Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Hentikan Tawanya Kamu


__ADS_3

Setelah Crist melangkahkan kakinya kini Crist telah berada di depan pintu kamar, lalu tanpa ragu kedua tangannya Crist langsung membuka pintu tersebut, lalu setelah itu Crist melangkah keluar dari kamarnya, menghampiri Ciko yang sedang menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, namun sebelum itu Crist telah menutup pintu kamarnya terlebih dahulu sebelum menuju ke Ciko.



Setelah Crist berjalan menyusuri lantai, kini Crist sudah ada di depan Ciko, Crist mengernyitkan keningnya heran menetap ke arah Ciko yang masih betah dan masih setia mengumbar senyum lebar di wajahnya, entah apa yang sedang di pikirkan Ciko, hanya Ciko yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu isi dari kepalanya Ciko.


"Papa sejak kapan ?" tanya Crist ambigu, sedangkan Ciko yang mendengar suara Crist, langsung menoleh ke arah Crist dalam sekejap senyuman lebar di wajahnya Ciko menghilang bak di telan bumi.


Kini hanya tatapan menusuk yang Ciko keluarkan untuk Crist, sungguh Ciko kesal dan emosi mendengar omongan Crist barusan, Crist yang mendapatkan tatapan menusuk yang di keluarkan Ciko hanya bisa menelan salivanya berkali kali.


"Crist papa sejak tadi ada di sini ngapain kamu nanya kayak gitu, padahal sebelum kamu ganti pakaian juga papa sudah ada di sini, kenapa cuma gara gara ganti pakaian kamu lupa ke papa dan bertanya kayak gitu ke papa, jangan jangan kamu sudah pikun" tuduh Ciko dengan suara yang tegas dan keras sambil kedua matanya menatap tajam ke arah Crist, sedangkan Crist yang mendapatkan serangan tuduhan dari Ciko langsung membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.


Sungguh Crist sangat kesal dan emosi di tuduh pikun oleh Ciko, ingin sekali Crist memberikan bogeman mentah kepada Ciko, sampai wajahnya Ciko babak belur, namun niat Crist di urungkan dan di kubur dalam dalam, karena biar bagaimanapun Crist hanya berstatus sebagai anak Ciko.


__ADS_1


Sehingga Crist tidak berani melakukan itu semua ke Ciko karena Crist tidak mau di cap sebagai anak durhaka, yang berani terhadap kedua orang tuanya, sehingga kini Crist berusaha meredam emosi yang meluap sampai ke ubun ubun.


"Papa aku juga tahu papa itu sejak tadi ada di sini, maksudnya aku itu papa sejak kapan gila, sampai papa senyum senyum sendiri, apalagi papa mengeluarkan senyum yang sangat lebar" jelas Crist dengan sangat keras dan sangat kencang, bahkan kedua matanya Crist juga mendelik ke arah Ciko, sementara Ciko hanya terkekeh kecil mendengar semua omongan Crist, lalu Ciko berkata.


"Crist papa senyum senyum sendiri sampai senyum lebar bukan karena gila, tapi papa sedang bahagia karena papa berhasil menjalankan misi, dan keinginan papa terkabul" jelas Ciko sesingkat mungkin, sedangkan Crist menaikkan satu alisnya ke atas lalu berucap.


"Terus karena apa papa senyum sendiri kayak gitu, jangan jangan papa senyum sendiri bukan karena gila tapi karena stress, memangnya apa misi papa ? oh jangan jangan mama sudah di temukan dan penculiknya mama sudah papa hajar habis habisan sampai babak belur, memangnya apa keinginan papa koq ngga pernah cerita ke aku, padahal aku anaknya papa" jelas Crist dengan panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api, sementara Ciko yang sedang terkekeh kecil langsung menatap Crist dengan tatapan yang serius.


Ciko kini menatap ke arah Crist dengan tatapan nyalang, karena Crist banyak sekali bertanya kepada Ciko, membuat Ciko bingung harus menjawab pertanyaan Crist yang mana dulu, sementara Crist yang di tatap seperti itu bingung dan mengerutkan keningnya.


"Papa jawab saja secara urutan kenapa bingung, aku juga nanyanya tadi satu satu bahkan mengucapakan kata juga perkata, walaupun nyerocos juga ngomongnya perkata papa ngga spontan" kata Crist sambil tersenyum mengejek ke arah Ciko, sementara Ciko membelalakkan matanya , sangat lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Ciko baru menyadari bahwa walaupun ngomong nyerocos juga ngomongnya perkata ngga langsung spontan, sehingga kini Ciko menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali untuk menutupi kesalahan dalam pengolahan kata tadi.


"Crist walaupun papa jawab secara urutan papa bingung mau jawab yang mana dulu karena urutan pertanyaan kamu saja papa ngga ingat, benar juga kata kamu tapi harusnya kamu setiap berkata itu hanya mengeluarkan satu pertanyaan paling banyak tiga pertanyaan bukan malah banyak pertanyaan" ketus Ciko sambil menatap tajam ke arah Crist, sedangkan Crist mendadak tertawa terbahak bahak membuat Ciko mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


"Haha iya aku belum ingat kalau papa itu sudah tua jadi papa itu sudah pelupa dan pikun" jawab Crist sambil tertawa terbahak bahak, sedangkan Ciko langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Ciko tidak terima di hina oleh Crist bahwa dirinya sudah pelupa dan pikun karena faktor usia, sehingga Ciko kini menatap nyalang ke arah Crist yang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak, melihat Crist yang belum menghentikan tawanya membuat Ciko semakin geram dan tersulut emosi.


"Crist asal kamu tahu kalau papa itu ngga pikun dan ngga pelupa, tapi kalau pertanyaan kamu banyak banget lebih dari tiga papa jamin bukan cuma papa yang ngga ingat pertanyaan kamu, semua orang juga ngga akan ingat semua pertanyaan kamu" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap nyalang ke arah Crist, sedangkan Crist tak mampu dan tak bisa menghentikan tawanya.


Tawanya Crist begitu renyah dan gurih, namun di pendengaran telinga Ciko tawanya Crist sangat sumbang dan bikin emosi, walaupun Crist berusaha menghentikan tawanya namun Crist belum bisa juga menghentikan tawa yang keluar dari bibirnya.



Setelah Ciko menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Ciko menunggu selama beberapa puluh menit, namun telinga Ciko hanya mendengar suara tawa Crist yang menggema dan mengalun di telinganya, tanpa Crist menjawab semua omongan Ciko tadi, membuat Ciko ingin sekali menghajar Crist sampai babak belur.


Namun Ciko mengurungkan niatnya untuk menghajar Crist sampai babak belur, Ciko sengaja tak melakukan itu karena ada alasannya yang akan menguntungkan Ciko kalau Ciko tak menghajar Crist sampai babak belur, sehingga sebisa mungkin Ciko meredam semua emosi yang sejak tadi sudah membumbung tinggi.


"Crist hentikan tawanya kamu, buruan kita berdua cari mamanya kamu alias istrinya papa yang sejak tadi menghilang karena di culik oleh penculik" bentak Ciko, mendengar bentakan Ciko membuat Crist langsung mengehentikan tawanya secara mendadak.

__ADS_1


__ADS_2