
Cintya sangat kesal dan emosi melihat kepada Ciko sang suami, karena membiarkan mulutnya Arabela di bungkam oleh seorang pria, sementara Arabela menerbitkan senyum lebar di wajahnya, sungguh Arabela bahagia sekali karena sebentar lagi akan mendapat pertolongan dari Cintya
Arabela merasa sangat beruntung, karena ada dewi yunani yang akan menolongnya dari serangan Crist.
Sedangkan Crist dan Ciko kompak diam membisu, tanpa kata yang keluar dari mulut mereka berdua, bahkan otaknya Ciko dan Crist berpikir bahwa Cintya sekarang sudah menjadi hantu, yang sedang pulang karena tidak betah di kuburan.
Cintya yang telah menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Cintya menunggu selama beberapa puluh menit, namun Cintya tak mendengar jawaban satu patah katapun dari Ciko dan Crist.
Cintya yang kesal dan tersulut emosi, mendelik ke arah Ciko sekilas, lalu Cintya memandang pria yang menyumpal mulutnya Arabela dari arah belakang, tanpa komando Cintya langsung mengeluarkan jurus andalannya, jurus itu paling ampuh menurut Cintya karena bisa membuat orang tersebut kesakitan.
Cintya menjambak rambutnya Crist yang sedang menyumpal Arabela, akibat perbuatan Cintya membuat Crist kesakitan dan berteriak dengan sangat keras, bahkan Crist melepaskan tangannya dari mulut Arabela.
"Aaaaaaaaahhhhhhh" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang saat Cintya menjambak rambutnya.
Arabela memegang dadanya dengan kedua sambil ikutan berteriak, bukan karena kaget tapi Arabela berteriak karena bahagia dan senang Arabela sudah bebas dari tangannya Crist.
Ciko yang mendengar suara Crist langsung terlonjak kaget, sungguh Ciko kesal dengan Crist yang teriak seperti tadi sehingga membuat jantung Ciko hampir lompat dari tempatnya.
Cintya yang mendengar suara teriakan Crist langsung menatap ke arah orang yang di jambak oleh tangannya, begitu Cintya tahu kalau yang di jambak adalah anak laki lakinya sendiri, membuat Cintya melepaskan jambakan dari rambutnya Crist.
__ADS_1
Crist yang penasaran dan kepo dengan orang yang menjambak rambutnya, membuat Crist menoleh kepada orang yang menjambak dirinya, berapa kaget dan syok Crist melihat orang yang menjambak rambutnya, karena Crist melihat Cintya yang menjambak rambutnya Crist.
Kini wajahnya Crist sudah berubah pucat pasi, karena Crist mengira kalau Cintya sudah meninggal dunia, dan yang menjambak rambutnya adalah hantu Cintya.
Sama hal dengan Ciko setelah dia melihat Cintya ada di sebelah Crist, kini Ciko juga berubah wajahnya menjadi pucat pasi, karena Ciko mengira kalau yang ada di hadapan dia adalah hantu Cintya yang sedang gentayangan.
Arabela yang tak menangkap suara apapun setelah mulutnya Arabela lepas dari tangannya Crist, membuat kepo Arabela dengan tingkat tinggi, sehingga kini Arabela menatap ke arah Ciko, Crist, dan Cintya secara bergantian.
Namun Arabela mengerutkan keningnya setelah Arabela melihat wajah Ciko sang ayah dan Crist sang kakak itu pucat pasi, dalam hatinya Arabela di selimuti tanda tanya yang begitu banyak.
"Kak Crist sama papa kenapa wajahnya pucat pasi, kayak habis lihat hantu saja deh'' celetuk Arabela yang tak tahan memendam rasa keponya.
Crist dan Ciko kompak menatap ke arah Arabela setelah mendengar suara Arabela, lalu Crist dan Ciko saling pandang dengan wajah yang pucat pasi.
Dalam hatinya Crist dan Ciko heran sekali dengan perkataan Arabela, lalu Ciko memberanikan diri untuk menunjuk ke arah Cintya dengan dagunya, sebagai isyarat yang di berikan kepada Arabela.
Justru Arabela cuma melihat di ruangan itu cuma ada dirinya, Crist, Ciko, dan Cintya.
Arabela lalu menatap ke arah Ciko dan Crist secara bergantian sambil menggelengkan kepalanya mantap, sementara Ciko dan Crist seakan paham dengan arti gelengan kepala Arabela yang mengatakan kalau Arabela sama sekali tak melihat hantu.
Bukannya menjadi tenang malah Ciko dan Crist berpikir kalau Arabela tak melihat Cintya di sekitar mereka, membuat Ciko dan Crist kompak semakin ketakutan.
__ADS_1
Wajahnya Ciko dan Crist kompak tambah pucat setelah melihat gelengan kepala Arabela, sementara Arabela yang melihat wajah Crist dan Ciko yang lebih pucat dari sebelumnya, lalu Arabela berkata.
"Kak Crist, papa kalian berdua kenapa wajahnya semakin pucat, apa jangan jangan kalian berdua kekurangan gizi, apalagi sampai sekarang kalian berdua belum sarapan makanan olahan mama" tebak Arabela menatap ke arah Ciko dan Crist secara bergantian.
Cintya sejak tadi hanya diam, karena Cintya sibuk dengan pemikirannya sendiri, bahkan Cintya juga mengetahui kalau Ciko sang suami, dan Crist sang anak yang mukanya mendadak pucat.
Cintya sangat bingung dengan perubahan yang terjadi terhadap Ciko dan Crist, dalam hatinya Cintya apakah Ciko dan Crist melihat hantu sehingga membuat wajah mereka pucat seperti itu.
Memikirkan hal itu membuat Cintya takut dan merinding, jujur perasaan takut sekarang menyelimuti dirinya setelah melihat Ciko dan Crist yang semakin pucat.
"Arabela apa kamu ngga melihat hantu ?'' tanya Ciko sambil menatap ke arah Arabela setelah dirinya melirik sekilas ke arah Cintya lewat ekor matanya.
Arabela membelalakkan kedua matanya dengan mulut menganga mendengar pertanyaan yang keluar dari mulutnya Ciko.
Cintya meremas kedua tangannya sendiri karena panik dengan perkataan Ciko, jujur perkataan Ciko sangat mengusik Cintya, kini Cintya semakin takut kalau di ruangan itu ada hantu yang berkeliaran.
Crist memegang pundaknya sekilas untuk menghilangkan rasa takut yang menyelimuti dirinya.
Sedetik kemudian Arabela tersadar dengan pertanyaan dari Ciko, sehingga Arabela menggelengkan kepalanya mantap, Arabela sudah membuka mulutnya bersiap untuk menjawab pertanyaan dari Ciko tadi.
Namun sebelum Arabela menjawab perkataan Ciko, tiba tiba saja ada suara yang muncul dan terdengar di telinga Arabela, suara itu begitu familiar di telinga Arabela, sehingga kini Arabela menutup mulutnya dan menelan kembali semua kata yang akan terucap.
''Arabela mata kamu masih normal kan ?" tanya Crist sambil menatap ke arah Arabela, mendengar pertanyaan yang keluar dari Crist membuat Arabela melototkan kedua matanya ke arah Crist lalu Arabela menjawab.
"Kak Crist apa apaan sih mata aku masih normal dan ngga minus, jadi ngga usah nanya hal yang ngga penting kayak gitu'' gerutu Arabela dengan nada ketus, Ciko dan Crist kompak menoleh ke arah Arabela.
__ADS_1
Sedangkan Cintya sibuk dengan dunianya alias Cintya sibuk dengan lamunannya memikirkan apakah di ruangan itu ada hantunya.
''Arabela kalau mata kamu masih normal dan ngga minus masa kamu ngga tahu kalau hantunya ada di sebelah kamu'' timpal Crist sambil melirik ke arah Cintya, sementara Arabela dan Cintya kompak membelalakkan kedua matanya mereka dengan mulut menganga, sementara Ciko menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa perkataan Crist itu benar.