Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Penyakit Dadakan Dan Penyakit Berbahaya


__ADS_3

Crist tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya, karena Crist sangat bahagia mendapatkan ide briliant yang terlempar dari otaknya, supaya bisa menyadarkan Ciko.



Ciko menatap ke arah Crist dan Arabela bergantian dengan tatapan heran, karena menurut Ciko kedua anaknya membingungkan dirinya membuat Ciko pusing ratusan milyar keliling.



Anak bungsunya Ciko yaitu Arabela sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak sedangkan anak sulungnya Ciko yaitu Crist sibuk dan asyik mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya.


"Aku benar benar heran sama kelakuan anak anaknya aku, kenapa semua memasang ekspresi wajah bahagia padahal istri aku yang statusnya mama dari mereka berdua di culik, gimana dong ini kapan aku mulai mencari istri aku yang di culik oleh orang, lagian kalau aku nyari istri aku sendiri aku takut bukan takut kepada hantu tapi takut kalau penculik yang menculik istrinya aku ada banyak orang pasti membuat aku kewalahan mengurusi semuanya" batin Ciko sambil menatap ke arah Arabela dan Ciko secara bergantian.


Crist masih betah mengeluarkan senyum lebar yang terpancar di wajah tampannya, membuat Crist semakin tampan, karena walaupun Crist memasang wajah datar juga sudah tampan apalagi kalau sedang tersenyum lebar semakin menambah kadar ketampanannya Crist.


"Aku ternyata sudah menemukan cara supaya aku bisa mengecek apakah papa aku sedang melamun atau papa aku terkena penyakit berbahaya seperti budeg dan tuli, pokoknya aku harus menjalankan misi secepatnya supaya ketahuan papa aku itu melamun atau terkena penyakit dadakan budeg dan tuli" batin Crist tanpa melunturkan senyuman lebar di wajah tampannya.

__ADS_1


Crist menatap ke arah Ciko yang sedang menatap ke arahnya, Crist yang sedang dalam posisi duduk lalu mendekatkan tubuhnya ke Ciko, namun karena Ciko sedang tidak fokus lebih tepatnya Ciko sedang sibuk dengan dunianya sendiri atau bahasa lainnya Ciko sedang sibuk dan asyik melamun membuat Ciko tak menyadari bahwa Crist sudah mendekatkan tubuhnya Crist ke Ciko.



Setelah Crist mendekatkan tubuhnya ke Ciko kini misi selanjutnya adalah Ciko langsung berteriak sekencang kencangnya di telinganya Ciko, membuat Ciko yang sedang sibuk dan asyik melamun langsung terlonjak kaget bahkan Ciko hampir saja memukul wajahnya Crist kalau saja tangannya Crist tak menghalangi Ciko.


"Papa jangan melamun terus apa jangan jangan papa sekarang terkena penyakit budeg dan tuli dadakan sampai diam saja saat aku bicara panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api, pokoknya aku ngga mau kalau aku menemani papa, orang yang sedang melamun apalagi orang yahh sudah terkena penyakit parah yaitu budeg dan tuli" teriak Crist telinganya Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang.


Ciko yang mendengarkan suara teriakannya Crist dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Ciko, membuat Ciko hampir saja menghajar wajahnya Crist lebih tepatnya memberi bogeman mentah kepada wajahnya Crist, tapi tangannya Ciko dengan cepat di tahan oleh Crist sehingga tangannya Ciko mendarat sempurna di tangannya Crist.



"Crist ngapain kamu pegang pegang tangannya papa, jangan bilang kamu suka sama papa, ingat papa masih normal sehingga papa cintanya dan sukanya sama lawan jenis bukan sama kamu, apalagi papa sangat mencintai mama kamu dan ngga bisa berpaling dari mama kamu, jadi jangan mentang mentang kamu belum punya calon istri terus kamu berniat merebut papa dari mama kamu karena papa ngga akan pernah berpaling dari mama kamu selamanya" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang dengan tatapan nyalang yang mengarah kepada Crist, sedangkan Crist juga melototkan kedua matanya ke arah Ciko.


Sungguh Crist ingin sekali menyumpal mulutnya Ciko dengan cabai yang sangat banyak, namun Crist sangat takut kalau Ciko bukannya berhenti berteriak malah menambahkan volume teriakannya sampai ratusan milyar, sehingga Crist sebisa mungkin meredam keinginannya untuk menyumpal mulutnya Ciko dengan cabai yang sangat banyak dari pada resikonya malah Ciko semakin menambahkan volume suaranya sampai ratusan milyar.

__ADS_1


"Papa aku megang tangannya papa supaya papa ngga menonjok wajahnya aku, dan papa ngga memberikan bogeman mentah kepada aku, soalnya aku tahu arah tangannya papa mau kemana makanya aku cegah pakai tangan aku, papa jangan menuduh aku dan jangan memfitnah aku karena aku ngga suka sama papa, ingat aku juga masih normal jadi aku juga sukanya sama lawan jenis bukan sama papa, gombal banget papa iya aku tahu papa sangat mencintai mama sampai papa bucin akut ke mama, jangan fitnah aku dong pah karena aku sama sekali berniat merebut papa dari mama aku, buat apa aku suka sama papa yang wajahnya lebih jelek dari aku, lagian aku masih normal jadi aku sukanya sama lawan jenis alias wanita bukan pria yang kayak papa" teriak Crist lebih keras dan lebih kencang dari suaranya Ciko lebih tepatnya teriakannya Ciko tadi sampai ratusan milyar lebih keras dari teriakan Ciko.


Ciko yang mendengar suara teriakan Crist yang lebih keras dan lebih kencang dari suaranya membuat Ciko langsung terlonjak kaget bahkan Ciko sampai bergeser dari posisi duduknya, namun tangannya Ciko masih di pegang oleh tangannya Crist.



Sedangkan Crist langsung melototkan kedua matanya ke arah Ciko, karena Crist sangat emosi sungguh Crist ingin sekali berada di ring tinju lalu Crist menghajar wajahnya Ciko sampai babak belur, namun Crist teringat dengan status yang di gelar oleh dirinya yang menjadi seorang anak dari Ciko.



Ciko yang telah merasakan tenang setelah beberapa detik merasakan kekagetan yang luar biasa akibat teriakan dari Crist, kini mendelik ke Crist yang sedang menatap Ciko dengan tatapan nyalang.


"Crist kamu ngga usah basa basi sebenarnya apa tujuannya kamu sampai kamu berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya papa, ngga usah bahas yang panjang lebar kemana mana" teriak Ciko tak kalah keras dan kencang dari teriakannya Crist tadi sedangkan Crist yang mendapatkan serangan seperti itu lebih tepatnya Crist mendapat teriakan Ciko yang sangat mendadak membuat Crist mendelik ke arah Ciko.


"Papa tujuannya aku tadi teriak di telinganya papa dengan sangat keras dan sangat kencang itu untuk mengecek papa ngga mendengar suara merdunya aku itu karena papa sedang melamun atau papa terserang penyakit dadakan dan penyakit berbahaya yaitu penyakit tuli dan budeg" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang mendengar itu membuat Ciko melongo dan mematung di tempat.

__ADS_1


__ADS_2