Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Suara Semut Atau Kecoa


__ADS_3

Crist yang telah melihat dengan mata rambutnya sendiri maksudnya dengan mata kepalanya sendiri bahwa Ciko telah keluar dari kamarnya bahkan sudah menutup dan mengunci pintu kamarnya langsung Crist merebahkan tubuhnya ke atas ranjang empuk miliknya



Ciko yang telah selesai mengunci pintu kamarnya Crist langsung meletakkan kuncinya ke saku celananya sebenarnya bisa saja Ciko langsung membuka pintu kamarnya Crist tanpa memasukkan kunci pintu kamarnya Crist ke dalam saku celananya tapi entah kenapa Crist memasukkan terlebih dahulu kunci itu ke dalam saku celananya


"Aku heran kenapa Crist jadi bikin emosi harusnya dia lebih mementingkan mencari istri aku kenapa malah heboh menyuruh aku keluar dari kamarnya Crist bikin emosi kalau dia bukan anaknya aku bakalan aku hajar sampai babak belur tapi walaupun Crist anaknya aku bakal aku masukkan lagu Crist ke dalam rahim istrinya aku itu juga kalau masih bisa di masukkan lagi bentuknya Crist sudah puluhan kilo sekarang kalau dulu kan baru beberapa kilo" batin Ciko sambil menatap ke arah depan seakan di depannya ada Crist sang anak


Arabela yang akan memasang sepatu yang ada di tangannya samar samar mendengar kalau ada suara Ciko yang menggelegar di telinganya Arabela apalagi teriakan Ciko sangat kencang bahkan yang paling membuat Arabela syok dan mengurungkan niatnya untuk memakai sepatu yang ada di tangannya adalah sang mamanya Arabela yaitu Cintya di culik



Setelah mendengar teriakan Ciko membuat Arabela langsung melemparkan sepatu yang ada di tangannya lalu Arabela berlari menuju pintu kamarnya tanpa memakai sandal dan tanpa memakai sepatu karena saking paniknya



Memang niatnya Arabela juga tadi memakai sepatu namun gara gara teriakan Ciko yang menggema membuat Arabela langsung berlari ke arah sumber suara

__ADS_1


"Itu tadi suara papa kan bukan suara semut atau kecoa ? tapi kayaknya suara tadi mirip banget suara papa bukan mirip suara semut dan kecoa lagian aku juga ngga pernah dengar suara semut dan kecoa sampai sekarang apa karena suaranya mereka berdua jelek jadi ngga berani bicara apa apa tapi tadi aku dengar papa bilang mama di culik sama orang memangnya siapa yang berani menculik mama ?" batin Arabela sambil melangkah menuju ke pintu kamarnya dengan perasaan campur aduk seperti adonan kue maksudnya perasaan Arabela campur aduk antara cemas, panik, dan takut kalau ternyata benar Cintya di culik oleh orang


Setelah Arabela berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya selama beberapa puluh menit kini Arabela sudah ada di depan pintu kamarnya persis membuat Arabela tanpa ragu membuka pintu kamarnya lalu Arabela keluar dari kamarnya sendiri setelah itu Arabela tanpa menutup pintu langsung berjalan ke arah Ciko yang ada di depan pintu kamarnya Crist



Arabela berjalan dengan hati cemas dan takut kalau sang mama benar benar di culik setelah beberapa menit berjalan kini Arabela sudah sampai di samping Ciko yang tidak menyadari kehadirannya Ciko sibuk dan asyik melamun kini Arabela menatap Ciko lalu dirinya berkata


"Papa ngapain ada di sini ?" tanya Arabela dengan suara lembut dan tatapan yang menetap ke arah Ciko sementara Ciko tak bergeming masih asyik dan sibuk dengan dunianya


Setelah Arabela menunggu selama puluhan tahun kelamaan dong maksudnya setelah Arabela menunggu selama puluhan menit namun tak mendapat jawaban dari pertanyaannya membuat Arabela menaikkan satu alisnya menatap ke arah Ciko



"Papa lagi ngapain ?" teriak Arabela di telinganya Ciko dengan sangat keras dan sangat lantang sementara Ciko yang mendapat teriakan mendadak dari Arabela langsung terlonjak kaget bahkan tanpa sengaja Ciko mengeluarkan jurusnya yaitu mendorong tubuhnya Arabela sampai membuat Arabela jatuh tersungkur ke lantai sampai Arabela merasakan wanginya lantai


"Arabela kamu ngapain teriak di telinga papa ?" bentak Ciko sambil menatap nyalang ke Arabela sedangkan Arabela yang sedang terdampar di lantai langsung melototkan kedua matanya ke arah Ciko

__ADS_1


Kalau Ciko bukan papanya pasti Arabela akan menjambak rambutnya Ciko namun kenyataannya Ciko adalah papanya sehingga Arabela harus menelan semua keinginannya karena Arabela di ajarkan oleh kedua orang tuanya supaya jangan berani membantah sama orang tua kecuali kalau kepepet tapi pengecualian itu Arabela yang menambahkan bukan di ajarkan langsung oleh kedua orang tuanya Arabela



Ciko juga menatap Arabela dengan tatapan nyalang karena jujur dia emosi dan kesal sama orang yang berteriak di telinganya yang tak lain dan tak bukan adalah Arabela sang anak kalau bukan anaknya pasti Ciko akan memecat orang itu dari perusahaan manapun


"Papa aku teriak di telinganya papa buat memperjelas bukti" jawab Arabela sambil tersenyum masam sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Ciko sangat bingung bukti apa yang di maksud oleh Arabela sehingga Arabela dengan santainya bisa menjawab seperti itu


"Arabela memangnya bukti apa maksudnya kamu kalau bicara yang jelas jangan setengah setengah" pinta Ciko dengan nada tegas sedangkan Arabela memutar bola matanya malas


"Pah waktu aku ada di dekat papa tadi aku panggil papa ngga dengar dengar makanya aku teriak di telinganya papa apakah papa itu ngga dengar omongan aku karena sedang melamun atau tuli dan budeg mendadak" jelas Arabela sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya sementara kedua matanya Ciko langsung terbelalak lebar begitu mendengar omongan Arabela


"Arabela jadi maksudnya kamu intinya kamu cuma mengetes telinganya papa budeg apa ngga ?" tanya Ciko menjelaskan apa yang ada di otaknya apakah sama atau beda haluan dengan Arabela dengan cepat Arabela menganggukkan kepalanya mantap tanpa melunturkan senyuman lebar di wajah cantiknya


"Iya pah itu tahu maksudnya aku habisnya papa aku ajak ngobrol malah ngga dengar" jawab Arabela sambil tersenyum devil namun sedetik kemudian kedua matanya Arabela langsung menatap nyalang ke Ciko membuat Ciko mengerutkan keningnya heran dalam hatinya Ciko bukankah tadi ekspresi wajahnya Arabela bahagia kenapa tiba tiba wajahnya berubah menjadi menyeramkan karena menatap nyalang ke Ciko


"Arabela kamu keterlaluan papa tadi ngga dengar kamu bicara sama papa karena papa melamun bukan karena papa tuli dan budeg mendadak" bentak Ciko sambil menatap tajam ke arah Arabela sedangkan Arabela juga menatap Ciko dengan tatapan tak kalah tajam

__ADS_1


"Pah harusnya yang marah itu aku karena papa mendorong tubuhnya aku sampai aku jatuh ke lantai kenapa malah papa yang marah sama aku" teriak Arabela sangat keras dan lantang sambil mendelik ke Ciko sedangkan Ciko membulatkan kedua matanya


__ADS_2