
Ciko langsung menatap tajam ke arah Arabela karena teriakan Arabela sangat menggangu untuk Ciko sedangkan Crist menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena dirinya bersyukur ada gunanya Arabela berteriak membuat Ciko tersadar dari lamunannya
Arabela menatap nyalang ke arah Crist sedangkan Crist berpura pura tidak mengetahui tatapan nyalang yang di keluarkan oleh Arabela saat Arabela sudah membuka mulutnya untuk bersuara tiba tiba ada suara yang mendahuluinya itu berasal dari Ciko membuat Arabela langsung menutup mulutnya kembali rapat rapat soalnya takut ada lalat yang sedang terbang masuk ke mulutnya Arabela
"Arabela kamu ngga usah teriak teriak papa ngga budeg dan ngga tuli" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sedangkan Arabela langsung menatap nyalang ke arah Ciko sementara Crist menahan tawanya yang akan keluar dari bibirnya melihat aksi Arabela yang sedang marah dan Ciko yang juga sedang emosi
"Aku tahu papa ngga budeg dan ngga tuli tapi tujuan aku tadi teriak bukan untuk memanggil papa tapi aku" perkataan Arabela belum selesai sudah di potong oleh Ciko
"Arabela kalau kamu tadi berteriak bukan untuk memanggil papa terus kamu tadi memanggil siapa ? jangan bilang kamu tadi berteriak teriak karena memanggil semut dan kecoa" tuduh Ciko sambil memicingkan satu mata ke arah Arabela sedangkan Crist menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya tak menyangka akan mendapat tuduhan seperti itu dari Ciko papanya sendiri
__ADS_1
"Papa tadi aku berteriak bukan untuk memanggil papa dan aku juga berteriak bukan untuk memanggil semut dan kecoa aku berteriak karena emosi kepada" lagi dan lagi perkataan Arabela belum selesai sudah di potong lagi oleh Ciko
"Arabela kalau kamu tadi berteriak bukan untuk memanggil papa dan bukan untuk memanggil semut dan kecoa jangan jangan kamu berteriak karena kamu emosi kepada semut dan kecoa" lagi dan lagi Ciko melayangkan tuduhan kepada Arabela mendapatkan serangan tuduhan seperti itu membuat kedua matanya Arabela terbelalak lebar dengan mulut menganga
Crist tertawa kecil mendengar tuduhan dari Ciko namun karena Ciko yang sedang tersulut emosi tidak mendengar suara tawa Crist yang lirih sementara Arabela menatap tajam ke arah Crist yang ada di depannya
"Papa jangan bikin emosi intinya aku tadi berteriak bukan untuk memanggil papa, bukan untuk memanggil semut, dan bukan untuk memanggil kecoa juga, asal papa tahu aku ngga emosi kepada semut dan kecoa tapi aku emosi kepada papa kalau sok tahu kayak gini" teriak Arabela dengan suara yang sangat keras dan sangat lantang sedangkan Ciko membulatkan kedua matanya mendengar omongan dari Arabela sementara Crist belum berhenti dari tawa yang di keluarkan oleh dirinya
Arabela terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima serangan teriakan mendadak yang di keluarkan oleh Ciko sedangkan Crist yang belum menghentikan tawanya mendadak berhenti tertawa mendengar teriakan dari Ciko
"Papa makanya kalau aku sedang ngomong jangan di potong biar jelas ngga kayak gini salah tampa kenyataannya memang aku berteriak bukan untuk memanggil papa, bukan memanggil kecoa, dan bukan memangil semut tapi kenyataannya memang aku berteriak teriak itu karena emosi aku bukan emosi ke semut dan ke kecoa aku emosi ke papa karena papa menggangu saat aku akan mengomeli orang yang bikin aku emosi yaitu tuh kak Crist yang bikin aku emosi" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat lantang sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Crist membuat Ciko juga mengikuti jejak jari telunjuknya Arabela lalu kedua matanya Ciko langsung melotot melihat apa yang ada di depannya sedangkan Crist hanya tersenyum tipis sambil menatap ke arah Ciko
__ADS_1
"Crist sejak kapan kamu ada di sini ?" tanya Ciko sambil memasang wajah penasaran di selimuti tanda tanya besar di otaknya sedangkan Crist tersenyum devil sementara Arabela tersenyum masam mendengar pertanyaan dari Ciko
"Pah harusnya aku yang bertanya ke papa sejak kapan papa ada di sini mematung kayak patung padahal ngga di kutuk jadi patung" cibir Crist sambil menatap nyalang ke Ciko sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Arabela mengeluarkan senyum manis yang dia miliki
"Crist papa ada di sini baru beberapa menit yang lalu papa ngga mematung dan ngga mirip kayak patung karena papa mirip kayak pangeran walaupun papa ngga di kutuk jadi patung tapi Arabela bikin emosi papa makanya mendadak papa jadi seperti patung" tegas Ciko sejujur jujurnya sedangkan Arabela yang di tuduh oleh Ciko seperti itu langsung melototkan kedua matanya ke arah Ciko sementara Crist menggeleng gelengkan kepalanya samar tanpa di ketahui oleh Arabela dan Ciko
"Pah kak Crist sudah ada sejak tadi di sini makanya aku teriak teriak karena aku sedang bicara sama kak Crist, aku ngga percaya papa ada di sini baru beberapa menit yang lalu karena papa juga tadi mendorong tubuhnya aku sampai mencium wanginya lantain otomatis papa sudah ada di sini sejak lama papa mirip kayak patung benar kak Crist kasihan yang jadi pangeran pah kalau di samakan sama papa kenapa papa jadi menyalahkan aku sudah jelas papa yang salah di sini masa mau nyari penculiknya mama dengan jalan kaki kapan ketemunya tuh penculik yang menculik mama" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang karena geram sehingga Arabela membuang suaranya dengan sangat keras sementara Ciko dan Crist kompak membelalakkan matanya mereka berdua dengan sangat lebar dan dengan mulut menganga
Ciko marah dan emosi karena kata kata Ciko di keluarkan oleh Arabela kepada Crist ingin sekali Ciko memberikan cabai ke mulutnya Arabela namun Ciko tidak membawa cabai tapi setelah di pikir pikir kalau Ciko meletakkan cabai ke mulutnya Arabela di jamin bukannya Arabela berhenti berteriak malah Arabela bisa menambah porsi suara yang di keluarkan
__ADS_1
Crist heran dan bingung kenapa otaknya Ciko sampai berpikir akan mencari penculik Cintya istri dari Ciko menggunakan jalan kaki kapan sampainya kalau jalan kaki