Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Otak Cerdasnya Gue Menemukan Ide


__ADS_3

Arabela sangat kesal kepada Ciko karena ulah tangannya Ciko membuat Arabela jatuh tersungkur ke lantai dan merasakan wanginya lantai sedangkan Ciko masih mematung di tempat karena perkataan Arabela



Arabela masih ada di atas lantai dengan posisi yang masih sama tidak berubah sedikitpun dari tadi sambil menatap nyalang ke arah Gemilang yang masih sibuk dengan dunianya sendiri entah apa yang di pikirkan


"Papa bantuin aku berdiri" teriak Arabela dengan sangat kencang dan sangat keras namun tak di dengarkan oleh Ciko karena Ciko tak bergeming sama sekali dirinya masih sibuk dan asyik melamun


Setelah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah selama menunggu selama beberapa puluh menit namun Ciko masih tetap tidak menjawab pertanyaan dari Arabela membuat Arabela geram ingin sekali menonjok wajahnya Ciko namun di urungkan niatnya karena Ciko adalah papanya


"Papa pasti lagi melamun kira kira gue harus apa supaya papa bantuin gue berdiri lagian kenapa papa berani beraninya dorong dorong aku memangnya di kira aku gerobak dorong pokoknya otaknya gue harus di ajak kerja sama supaya gue bisa menemukan ide supaya papanya gue bantuin gue berdiri soalnya papa gue yang menyebabkan gue jatuh ke lantai jadi papa gue yang harus tanggung jawab bantuin gue berdiri dari lantai oh sepertinya otak cerdasnya gue menemukan ide supaya papanya gue bantuin gue berdiri dari lantai" batin Arabela sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya

__ADS_1


Arabela yang sedang duduk di atas lantai lebih tepatnya Arabela yang tadi habis jatuh tersungkur ke atas lantai dengan posisi duduk kini beringsut berdiri sambil menatap ke arah Ciko setelah dirinya berdiri kini Arabela melangkah mendekat ke arah Ciko dengan sangat pelan dan hati hati bahkan kakinya berjinjit supaya Ciko tidak mendengar suara kakinya Arabela



Setelah Arabela melangkah beberapa langkah kini Arabela telah sampai di sebelah Ciko lalu tanpa aba aba dan tanpa ragu Arabela berteriak di telinganya Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang sampai membuat Ciko hampir saja jatuh ke atas lantai dan mencium wanginya lantai kalau dirinya tidak berpegangan kepada tembok yang ada di sampingnya


"Papa bantuin aku berdiri jangan melamun terus ntar ada gajah bertelur papa ngga tahu" teriak Arabela sangat kencang dan sangat keras di telinganya Ciko sampai membuat Ciko terlonjak kaget mendengar teriakan Arabela yang sangat bikin emosi


"Pah aku teriak di telinganya papa karena aku menyadarkan papa dari lamunan kalau aku belum teriak di telinganya papa di jamin papa masih sibuk melamun entah memikirkan apa" ketus Arabela sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Ciko sementara Ciko menatap Arabela dengan tatapan tak kalah tajam


"Arabela kalau kamu mau menyadarkan papa ngga usah pakai teriak di telinganya papa juga papa pasti sadar dari lamunan kamu cukup pancing papa dengan uang warna merah yang nolnya banyak asal kamu tahu papa melamun memikirkan kamu yang tiba tiba teriak di telinganya papa jadi kamu hari ini sudah dua kali teriak di telinganya papa" bentak Ciko dengan suara sangat lantang dan sangat keras sambil menatap nyalang ke Arabela sedangkan Arabela melototkan kedua matanya ke arah Ciko

__ADS_1


"Papa ternyata matre juga secara ngga langsung papa minta uang ke aku ratusan ribu harusnya papa yang memberi uang ke aku bukan aku yang memberi uang ke papa ngapain di pikirin pah kan aku teriak di telinganya papa karena ulahnya papa yang melamun kalau papa ngga melamun aku juga ngga bakalan teriak teriak di telinganya papa iya aku memang teriak di telinganya papa dua kali kalau papa mau balas teriak di telinganya aku nanti aku bakalan adukan ke mama supaya papa ngga dapat jatah dari mama" bentak Arabela sambil menaikkan suaranya sampai ratusan juta oktaf dan di sertai senyuman licik di wajahnya sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar jawaban menohok dari Arabela apalagi di dalam kalimat itu ada ancaman dari Arabela


"Arabela papa ngga matre tapi itu juga cara menyadarkan papa kalau papa lagi melamun papa setiap hari pasti memberi jatah uang jajan ke kamu tapi itu cuma cara menyadarkan papa dari melamun kamu tahu ngga apa penyebab papa kelamin tadi ? jangan asal berteriak di telinganya papa soalnya papa melamun gara gara ulah kakak kamu tadi papa sudah masuk ke kamarnya kakak kamu karena dia lagi tidur makanya papa langsung buka pintu kamarnya papa kamu pakai kunci miliknya papa setelah papan sampai di kamarnya kakak kamu dan kakak kamu sudah terbangun dari tidurnya kakak kamu malah menyuruh papa supaya papa keluar dari kamarnya kakak kamu lalu papa masuk lagi ke kamarnya kakak kamu kirain kamu lupa ternyata ingat kamu dua kali teriak di telinganya papa jangan kamu adukan ke mama kamu soalnya mama kamu di culik Crist" perkataan Ciko belum selesai sudah di potong oleh Arabela


"Papa beneran mama di culik ? siapa penculiknya apa ? papa tadi bilang kak Crist yang menculik mama ?" cerca Arabela dengan bertubi tubi pertanyaan sedangkan Ciko menganggukkan kepalanya mantap membuat Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedetik kemudian Ciko menggeleng gelengkan kepalanya membuat Arabela bingung apakah Cintya sang mama di culik atau tidak


Ciko membuka mulutnya bersiap untuk menjawab pertanyaan dari Arabela namun terdengar suara Arabela menggema di pendengaran alias telinganya Ciko membuat Ciko menutup mulutnya kembali supaya mulutnya Ciko tidak kemasukan lalat yang terbang ke sana kemari


"Papa jawab dong jangan diam saja masa di tanya belum di jawab tapi yang benar yang mana pah mama di culik apa ngga tadi pertama papa menganggukkan kepalanya terus papa keduanya menggeleng gelengkan kepalanya yang benar yang mana" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Ciko menatap nyalang ke Arabela ingin sekali Ciko memasukkan Arabela ke dalam botol namun di jamin ngga akan muat Arabela di dalam botol


"Arabela papa juga mau jawab kami malah nyerocos lagi mama kamu di culik iya papa menganggukkan kepalanya papa karena sebagai jawaban mama kamu di culik terus papa menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa penculiknya bukan Crist kakak kamu" jelas Ciko dengan ketus sementara Arabela membulatkan kedua matanya

__ADS_1


__ADS_2