
Crist menerbitkan senyuman lebar karena Ciko berhasil tersadar dari lamunannya lebih tepatnya Ciiko mendengar suara dari Crist, sementara Ciko mematung di tempatnya sungguh Ciko heran dan kesal dengan cara Crist yang berteriak di telinganya Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang.
Ciko sangat emosi karena di tuduh budeg dan tuli oleh Crist sungguh rasanya Ciko ingin berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menjambak rambutnya Crist, namun niat Ciko di urungkan bukan karena takut kepada Crist namun Ciko tak mau menghabiskan tenaganya cuma buat mengurusi Crist, dalam hatinya Ciko berpikir lebih baik dia gunakan tenaganya untuk mencari Cintya istri tercintanya.
Dan yang paling penting menurut Ciko adalah Ciko tidak mau menjambak rambutnya Crist karena takut Ciko di tuduh wanita karena main jambak jambakan rambut, sehingga Ciko mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Crist jadi kamu menuduh papa budeg dan tuli, jangan sembarangan menuduh papa itu ngga budeg dan tuli, karena papa bisa mendengar suara semut pun bisa papa dengar" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sementara Crist yang sedang sibuk melamun langsung membubarkan semua lamunan yang tadi hinggap di otaknya dan di kepalanya.
Crist yang mendapatkan serangan mengagetkan dari Ciko berupa teriakan dari Ciko langsung menatap ke arah Ciko dengan tatapan tajam, sedangkan Ciko juga menatap ke arah Crist dengan tatapan tak kalah tajam dari tatapan yang di keluarkan oleh Crist.
"Papa ngomong apaan sih kalau ngomong jangan teriak teriak aku jadi ngga dengar papa ngomong apa" teriak Crist berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan nyalang sementara Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
Sungguh Ciko tak habis pikir kenapa suara teriakannya yang sangat keras dan sangat kencang tidak bisa di dengar oleh oleh Crist, padahal seingat Ciko tadi dia sudah mengeluarkan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang, namun kenapa Crist tetap tidak mendengar suara teriakan merdu, tunggu memangnya kalau teriak itu suaranya merdu, pasti bikin gendang telinga rusak sehingga tidak bisa di katakan merdu, lebih tepatnya Ciko tadi mengeluarkan teriakan dengan sangat keras dan sangat kencang.
Sungguh Crist tidak menyangka malah pendapat Ciko itu Crist terkena penyakit budeg dan tuli, tapi Crist tidak merasa terserang penyakit budeg dan tuli, karena setiap ada orang lain yang mengajak Crist ngobrol pasti Crist menyambung kalau di ajak komunikasi, sehingga setelah mendapat tuduhan dari Ciko membuat Crist kaget.
__ADS_1
"Papa itu kalau teriak malah bikin suara ngga jelas, makanya jangan teriak teriak justru kalau papa ngga teriak aku bisa mendengar suara omongan papa, iya pah lebih baik ngga usah berteriak, aku ngga dengar suara teriakannya papa itu karena papa berteriak membuat suaranya papa ngga jelas di telinganya aku" jawab Crist sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa, sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut melongo sungguh Ciko heran dengan Crist, dalam hatinya Ciko berpikir Ciko berteriak saja Crist tidak mendengar apalagi kalau Ciko tidak berteriak pasti sama sekali tidak akan mendengar suaranya Ciko.
Ciko yang mendengar jawaban dari Crist langsung menatap tajam ke arah Crist membuat Crist juga ikutan membalas dengan cara menatap tajam ke arah Ciko, sungguh Crist geram dengan tuduhan yang di layangkan oleh Ciko tadi, yang mengatakan bahwa Crist budeg dan tuli sedangkan Ciko geram dengan omongan atau larangan yang di ucapkan oleh Crist katanya Ciko tidak boleh berteriak.
"Crist papa heran sama kamu kalau kamu sudah terserang penyakit budeg dan tuli harusnya papa berteriak kalau mengajak ngobrol kamu kenapa malah di larang oleh kamu, heran papa sama kamu kenapa malah melarang papa berteriak oh papa tahu pasti kamu melarang papa berteriak karena kamu takut yah ketahuan sama banyak orang kalau kamu itu sudah terserang penyakit budeg dan tuli padahal usia kamu masih muda banding papa, lebih tepatnya kamu anaknya papa karena papa saja yang menjadi papa kamu ngga budeg kamu yang statusnya anak papa malah budeg" tebak Ciko sambil mengeluarkan senyum mengejek ke arah Crist sementara kedua matanya Crist langsung terbelalak lebar dengan mulut yang menganga.
Sungguh Crist sangat tersulut emosi dan sangat marah karena Ciko menuduh Crist itu budeg dan tuli, ingin sekali Crist menghajar Ciko sampai babak belur namun keinginannya Crist harus di telan mentah mentah karena mengingat status yang di sandang oleh Ciko yaitu papa dari Crist, karena Crist tidak mau durhaka kepada Ciko membuat Crist hanya diam saja kepada Ciko, walaupun tangannya sudah ingin sekali menghajar Ciko sampai babak belur.
"Papa jangan sembarangan menuduh karena bisa jadi fitnah, asal papa tahu aku ngga budeg dan tuli jadi papa ngga usah bilang kalau aku budeg dan tuli, tanpa papa berteriak pasti aku dengar suara papa karena aku ngga budeg dan tuli, karena kalau papa berteriak suaranya papa ngga terdengar jelas sama aku, jangan sembarangan nuduh pah aku ngga malu sama orang orang karena aku kalau aku di tuduh budeg dan tuli karena aku kenyataannya ngga budeg dan tuli" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang karena tersulut emosi bahkan kepala Crist di ibaratkan sampai mengeluarkan tanduk yang sangat panjang, sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.
__ADS_1
Sungguh Ciko heran dengan jawaban yang di keluarkan oleh Crist sehingga membuat Ciko hanya mematung di tempat, dirinya heran kenapa malah suaranya kalau berteriak membuat Crist tidak mendengar dengan jelas, padahal secara logika malah kalau berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang akan membuat orang lain mendengar.
"Crist pertanyaan papa sekarang kamu itu terserang penyakit budeg dan tuli versi apa kenapa kalau papa berteriak malah kamu ngga dengar ?" tanya Ciko dengan suara teriakan yang sangat keras dan sangat kencang sementara Crist melongo mendengar itu.