
Arabela melototkan kedua matanya ke arah Ciko dengan kedua tangannya yang di lipat di depan dada sementara Ciko dan Crist kompak sedang melamun kira kira Cintya di bawa oleh penculik kemana
Arabela melototkan kedua matanya ke arah Ciko lalu berganti ke arah Crist yang sibuk dengan lamunannya sementara Arabela yang geram karena Ciko dan Crist hanya saling diam
"Pah pokoknya aku mau ikut nyari mama soalnya aku penasaran sama penculik yang menculik mama" ucap Arabela sambil menatap nyalang ke Ciko sedangkan Ciko hanya diam saja tak bergeming sedikitpun termasuk Crist juga hanya diam karena sibuk melamun kira kira Cintya sang mama di bawa kemana oleh penculik
Setelah Arabela menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Arabela menunggu selama beberapa puluh menit Arabela belum juga mendapat jawaban dari Ciko membuat Arabela menyimpulkan bahwa Ciko sudah budeg atau tuli karena tidak mendengar suara merdu Arabela karena faktor usia Ciko yang sudah tua
Kini tatapan Arabela beralih ke Crist tanpa komando dan tanpa aba aba Arabela menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya dan di kepalanya hanya Arabela yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu isi hati Arabela
"Kak Crist pokoknya aku harus ikut mencari mama soalnya aku pengin tahu orang yang menculik mama" kata Arabela sambil menatap ke arah Crist sedangkan Crist hanya diam tak menjawab perkataan dari Arabela sementara Ciko juga masih sibuk memikirkan banyak hal tentang bagaimana cara menangkap penculik yang menculik istrinya
__ADS_1
Arabela yang telah menunggu selama berpuluh puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Arabela menunggu selama beberapa puluh menit namun Arabela belum mendengar jawaban dari Crist langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh Arabela heran kenapa Arabela yang bertanya ke Ciko dan Crist namun tak ada jawaban dari keduanya membuat Arabela takut kalau Crist juga ikut terserang penyakit tuli dan budeg
"Gue heran kenapa gue nanya ke papa gue ngga di jawab apa papa mulai terserang penyakit budeg dan tuli ? mungkin faktor umur papa bisa terserang penyakit tuli dan budeg, tapi kenapa gue nanya ke kak Crist malah kak Crist juga sama tidak menjawab apa kak Crist juga terserang penyakit budeg dan tuli kayak papa terus gimana dong cara menyadarkan papa dan kakak gue supaya ngga tuli dan ngga budeg gue harus menyuruh otak gue untuk mencari akal supaya otak gue bisa menemukan cara supaya gue bisa membuat kak Crist dan papa gue ngga budeg dan ngga tuli kalau di panggil sama gue tapi kalau di panggil sama orang lain terserah mau papa gue dan kakak gue budeg dan tuli bukan urusan gue" batin Arabela sambil menatap ke arah Crist dan Ciko secara bergantian
Arabela mengajak otaknya untuk bekerja keras membantu menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang di hadapi masalah Arabela sekarang adalah menghadapi kebudegan dan ketulian yang menyerang Crist dan Ciko
Arabela menatap ke arah Crist dan Ciko secara bergantian sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang ada di otaknya Arabela ngga ada yang tahu soalnya Arabela sangat yakin kalau cara yang di keluarkan oleh otak dan kepalanya Arabela pasti membuat Crist dan Ciko berubah jadi tidak budeg dan tidak tuli lebih tepatnya Arabela akan membuat Ciko dan Crist kaget
Arabela mulai melaksanakan aksi yang di keluarkan oleh otak dan kepalanya yaitu Arabela memegang pundak Crist dan Ciko secara bersamaan namun karena Ciko dan Crist sibuk melamun membuat Crist dan Ciko tidak menyadari bahwa tangannya Arabela nempel di pundak mereka berdua, lalu tanpa basa basi Arabela langsung mendorong tubuhnya Crist dan Ciko secara bersamaan dengan sekuat tenaga
__ADS_1
Crist dan Ciko yang mendapatkan serangan mendadak seperti itu langsung membuat Crist dan Ciko kompak tersungkur ke lantai gara gara ulahnya Arabela sedangkan Arabela yang melihat dengan mata kepala sendiri bahwa misi benar langsung tak mampu menahan tawanya sehingga kini Arabela tertawa terbahak bahak dengan sangat keras dan sangat kencang
Ciko dan Crist yang sedang berpikir pelaku penyebab mereka berdua tersungkur ke lantai samar samar mendengar suara tawa yang sangat familiar di telinga mereka berdua membuat Ciko dan Crist serentak sadar siapa pelaku penyebab mereka berdua jatuh mencium wanginya lantai kini Crist dan Ciko kompak menatap tajam ke arah Arabela
"Arabela jadi kamu yang menyebabkan papa jatuh ke lantai dan mencium wanginya lantai ?" teriak Ciko tersulut emosi kalau Arabela bukan wanita dan bukan anaknya pasti Ciko sudah menantang Arabela lebih parahnya lagi Ciko akan memukul sampai babak belur dan memberikan bogeman mentah kepada orang yang bikin emosi duluan ke Ciko sedangkan Crist menatap nyalang ke Arabela masih dengan posisi yang sama yaitu duduk manis di lantai sementara Arabela yang sibuk dengan tawanya sehingga tidak mendengar omongan lebih tepatnya teriakan dari Ciko
"Haha haha" tawa yang di keluarkan Arabela sangat kencang dan sangat keras tanpa dosa sementara Ciko dan Crist kompak menatap tajam ke arah Arabela
Setelah Ciko menunggu selama beberapa puluh menit tak ada jawaban dari Arabela hanya tawa yang sangat keras dan sangat kencang yang keluar dari bibirnya Arabela sedangkan Crist mendelik ke Arabela karena Crist tahu bahwa Arabela menertawakan dirinya yang jatuh ke lantai
"Arabela kamu kenapa ketawa terus aku tahu kamu ketawa pasti karena perbuatan kamu yang berhasil membuat aku dan papa jatuh ke lantai" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara Ciko tadi sementara Ciko menatap nyalang ke Arabela sedangkan Arabela masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak tanpa mendengar omongan dari Crist
__ADS_1
"Haha haha" tawa Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang sementara Crist dan Ciko kompak melototkan kedua matanya ke arah Arabela yang tanpa dosa masih tertawa terbahak bahak tanpa mendengarkan perkataan lebih tepatnya teriakan Ciko dan Crist