
Setelah Crist berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Crist berjalan selama beberapa puluh menit kini Crist sudah ada di depan pintu kamarnya lalu dengan cepat Crist membuka pintu kamarnya dengan kunci yang masih terpasang di pintu kamarnya
Setelah pintu kamarnya Crist terbuka dengan sangat lebar oleh tangannya Crist terpampanglah wajah Ciko dan Arabela yang ada di hadapan Crist membuat Crist melipat kedua tangannya di depan dadanya tanpa menutup pintu terlebih dahulu
"Papa ngapain masih ada di sini aku tungguin di kamar malah papa asyik asyikan ngobrol sama Arabela" kata Crist dengan nada ketus sementara Ciko masih mematung di tempat mendengar omongan Arabela yang sangat menggangu pikirannya sedangkan Arabela menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang mengisi di otak dan kepalanya Arabelal
"Kak Crist papa ngga bakalan dengar soalnya papa lagi menjadi patung dadakan jangan sembarangan menuduh kak, aku sama papa itu jarang mengobrol gimana mau mengobrol kalau papa aku saja seakan mematung di tempat" jelas Arabela sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya sedangkan xrrisy memicingkan satu mata ke arah Arabela sementara Ciko masih sibuk dan asyik melamun memikirkan bagaimana cara mencari penculik yang menculik Cintya sang istri
__ADS_1
"Memangnya papa sedang jadi patung di mana ? aku ngga sembarangan menuduh kenyataannya kamu sama papa malah asyik dan sibuk mengobrol lebih tepatnya lagi kamu sama papa itu bukan sibuk mengobrol tapi kamu dan papa sibuk teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang" bentak Crist sambil menatap nyalang ke Arabela sedangkan Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sementara Ciko masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri
"Kak Crist matanya ngga katarak kan ? pakai nanya papa mematung dimana sudah jelas jelas papa mematung di depan kakak persis, terus kalau aku sama papa sibuk mengobrol, kenapa kakak ngiri pengin mengobrol juga ? terserah aku dong kak mau mulutnya aku di gunakan buat mengobrol atau teriak teriak, mulutnya aku saja ngga protes koq" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap nyalang ke Crist sementara Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga bukan karena teriakannya Arabela tapi karena tuduhan Arabela yang bilang bahwa matanya Crist itu katarak itu penyebab Crist syok dan kaget
"Arabela matanya aku masih normal dan tajam sehingga mata aku ngga katarak kamu yang salah makanya kalau bilang jangan setengah setengah, aku juga tahu papa mematung di depan aku, ingat aku ngga ngiri kalau kamu mengobrol sama papa ngapain juga aku ngiri sama kamu cuma gara gara ngiri terserah kamu tapi kamu kalau teriak teriak bikin emosi karena kencang dan keras banget suara kamu" cibir Crist sambil menatap ke arah Arabela dengan tatapan mengejek sedangkan kedua matanya Arabela terbelalak lebar dengan mulut menganga sementara Ciko masih setia dan sibuk dengan pendengaran yang tadi sempat di usulkan oleh Manda
"Iya kak Crist aku tahu matanya kakak tajam dan masih normal jadi kakak Crist baru tahu juga kalau papa kayak gitu, kalau gitu mending aku tidur tadi dari pada bicara sama kakak Crist kak kalau teriaknya ngga kencang takutnya teriakan aku yang sangat enerjik, merdu, dan sangat mempesona ngga bakalan di dengar oleh banyak orang kalau kakak tahu papa mematung di depan kakak kenapa kakak pakai nanya papa mematung dimana ? tapi aku yakin kalau kakak iri sama aku yang bisa mengobrol sama papa sebenarnya suara aku merdu dan bikin ketagihan orang yang mendengarnya" jelas Crist sambil menatap nyalang ke Arabela sementara Arabela langsung menatapnya dengan tatapan tak kalah tajam ke arah Crist sedangkan Ciko masih sibuk dengan lamunan yang ada di otaknya dan kepalanya
"Iya kak Crist soalnya kakak gampang di tebak dan gampang di tipu, aku belum tahu kalau kakak, aku ngga mau pergi tidur soalnya aku mau ikut mencari penculik yang menculik mama" jelas Arabela mengutarakan isi hatinya bahwa dirinya ingin ikut mencari penculik yang menculik Cintya sang mama sedangkan Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Crist tak menyangka kalau Arabela akan ikut mencari Cintya sang katanya di cukkokh mencukkm sama
__ADS_1
''Arabela lebih baik kamu ngga usah ikut mencari penculik yang menculik mama nanti malah bukannya fokus mencari mama malah fokus mendengar semua keluhan kamu jadi lebih baik kamu ngga usah ikutan cari mama'' jelas Crist sambil menatap ke arah Arabela dengan tatapan tajam sedangkan Crist juga mengaku kini sedang menatapnya
"Kak Crist pokoknya aku mau ikut mencari penculik yang menculik mama supaya aku bisa mengenali fotonya dan akan aku post di dalam kamarnya saja" jelas Arabela sambil mengulum senyum sedangkan Crist tercengang dengan jauh gaun yang buatnya menikahi dirinya menjadi memuji Chintya
"Arabela pokoknya kamu ngga boleh ikutan mencari mama yang di culik titik ngga pakai koma, lama di mana pokoknya gue harus menemukan mama dalam waktu secepatnya dan segera mungkin" teriak Crist sambil menatap nyalang ke Arabela sedangkan Arabela bukannya takut mendengar teriakannya kecil pasti Arabela langsung mengulum senyum tipis
"Kak Crist pokoknya aku mau ikut mencari mama dan mencari penculik yang menculik mama pokoknya ada koma bukan cuma menunggu hasil pencariannya doang" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang dengan kedua matanya yang melotot ke arah Crist yang ada di hadapannya
"Arabela aku bilang tidak usah tidak usah ikut kamu ngga usah ikut ngga usah pokoknya kamu harus di rumah jaga rumah siapa saja boleh masuk ke rumah mama" jelas Crist sambil menundukkan kepalanya rumahnya sedangkan Arabela mendelik ke Crist. hi hi hi
__ADS_1
"Pokoknya aku harus menemukan mama papa izinkan aku ikut mencari mama supaya aku bisa mencari penculik yang menculik mama karena aku mau pajang foto orang yang menculik mama" teriak Arabela dengan sangat kencang dan sangat keras melebihi kerasnya toa sedangkan Crist langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Ciko yang asyik dan sibuk melamun begitu mendengar teriakan Arabela langsung tersadar dari lamunannya saking kencangnya dan saking kerasnya tawanya Arabela sampai menusuk telinganya Ciko