
Crist menatap ke arah Ciko dengan tatapan tajam, sedangkan Ciko juga membalas tatapannya Crist dengan tatapan tak kalah tajam, seakan akan Ciko juga menantang Crist dan tidak takut kepada Crist sehingga dirinya berani membalas perlakuan Crist dengan cara menatap Crist dengan tatapan tak kalah tajam.
Intinya Crist dan Ciko menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, seakan akan tatapan mereka berdua saling menusuk antara satu sama lain, entah kenapa mereka berdua bisa saling menatap tajam seperti itu bahkan tatapan tajamnya melebihi tajamnya cangkul.
Ciko yang geram dengan kelakuan Crist langsung tak bisa menahan kata kata yang keluar dari mulutnya, karena sudah tak tahan dengan keberanian Crist yang menatap ke arah Ciko dengan tatapan tak kalah tajam.
"Crist ngapain kamu menatap papa dengan tatapan tajam kayak gitu, ingat papa ngga takut dengan tatapan tajam yang di keluarkan oleh kamu Crist" bentak Ciko sambil melototkan kedua matanya ke arah Crist sedangkan Crist yang sedang fokus menatap tajam ke arah Ciko, melihat Ciko yang menggerakkan bibirnya langsung menautkan kedua alisnya bingung dengan apa yang di katakan oleh Ciko.
Crist tidak mendengar apa yang di katakan oleh Ciko padahal Ciko sudah mengeluarkan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang, lebih tepatnya Ciko malah membentak Crist tapi malah Crist tidak mendengar suara bentakan dari Ciko, entah karena bentakan Ciko yang lirih, atau kuping Crist yang bermasalah hanya Crist yang tahu jawabannya.
__ADS_1
Setelah Ciko yang berteriak namun Crist tak mendengar teriakannya Ciko, membuat Ciko tersulut emosi sehingga kini tanpa basa basi Ciko langsung mendekatkan tubuhnya ke arah Crist, entah apa yang akan di lakukan oleh Ciko hanya Ciko yang tahu, karena semut dan tikus yang lewat tidak tahu isi hati Ciko.
"Jangan jangan Crist terserang penyakit budeg dan tuli, tetapi kenapa malah dia yang menuduh aku terserang penyakit budeg dan tuli, padahal Crist sendiri yang terserang penyakit tersebut, aku ngga terima di tuduh oleh Crist budeg dan tuli, aku harus memikirkan cara supaya Crist mendengar semua omongan aku" batin Ciko sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
Setelah Ciko berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ciko berpikir selama beberapa puluh menit, kini Ciko telah menemukan cara dan telah menemukan ide supaya Crist mendengar semua omongan dari Ciko.
Tanpa ragu tubuhnya Ciko mendekat ke arah tubuhnya Crist, lalu Ciko langsung berteriak di telinganya Crist, membuat Crist yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri lebih tepatnya Crist sedang sibuk melamun langsung terlonjak kaget, bahkan hampir saja Crist menonjok wajahnya Ciko, namun dapat di tahan oleh tangannya Ciko.
Crist menatap tajam ke arah Ciko karena Ciko membuat dirinya kaget, namun Ciko juga membalas tatapan Crist dengan tatapan yang tak kalah tajam, sehingga kini kedua orang tersebut saling menatap dengan tatapan yang seakan akan saling menguliti satu sama lain.
Crist membuka mulutnya bersiap untuk menjawab, namun baru saja dirinya akan berkata tiba tiba sudah terdengar suara yang menggelegar dan suara yang familiar di telinganya Crist, suara siapa lagi kalau bukan suara Ciko, sehingga membuat Crist menutup kembali mulutnya karena takut kemasukan jerapah, memangnya jerapah muat di mulutnya Crist, muat kalau jerapahnya di potong kecil kecil seperti daging sapi dan daging ayam.
__ADS_1
"Crist papa itu mengajak kamu untuk bersiap siap mencari istri papa alias mama kamu, bukan mengajak kamu untuk adu panco dan adu jago maksudnya adu jotos" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang tak lupa dengan tatapan yang sangat menusuk ke arah Crist, sedangkan Crist hanya tersenyum kecut mendengar omongan Ciko lebih tepatnya mendengar teriakan Ciko.
"Papa kalau mau mengajak aku mencari istri papa alias mama aku harusnya papa mengajak aku secara baik baik, ngga usah pakai teriak teriak segala di telinganya aku, karena aku ngga budeg dan ngga tuli, kesannya kalau papa teriak teriak di telinganya aku itu papa bukan seperti mau mengajak aku mencari istri papa alias mama aku tapi papa seperti mau mengajak ribut sama aku" teriak Crist tak kalah keras dan tak kalah kencang dari teriakan Ciko, sedangkan Ciko melototkan kedua matanya ke arah Crist.
Sungguh Ciko tersulut emosi mendengar omongan lebih tepatnya mendengar teriakan Crist, apalagi secara tidak langsung teriakan Crist itu menyalahkan dirinya yang berteriak di telinganya Crist, padahal Ciko terpaksa melakukan berteriak di telinganya Crist karena Crist tidak akan mendengar suara teriakan Ciko.
Ingin sekali rasanya Ciko menghajar wajahnya Crist, namun Ciko takut bukan takut kepada Crist, tapi Ciko takut nanti Crist tidak mau menemani dirinya mencari sang istri tercintanya atau bisa juga di sebut namanya Crist, atau yang lebih parah lagi Ciko bakalan di omelin dan di ceramahin oleh Cintya sang istri, bukan hanya itu saja tapi akibatnya Ciko juga bisa tidak mendapatkan jatah dari Cintya istrinya Ciko.
"Crist papa berteriak di telinganya kamu itu karena kamu ngga mendengar teriakan papa, pokoknya intinya cepat kita berdua cari mama kamu kasihan kalau sampai mama kamu di sekap oleh penculik mama kamu kalau papa" perkataan Ciko belum selesai sudah di potong oleh Crist.
"Oke lebih baik kita berdua cari mama sekarang juga, aku mau mencari mama bukan karena aku menurut ke papa gara gara papa berteriak di telinganya aku, tapi aku kasihan ke mama kalau sampai di sekap oleh penculik yang menculik mama, jadi papa ngga usah GR kalau aku mau berangkat sekarang juga mencari mama gara gara teriakan papa di telinganya aku karena" perkataan Crist belum terhenti namun kini Ciko yang memotong perkataan Crist.
"Crist buruan kita berdua berangkat sekarang untuk mencari mama kamu, terserah kamu mau mencari mama kamu karena kasihan dengan nasib mama kamu yang di sekap oleh penculik mama kamu, atau karena teriakan papa yang berteriak di telinganya kamu yang tapi intinya buruan kita berdua berangkat sekarang jangan malah kamu ngoceh terus kapan berangkatnya kalau kamu" perkataan Ciko terhenti bukan karena di potong oleh Crist tapi karena Ciko melihat Crist yang kini berdiri dan sudah melenggang pergi menuju ke kamarnya Crist.
__ADS_1