
Crist menerbitkan senyuman lebar di wajah tampannya sambil dalam posisi tidur di atas ranjang empuk miliknya bukan tidur di bawah kolong ranjang dirinya yakin setelah mengancam kepada Ciko seperti itu pasti Ciko akan mau membuka pintu kamarnya Crist dengan tangannya Ciko sendiri
Ciko masih mematung di tempat mendengar dengan telinganya sendiri bahwa Crist mengancamnya tadi sebenarnya membuat Ciko geram ingin sekali menonjok wajahnya Crist namun dirinya mengurungkan niatnya untuk menonjok wajahnya Crist karena sekarang ada yang lebih penting menurut Ciko yaitu mencari istri tercintanya
__ADS_1
"Sebenernya Crist belajar mengancam dari mana kenapa pagi ini dia hobi banget mengeluarkan ancaman padahal biasanya Crist cuma hobi mengeluarkan uang jajan tambahan buat Arabela dan yang tambahan uang belanja kepada istrinya aku apa jangan jangan selama dalam mimpi Crist di ajarkan caranya mengacam orang sehingga setelah Crist terbangun dari tidurnya Crist langsung gunakan apa yang di ajarkan dalam mimpinya yaitu mengancam orang dan aku yakin aku orang pertama yang di ancam oleh Crist soalnya saat terbangun dari tidur Crist langsung mengobrol dengan aku" gumam Ciko sangat lirih supaya tidak terdengar oleh semut dan kecoa maksudnya supaya suaranya Ciko tidak terdengar oleh Crist
Crist yang sedang menaburkan senyuman lebar di wajahnya langsung mendadak melunturkan senyuman lebar di wajahnya begitu mendengar suara Ciko yang terasa samar samar di telinganya sehingga tanpa di sadari oleh Ciko bahwa Crist mendengar semua omongan Ciko walaupun berkata dengan sangat lirih
"Papa buruan buka pintu kamarnya aku jangan malah memikirkan aku belajar mengancam dari siapa ingat kata pepatah bahwa buah jatuh tak jauh dari genteng maksudnya buah jatuh tak jauh dari pohonnya artinya aku hobi mengancam belajar dari papa" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat lantang membuat Ciko yang sudah tersadar dari lamunannya dan berniat mengambil kunci kamarnya Crist yang terletak di saku celananya langsung mengurungkan niatnya dan Ciko langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1
Dalam hatinya Crist berpikir apakah peribahasa buah jatuh dari pohonnya sudah berganti menjadi buah jatuh tak jauh dari rantingnya ? tapi sejak kapan peribahasa itu di ubah ? apakah memang Ciko yang tidak tahu peribahasa sehingga Ciko asal bilang dan asal bicara peribahasa tadi
"Pah aku ngga mengajak papa mengobrol tapi aku cuma bilang ke papa supaya papa buruan buka pintu kamarnya aku biar bisa cepat mencari penculik mama dengar dong soalnya telinganya aku tajam banget makanya dengar semua omongan papa walaupun papa bicara dengan nada lirih sekalipun aku tetap dengar aku dengar omongan papa dari telinganya aku dong pah masa dari hidungnya aku memangnya hidung bisa mendengar suara ? justru papa yang ngga hafal peribahasa jangan bikin malu dong pah peribahasa gampang papa ngga tahu yang tepat adalah buah jatuh tak jauh dari pohonnya bukan buah jatuh dari rantingnya" teriak Crist dari dalam kamar dengan posisi yang masih asyik dan sibuk tiduran di ranjang empuk miliknya sedangkan Ciko membulatkan kedua matanya
"Iya Crist ini papa mau masuk ke kamarnya kamu papa lagi mengambil kunci kamarnya kamu terlebih dahulu di kantong celananya papa benar juga kata kamu kita berdua harus secepatnya mencari penculik mamanya kamu tapi kamu kenapa pakai repot repot menyuruh papa masuk ke kamarnya kamu lagi lebih baik kita berdua langsung cari mama kamu yang di culik sekarang saja memangnya di telinga kamu di taruh pisau pakai bilang telinganya kamu tajam oh papa tahu pasti bukan karena telinganya kamu yang tajam kamu mendengar semua omongan papa tapi karena kamu berdiri persis di depan pintu kamarnya kamu pantesan dengar karena jaraknya kamu dan jaraknya papa dekat cuma di batasi oleh pintu doang walaupun suara papa lirih papa juga tahu kamu mendengar suara papa dari telinganya kamu bukan dari matanya kamu hidung juga bisa mendengar semua omongan orang kalau telinganya sudah menyampaikan ke hidung papa hafal peribahasanya dan papa ngga bikin malu yang benar itu buah jatuh tak jauh dari rantingnya soalnya kalau buah jatuh pasti ada ranting di buah tersebut tapi kalau buah jatuh tak jauh dari pohonnya papa ngga percaya dengan peribahasa itu karena kenyataannya walaupun buah jatuh dari pohonnya posisi buah jatuh ngga selalu ada di dekat pohonnya ngaco banget yang bikin peribahasa" ketus Ciko dengan suara lantang karena tersulut emosi sedangkan Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
__ADS_1
"Buruan papa masuk ke kamarnya aku dong makanya kalau mau naruh kunci kamarnya aku itu di tangan pah supaya ngga kelamaan aku nunggu papa masuk buruan papa masuk supaya kita berdua bisa langsung pergi mencari penculik mama kasihan mama kalau sampai di sekap sama penculik papa aku menyuruh papa masuk ke kamarnya aku lagi untuk mengatur rencana yang akan kita berdua lakukan terhadap penculik yang menculik mama pah di telinga aku ngga di taruh pisau tapi telinganya aku tetap tajam apaan sih pah aku sedang santai tiduran dan rebahan di tempat tidur miliknya aku bukan berdiri di depan pintu kamarnya aku jadi jaraknya aku sama papa lumayan jauh aku mendengar omongan papa karena telinganya aku yang tajam bukan karena aku berdiri di depan pintu kamarnya aku lagian ngapain aku capek capek berdiri di depan pintu kamarnya aku ini kamarnya aku jadi aku bebas mau tiduran di atas ranjang, mau loncat loncatan di atas ranjang, mau rebahan di atas ranjang bebas aku lakukan jadi aku ngga berdiri di depan pintu kamarnya aku nah kalau sudah tahu aku mendengar suara papa dari telinganya aku bukan dari matanya aku papa ngga usah nanya lagi itu sama saja hidung ngga bisa mendengar suara orang karena mengandalkan telinga buat jadi perantara ke hidung papa bikin malu kalau bilang buah jatuh tak jauh dari rantingnya karena peribahasa yang benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya jadi jangan bikin malu dong" jawab Crist tak kalah ketus sementara Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga