanapun harus pergi dengan pakaian yang keren supaya ketampanan aku dan kegantengan aku bertambah, ngga usah di ingatkan lagi aku itu ingat kalau papa menyuruh aku supaya mencari keberadaan istri papa alias mama aku, karena aku ngga pelupa dan ngga pikun makanya ngga lupa dengan omongan papa, lebih tepatnya teriakan papa" teriak Crist dengan tak kalah keras dan tak kalah kencang dari teriakan Ciko, sementara Ciko memutar bola matanya malas mendengar omongan Crist yang membanggakan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Crist walaupun kamu ganti baju tetap saja wajah kamu seperti itu ngga berubah, jadi ngga usah banyak drama buruan kita berdua pergi mencari istri aku alias mamanya kamu, kalau menunggu kamu ganti baju pasti tambah waktu kasihan mama kamu kalau harus di sekap kelamaan oleh penculik yang menculik mama kamu" karena geram dan tersulut emosi sehingga teriakan Ciko mengalahkan teriakan dari Crist.
Crist bukannya menurut dengan perkataan Ciko, yang berstatus sebagai papanya malah Crist kini menatap nyalang ke arah Ciko, dari tatapan tersebut sudah bisa menyimpulkan bahwa Crist tidak setuju dengan perkataan Ciko tadi.
Ciko yang melihat Crist menatap dirinya dengan tatapan nyalang, juga ikutan membalas tatapan Crist, dengan cara Ciko mendelik ke arah Ciko, sehingga kedua insan tesebut saling tatap namun dengan tatapan yang saling menguliti dan saling menusuk antara satu sama lain.
Setelah Crist melototkan kedua matanya ke arah Ciko, beberapa detik kemudian Crist langsung melenggang pergi ke kamarnya, tanpa menunggu jawaban dari Ciko, sedangkan Ciko yang sudah membuka mulutnya bersiap akan menjawab hanya melongo melihat kepergian Crist.
Sebenarnya Ciko bisa saja teriak walaupun Crist telah pergi menjauh dari Ciko, namun Ciko tidak teriak karena Ciko takut Crist akan melakukan drama yang lebih panjang dari ganti baju, sehingga Ciko memutuskan untuk diam saja tanpa berteriak kepada Ciko.
__ADS_1
"Crist keras kepala banget, ngapain pakai ganti baju segala, walaupun ganti baju juga wajahnya Crist tetap kayak gitu ngga berubah, apa aku ikutan ganti baju juga, tapi kalau Crist kelamaan menunggu aku terus drama lagi ngga mau membantu aku mencari istri aku alias mamanya Crist gimana dong" batin Ciko yang kini bagaikan buah manggis, maksudnya buah simalakama bingung apakah dirinya mau ikutan ganti baju seperti Crist, atau tetap menunggu Crist.
Saat Ciko sedang bingung memikirkan apa yang akan di lakukan, tiba tiba Ciko mendengar suara tawa wanita yang sangat menggema di telinganya, bukan cuma menggema lebih tepatnya hampir saja tawa wanita itu merusak gendang telinga Ciko, lalu Ciko menoleh ke arah sumber suara tawa yang sangat familiar.
Setelah Ciko menengok ke arah sumber suara tawa, ternyata sumber suara tawa itu berasal dari Arabela, anak bungsunya kini masih sibuk tertawa di sekitar dirinya, kini Ciko sedang memutar otaknya dan memaksa otaknya, supaya memikirkan ide agar Arabela menghentikan tawanya yang sudah keluar sejak tadi, namun Ciko tidak tahu apa yang menyebabkan Arabela tertawa terbahak bahak sampai sekarang.
Setelah Ciko memikirkan ide selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ciko memikirkan ide selama beberapa puluh menit, kini Ciko telah menemukan ide briliant supaya Arabela menghentikan tawanya yang sejak tadi di keluarkan, menemukan ide seperti itu membuat Ciko menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, entah mengapa Ciko sangat bahagia, menemukan ide seperti itu seperti menemukan harta karun, atau memenangkan hadiah jackpot.
"Lebih baik dari pada aku ganti baju, mending aku tunggu Crist saja di sini tanpa aku ikutan ganti baju, tapi aku heran kenapa Arabela masih tertawa terbahak bahak, apa Arabela baru melihat ada gajah terbang, atau gajah bertelur atau bahkan malah Arabela melihat sapi bisa terbang, tapi entah apa penyebab Arabela tertawa terbahak bahak sejak tadi sampai sekarang, intinya aku harus menghentikan tawa Arabela, lebih baik aku suruh Arabela buat mengambilkan minuman buat aku dari pada Arabela masih sibuk tertawa kayak gitu, kalau aku nyuruh Arabela sambil menunggu Crist ganti baju sama saja ibarat pepatah sambil menyelam minum kopi koq jadi kopi, maksudnya sambil menyelam minum air, misi aku sekarang gimana caranya memanggil Arabela supaya mendengar suara aku, oh aku tahu caranya tinggal tepuk saja bahunya kalau lewat kata kata atau teriakan aku jamin pasti Arabela ngga bakalan dengar, ternyata otaknya aku sangat cerdas belum ada satu menit berpikir, aku sudah menemukan ide briliant menyadarkan Arabela supaya mendengar suara aku" batin Ciko masih setia mengeluarkan senyum lebar sambil menatap ke arah Arabela yang masih tertawa terbahak bahak.
__ADS_1