
Crist masih berusaha menahan tawa yang akan meledak, sementara Cintya masih mengukir senyum tipis sangat tipis sehingga hanya Cintya saja yang tahu kalau Cintya sedang tersenyum.
Arabella masih melototkan kedua matanya ke arah Ciko, sungguh Arabella heran dengan Ciko kenapa belum paham juga maksud dari perkataannya.
Ciko masih terngiang ngiang dengan perkataan Arabella yang mengatakan gebetan Arabella itu rahasia, hanya Arabella dan Tuhan yang tahu nama gebetan Arabella, memikirkan itu juga membuat Ciko tak kalah pusing dari Arabella.
"Papa ngga paham dengan perkataan aku ? aku heran padahal papa seorang CEO dan untuk jadi seorang CEO itu harus punya pikiran yang cerdas, tapi kenapa papa ngga bisa mencerna perkataan aku" ucap Arabella melengking memecahkan keheningan yang tercipta sejak beberapa menit yang lalu.
Ciko yang mendengar suara yang familiar masuk ke telinganya, membuat Ciko membuang semua lamunan yang tadi hinggap di kepalanya.
Kini kedua matanya Ciko langsung beralih ke arah sumber suara, betapa kagetnya Ciko mendengar perkataan Arabella, sungguh hatinya Ciko teriris iris seperti irisan bawang merah.
Cintya masih diam dan melamun tentang wujud hantu tersebut dan anak hantu tersebut, dalam hatinya Cintya dia bertanya tanya, memang Ciko sang suami punya anak dari hantu tersebut berapa, namun Cintya mengurungkan niatnya karena takut pembicaraan dirinya akan di dengar oleh Crist dan Arabella.
"Arabella papa paham dengan maksud perkataan kamu yang mengatakan kalau nama gebetan kamu itu rahasia, hanya Tuhan dan kamu yang tahu nama gebetan kamu, yang papa heran kenapa nama gebetan kamu ngga di cantumkan ke kartu keluarga" sahut Ciko menjelaskan maksudnya ke Arabella.
"Papa nama gebetan aku juga di cantumkan di kartu keluarga, papa jangan sembarangan nuduh dong karena ngga boleh sembarangan nuduh, jangankan nuduh sembarangan buang sampah sembarangan juga ngga boleh" teriak Arabella dengan sangat keras dan sangat kencang.
__ADS_1
Sungguh Ciko dan Crist kompak menggunakan kedua tangannya untuk menutup kedua telinganya mereka berdua.
Sementara Cintya hanya menggelengkan kepalanya samar mendengar penjelasan lebih tepatnya teriakan Arabella.
"Arabella kamu aneh sekali kalau nama gebetan kamu di cantumkan di kartu keluarga otomatis bukan hanya kamu dan Tuhan saja yang tahu tapi semua orang tahu, papa ngga sembarangan menuduh papa menyimpulkan berdasarkan penjelasan kamu yang mengatakan nama gebetan kamu hanya kamu dan Tuhan yang tahu, papa itu lebih tua dari kamu jadi papa sudah banyak makan garam otomatis papa juga sudah tahu kalau membuang sampah ngga boleh sembarangan" jelas Ciko sambil meninggikan volume suaranya.
Arabella membelalakkan kedua matanya sangat lebar mendengar penjelasan Ciko yang panjang panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api.
Cintya dan Crist kompak menatap ke arah Ciko dan Arabella secara bergantian, sungguh mereka berdua heran dengan kelakuan Ciko dan Arabella yang masih berdebat.
"Tetap saja nama gebetan aku hanya aku dan Tuhan yang tahu walaupun nama gebetan aku di cantumkan di kartu keluarga, karena aku tidak berbicara ke orang lain aku suka siapa dan nama gebetan aku siapa ke orang lain, memang kenyataannya hanya aku dan Tuhan yang tahu nama gebetan aku manusia lain ngga tahu karena aku ngga membeberkan nama gebetan aku ke orang, papa itu anak orang kaya ngapain papa makan banyak garam ngga enak rasanya asin banget" ketus Arabella sambil mendelik ke arah Ciko.
Kedua matanya Ciko terbuka lebar mendengar perkataan Arabella, begitu juga dengan kedua matanya Cintya dan Crist yang sontak langsung membulat sempurna mendengar ocehan dari Arabella.
Ciko kini menatap tajam ke arah Arabella, sementara Arabella juga membalas tatapan Ciko dengan tatapan tak kalah tajam.
Ciko sangat tersulut emosi karena Arabella tak paham dengan peribahasa yang tadi di katakan, itu membuat kepalanya Ciko panas dan mengeluarkan tanduk yang panjang.
"Arabella terserah kamu mau bilang nama gebetan kamu hanya kamu dan Tuhan yang tahu, hanya hewan yang tahu, hanya gajah yang tahu, hanya semut yang tahu bukan urusan papa, kamu lagi sariawan kenapa kamu ngga bicara ke orang lain nama gebetan kamu, jangan jangan kamu kena sariawan makanya ngga mengatakan nama gebetan kamu ke orang, Arabella itu cuma peribahasa dan istilah artinya banyak makan garam itu banyak pengalaman, bukan makan garam bumbu dapur yang rasanya asin" jelas Ciko tak kalah ketus dari Arabella.
__ADS_1
Arabella melototkan kedua matanya ke arah Ciko, sungguh Arabella kesal dan tak terima dengan jawaban Ciko.
"Papa sembarangan banget kalau ngomong, aku ngga sedang sariawan papa aku sehat wal afiat, aku ngga punya penyakit apapun dan aku juga ngga kena sariawan sama sekali, makanya kalau ngomong yang jelas dong bilang kalau itu hanya peribahasa atau istilah jangan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu membuat salah paham, aku kira papa doyan dan hobi makan garam jadi ngga perlu beli lauk buat di makan" cibir Arabella dengan nada mengejek.
Crist dan Cintya yang mendengar perdebatan antara Ciko dan Arabella kompak menahan tawa mereka berdua yang hampir pecah, sungguh Crist dan Cintya heran dengan jawaban Arabella yang sampai berpikir kalau Ciko doyan dan hobi makan garam.
"Arabella stop" perkataan Ciko belum selesai sudah di potong oleh Arabella.
"Papa apa apaan sih main stop stop saja, di kira lagi naik taksi, naik bus, atau naik angkot bilang stop ke supir" sahut Arabella dengan nada yang terdengar ketus.
Ciko menatap ke Arabella dengan tatapan nyalang, sementara Ciko dan Cintya kompak menatap ke arah Ciko.
Sungguh kini darahnya Ciko mendidih gara gara ulah Arabella, kesal juga Ciko dengan ulah Arabella, kini Ciko berkata dengan nada ketus.
"Arabella stop bicara gebetan kamu yang tidak penting" lagi dan lagi perkataan Ciko belum selesai sudah di potong oleh Arabella.
"Asal papa tahu gebetan aku juga penting karena itu akan menjadi menantu papa suatu saat nanti" teriak Arabella yang geram dengan perkataan Ciko.
Ciko memijat pelipisnya sendiri dengan tangannya, sungguh Ciko di buat pusing ratusan milyar keliling akibat ulah Arabella.
"Arabella maksudnya papa itu tadi kita semua sedang bahas hantu yang ada di sebelah kamu, bukan bahas gebetan kamu jadi sekarang stop bahas gebetan kamu" bentak Ciko dengan wajah garangnya dan tatapan nyalang ke Arabella.
Suara Ciko yang membentak membuat Cintya, Arabella, dan Crist serentak terlonjak kaget.
__ADS_1