
Crist menatap Ciko dengan tatapan tajamnya membuat Ciko menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Arabela menatap ke arah Ciko dan Crist secara bergantian langsung menoleh ke arah Crist dan Bella
Crist menatap Ciko dengan tatapan tajam namun tatapan tajam dari Crist seakan bisa di mengerti oleh Ciko sementara Arabela masih setia menatap ke arah Crist dan Ciko secara bergantian dengan kedua alis yang tertaut
"Papa apa benar yang di omongkan oleh Arabela tadi ?" tanya Crist sambil menatap nyalang ke Ciko sedangkan Ciko menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Arabela bingung apa yang baru saja di omongkan
"Kak Crist memangnya apa yang di omongkan oleh aku tadi ?" tanya Arabela dengan raut bingung sedangkan kedua matanya Crist terbelalak lebar dengan mulut menganga sementara Ciko nampak menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena dia mengira pasti Arabela lupa dengan perkataan yang di keluarkan oleh Arabela tadi sehingga itu bisa menjadi jembatan untuk melupakan pertanyaan dari Arabela
"Iya Crist memangnya apa saja yang di omongkan oleh Arabela papa juga belum ingat yang papa ingat papa kira malah Arabela tadi hanya berbicara dengan kamu" elak Ciko sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya sedangkan Crist tersenyum masam mendengar omongan Ciko sementara Arabela menatap ke arah Ciko lalu berkata
"Kak Crist kamu ngomong apa aku belum ingat tadi aku bahas apa" jawab Arabela sambil menatap ke arah Crist sedangkan Crist ikut menatap ke arah Arabela sementara Ciko mengumbar senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan sungguh dirinya ingin sekali menghajar Arabela dan Ciko dengan tangannya sendiri supaya dia bisa puas namun Crist mengurungkan niatnya karena orang yang akan di hajar adalah adik wanitanya dan yang satu lagi dan Ciko sang papa
"Papa jujur sama aku apa tadi yang di katakan Arabela benar ?" tanya Crist dengan nada ketus sedangkan Ciko menaikkan satu alisnya ke atas sementara Arabela menatap nyalang ke Ciko
"Stop kak Crist aku belum paham memangnya tadi aku bahas apa jangan tanya ke papa soalnya aku yakin papa juga belum tahu soalnya papa itu budeg dan tuli maklum faktor usia" jelas Arabela sambil memberikan isyarat dengan isyarat dengan tangan supaya diam di tempat dan tidak ngilang sedangkan Arabela dan Ciko
"Arabela kamu beneran belum tahu tadi pagi papa bahas apa di sini dan kamu yang bilang duluan iya benar juga kata kamu papa itu sudah tua pasti lupa sama omongan niatnya" kata Crist sambil memicingkan satu mata ke arah Arabela sedangkan Arabela dengan cepat menggelengkan kepalanya mantap sementara Ciko bersorak ria dalam hati Ciko tertawa terbahak bahak ingin sekali Ciko meloncat dari pohon nanti di kira monyet dan ingin loncat dari meja takut mejanya ambruk
"Kak Crist aku belum ingat tadi aku bahas apa memangnya ? pokoknya intinya aku belum tahu kalau aku belum tahu ajarkan soalnya aku belum tahu tadi bahas apa" cerca Arabela dengan menggunakan otak pintarnya dan otak cerdasnya sementara Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Crist juga menatap tajam ke arah Arabela membuat Arabela menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
.
Crist kalau papa memang pernah ngomong kayak gitu bilang katanya papa mau mencari mama pakai kakak kaki bukan pakai mobil atau sebangsanya kapan sampainya ? tapi aku heran memangnya papa kenapa jalan kaki kapan nyampainya ? harusnya papa ingatkan aku dong supaya ngga lupa" ketus Arabela sambil melipat kedua tangannya di depannya sementara Ciko terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan Crist mengumbar senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
"Crist Arabela kalian jangan meributkan tempat penculikan mama karena menurut papa yang paling penting itu siapa yang menculik mama kamu dan di mana mama kamu di sembunyikan" jelas Ciko dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sedangkan Arabela dan Crist kompak terlonjak kaget bahkan mereka berdua sampai terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari tempat mereka berdiri saking kagetnya menerima teriakan dari Ciko
"Papa mana aku tahu mama di culik oleh siapa dan dimana tempat penculikan tersebut, papa mau melanjutkan mencari mama supaya penculiknya cepat ketemu" jelas Ciko sambil menatap nyalang ke arah Crist dan Arabela secara bergantian sedangkan Arabela hanya memutar bola matanya malas sementara Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Papa beneran mama di culik ole hi ih mereka tempat penculikannya lho pagi ini kece mana aku tahu soalnya aku baru tahu ini" celoteh Arabela sambil menatap ke arah Ciko sedangkan Ciko langsung manggut manggut sementara Crist menatap ke arah Ciko dengan tatapan serius
Setelah tahu bahwa Cintya sang mama di culik membuat Arabela khawatir terjadi apa apa dengan sang mama sehingga dirinya meminta kepada Ciko untuk mencari sang mama
"Lebih baik cari mama sekarang kasihan mama aku ingin tahu siapa yang menjadi penculiknya mama, ayo pah biar mama ngga kelamaan di culiknya tapi kalau penculiknya ganteng di jamin mama suka dan betah karena menemui orang kaya gitu tapi aku yakin penculiknya ganteng makanya mama betah dan ngga pulang ke rumah" jelas Arabela membeli usul kepada Ciko dan Crist sedangkan Ciko dan Crist langsung menganggukkan kepalanya mantap
"Ayo kita berdua bertangkat sekarang Crist" ajak Ciko menatap ke arah Crist sedangkan Crist langsung menganggukkan kepalanya mantap sementara Arabela mendekam ke Ciko
"Pah koq kak Crist doang yang di ajak aku juga mau di ajak mencari penculik yang menculik mama" jelas Arabela sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan tajam sedangkan Crist menautkan kedua alisnya menatap ke arah Arabela sementara Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga lebar
__ADS_1
"Arabela kamu ngga usah ikut lebih baik kamu buruan siap siap berangkat ke kampus" perintah Ciko sambil menatap tajam ke arah Arabela sedangkan Crist menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum sebagai jawaban persetujuan saran dari Ciko sementara Arabela melototkan kedua matanya ke arah Ciko dengan tatapan sangat tajam dan sangat menusuk