
Ciko yang telah membentak Arabella kini langsung menatap tajam ke Arabella, sementara Cintya, Crist, dan Arabella yang mendapat serangan mendadak dari Ciko membuat jantung mereka bertiga.
Beruntung jantungnya Cintya, jantungnya Ciko, dan jantungnya Crist tidak copot dari tempatnya dan tidak menggelinding ke lantai.
Arabella membalas tatapan tajam Ciko dengan tatapan tak kalah tajam, sementara Crist dan Cintya kompak menetralkan detak jantungnya gara gara kaget.
"Papa kalau mau membentak Arabella jangan di sebelah aku dong, lebih baik papa membentaknya di sebelah Arabella saja biar aku ngga dengar bentakan papa" ketus Crist menatap tajam ke Ciko.
Ciko langsung menatap nyalang ke arah Crist setelah Ciko mendengar ocehan Crist, sementara Arabella langsung melototkan kedua matanya ke arah Crist.
Arabella semakin tersulut emosi mendengar omongan Crist, sementara Cintya kini menatap nyalang ke Ciko
Dalam hatinya Cintya heran sendiri dengan Ciko yang tega membentak darah hitam, maksudnya darah merah, lebih tepatnya Ciko tega membentak darah dagingnya Ciko sendiri.
"Kak Crist ngga usah ngajarin papa melakukan hal bodoh, ngga usah bentak aku di sebelah aku karena aku ngga budeg dan ngga tuli, jadi aku dengar semua omongan papa" teriak Arabella dengan sangat keras dan sangat kencang.
Suara teriakan Arabella sangat memekakan telinga semua orang yang ada di situ, sehingga ketiga orang itu kini menatap ke arah Arabella.
"Arabella kamu ngga usah teriak teriak papa ngga tuli dan ngga budeg" lagi dan lagi Ciko membentak Arabella.
Arabella langsung membulatkan kedua matanya tak percaya kalau Ciko membentaknya lagi.
Cintya langsung melototkan kedua matanya ke arah Ciko, sungguh Cintya tak menyangka dan tak habis pikir Ciko tega membentak Arabella anak perempuan satu satunya.
Crist tak menggubris perdebatan dan pertengkaran antara Ciko dan Arabella, justru Crist sedang mengingat suatu hal, Crist mengingat sosok Cintya yang Crist kira sudah menjadi hantu.
__ADS_1
Crist memberanikan diri menatap ke arah sumber dirinya melihat Cintya, betapa kagetnya dan syok nya Crist melihat sosok tersebut masih ada di hadapannya.
Tiba tiba keringat dingin langsung meluncur dari dahi Crist, sungguh Crist merasa ketakutan namun dia harus menyembunyikan rasa takutnya di depan Ciko dan Arabella.
"Arabella kamu beneran ngga lihat hantu ? padahal hantunya ada di sebelah kamu" tanya Crist sambil menatap ke arah Arabella secara intens.
Arabella yang mendengar kalimat pertanyaan dari Crist, buru buru Arabella menoleh ke arah Crist sambil menggeleng-gelengkan kepalanya mantap.
Ciko sangat jelas melihat gelengan kepala Arabella, yang artinya Arabella tak melihat sosok hantu tersebut.
"Arabella coba kamu lihat lagi hantunya ada di sebelah kamu" perintah Ciko dengan nada tegas.
Arabella celingak celinguk menetap ke arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah namun hasilnya sama saja Arabella tak melihat sosok hantu yang di maksud oleh Ciko dan Crist.
"Aku tetap ngga lihat sosok hantu tersebut kak Crist, papa" jawab Arabella dengan sejujur jujurnya tanpa adanya kebohongan.
Ciko dan Crist kompak saling menatap, mereka berdua bingung kenapa Arabella sama sekali tak melihat sosok Cintya di sekitar mereka.
Namun bulu kuduk Cintya merinding karena Ciko dan Crist membahas ada hantu di ruangan itu, bahkan Cintya mengeluarkan keringat dingin akibat rasa ketakutan itu.
"Crist papa memangnya sosok hantunya seperti apa ?" tanya Cintya memberanikan diri bertanya wujud hantu tersebut.
Ciko dan Crist yang mendengar suara dari Cintya hanya kompak menelan ludahnya secara kasar, bingung menjelaskan kepada Cintya.
"Iya benar kata mama, memang sosok hantunya itu seperti apa ? aku penasaran sama wujud hantu tersebut" imbuh Arabella ikut menanyakan sosok hantu tersebut.
Ciko dan Crist serentak membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga, sungguh Ciko dan Crist tak menyangka kalau Arabella juga mendengar perkataan dari Cintya.
"Arabella kamu mendengar pertanyaan mama kamu ?" bukannya menjawab Ciko malah bertanya balik ke Arabella.
Arabella langsung menganggukkan kepalanya, sementara Cintya mendengus sebal karena Ciko mengacuhkan dan mengabaikan pertanyaan darinya.
__ADS_1
Kedua matanya Ciko dan matanya Crist membulat melihat anggukan kepala Arabella.
"Arabella apa kamu bisa lihat wujud mama ?" kali ini Crist yang melontarkan pertanyaan.
Arabella lagi dan lagi menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban, sementara Cintya mengerutkan keningnya heran dengan maksud perkataan Crist.
"Kak Crist aku itu ngga buta dan matanya aku masih waras jadi aku pasti lihat sosok mama dari tadi" jawab Arabella setengah ketus, sementara Ciko dan Crist saling pandang lalu Ciko berkata.
"Arabella jadi kamu dari tadi membohongi aku sama papa, kamu bilang kamu ngga lihat sosok hantu tapi ternyata kamu sudah sejak tadi lihat mama" jelas Crist menatap tajam ke arah Arabella.
Arabella menaikkan satu alisnya ke atas, sungguh Arabella masih belum paham dengan arah pembicaraan dari Crist.
Cintya sepertinya sudah paham dengan arah pembicaraan dari Crist, Cintya menduga kalau sejak tadi yang di bahas sosok hantu oleh Crist dan Ciko adalah dirinya.
''Crist, papa jadi maksud kalian berdua yang sejak tadi di bahas sosok hantu itu adalah mama, jadi kalian berdua menduga mama sudah meninggal ?'' kata Cintya dengan sangat keras dan sangat kencang.
Sungguh Cintya merasa kesal, emosi, marah, kecewa campur aduk jadi satu, sementara Arabella menatap ke arah Ciko dan Crist secara bergantian.
Ciko dan Crist kompak menganggukkan kepalanya mantap, mereka berdua tak ingin berbohong supaya tak ada kebohongan kebohongan selanjutnya.
Cintya langsung menatap nyalang ke arah Ciko dan Crist secara bergantian, sementara Arabella membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
"Crist, papa kalian berdua keterlaluan sampai menuduh mama sudah meninggal, padahal mama masih hidup dan sehat wal afiat" bentak Cintya dengan suara lantang.
Ciko dan Crist saling pandang seakan menyuruh satu sama lain untuk menjawab, namun sepertinya kedua orang itu masih bingung cara menjelaskan kepada Cintya.
"Kak Crist, papa mama itu masih hidup dan ngga meninggal, bahkan mama juga ngga di culik oleh penculik" jawab Arabella dengan tatapan tajam menatap ke arah Ciko dan Crist secara bergantian.
Ciko dan Crist serentak di buat terkejut oleh perkataan Arabella, namun mereka berdua harus bisa menutupi rasa keterkejutan mereka.
"Crist, papa kenapa kalian diam saja ayo jawab, apa kalian berdua menuduh mama sudah meninggal ?" bentak Cintya yang sudah tersulut emosi.
Ciko dan Crist kompak menelan ludah secara kasar, sementara Arabella berjalan ke arah Cintya.
__ADS_1