
Crist dan Ciko kompak sibuk dengan pemikiran masing masing sehingga kini mereka berdua hanya saling pandang memandang antara satu sama lain seakan lewat pandangan mata mereka berdua ingin mengisyaratkan satu sama lain supaya memahami isi hati satu sama lain.
Namun setelah beberapa puluh jam Crist dan Ciko saling memandang kelamaan dong maksudnya setelah Crist dan Ciko memandang selama beberapa puluh menit ternyata Crist dan Ciko tidak saling memahami isi hati satu sama lain.
"Crist kenapa belum mengerti tatapan aku sih dari tadi cuma menatap aku doang tapi ngga tahu isi hatinya aku, keterlaluan banget kamu Crist sebenarnya aku juga ingin ngomong secara langsung ke Crist tapi takut nanti seperti sebelum sebelumya aku ngomong Crist ikutan ngomong, gimana dong ini masa saling diam kayak gini, aku pengin bicara takut Crist juga ikutan bicara" batin Ciko sambil menatap ke arah Crist.
Crist sejak tadi menatap ke arah Ciko seakan dalam hatinya Crist menyuruh Ciko duluan yang berbicara namun Ciko tidak memahami isi hatinya Crist entah mengapa Crist yang ingin berbicara menjadi takut bukan takut sama siapa siapa tapi yang Crist takutkan cuma satu saat Crist sedang berbicara Ciko juga ikutan berbicara itu membuat Crist sangat kesal.
"Kenapa papa diam saja sampai sekarang, kalau aku berbicara takutnya papa ikutan bicara juga gimana dong ini soalnya aku ngga mau pas aku lagi ngomong papa ikutan bicara, oh aku tahu caranya supaya saat aku bicara papa aku ngga ikutan bicara ternyata otak aku cerdas dan pintar juga yah bisa kepikiran ide seperti itu lebih baik aku beri kode ke papa aku sekarang juga" batin Crist mengeluarkan senyum licik di wajahnya sambil menatap ke arah Ciko yang sedang menatap ke arahnya
__ADS_1
Kini Crist mulai menjalankan aksinya yaitu melempar kode kepada Ciko supaya Crist bisa berbicara terlebih dahulu kini Crist menunjuk diri sendiri dengan cara jari telunjuknya di arahkan kepada tubuhnya Crist membuat Ciko yang sedang menatap ke arah Crist mengerutkan keningnya bingung.
Sedetik kemudian Ciko juga ikutan mengarahkan jari telunjuknya kepada tubuhnya Ciko sendiri membuat Crist melongo sesaat namun sedetik kemudian Crist menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum kecut melihat Ciko yang menunjuk diri Ciko sendiri padahal niatnya Crist yang mau berbicara terlebih dahulu.
"Papa kenapa ikutan menunjuk dirinya sendiri ngikutin aku terus sih papa, karena aku baik aku biarkan saja papa yang berbicara terlebih dahulu soalnya walaupun aku berbicara terlebih dahulu juga takutnya papa menyerobot karena papa sudah menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya sebagai tanda bahwa papa ingin bicara duluan lebih baik sekarang aku tunggu papa bicara terlebih dahulu" batin Crist sambil menatap ke arah Ciko yang sedang menatap dirinya.
"Aku heran maksudnya Crist apaan koq setelah menunjuk dirinya sendiri pakai jari telunjuk malah Crist menganggukkan kepala apa Crist mengantuk sehingga Crist menganggukkan kepala, ada ada saja itu Crist kalau mengantuk harusnya tidur di kamar dong bukan malah betah di sini sehingga tidak bisa tiduran dengan bebas" batin Ciko sambil mengerutkan keningnya heran menatap ke arah Crist.
Crist yang telah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Crist menunggu selama beberapa puluh menit, menurut Crist itu juga sudah lama seperti menunggu selama satu abad, namun Crist tidak mendengar suara dari Ciko malah Ciko hanya diam mematung di tempat.
__ADS_1
Crist yang melihat itu sangat geram kalau Ciko bukan papanya Crist di jamin Ciko akan di beri bogeman mentah sampai wajahnya Ciko babak belur atau bakalan Crist bikin Ciko jadi perkedel buat lauk pauk.
"Papa aku gimana sih katanya tadi menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya otomatis papa mau bicara duluan, kenapa aku tunggu sejak tadi papa diam saja ngga bicara apapun bikin geram dan emosi banget papa, kalau tahu gini mending aku bicara duluan tapi tadi aku mau bicara duluan takut papa bicara makanya aku diam saja, malah papa ikutan diam saja, jangan jangan tadi papa belum paham dengan kode yang aku berikan makanya papa diam saja sampai sekarang, gimana dong ini masa papa ngga paham dengan kode yang aku berikan, apa aku jelaskan saja tapi kalau aku jelaskan takut saat aku bicara papa ikut bicara" batin Crist sambil berteriak teriak di dalam hati
Ciko masih diam di tempat dan mematung di tempat sungguh Ciko bingung dengan maksud Crist yang menunjuk dirinya Crist sendiri dengan jari telunjuknya, sebenarnya Ciko ingin bertanya apa maksud dari Crist tapi niatnya Ciko harus di urungkan karena Ciko takut kalau saat Ciko bicara Crist juga ikutan bicara.
"Sebenarnya maksudnya Crist apaan sih aku belum paham, kenapa Crist menunjuk dirinya sendiri pakai jari telunjuknya kenapa ngga menunjuk dirinya Crist sendiri pakai jari jempolnya ah bukan itu maksudnya aku kenapa jadi bahas jari jempol, maksudnya aku itu Crist beri kode apa kayak gitu, aku pengin nanya ke Crist takut saat aku buka suara dan bicara Crist juga ikutan bicara, harus gimana dong ini" batin Ciko sambil menatap ke arah Crist yang sedang menatap Ciko dengan tatapan tajam.
Crist menatap Ciko dengan tatapan tajam sungguh kalau Ciko bukan papanya Crist pasti Crist akan mengamuk menjambak rambutnya Ciko lho koq menjambak rambut lebih tepatnya Crist akan memberikan bogeman mentah sampai Ciko babak belur karena sudah membuat Crist emosi dan marah.
__ADS_1
"Kenapa papa gue masih diam saja dari tadi sampai sekarang, papa gue sebenernya ngerti ngga sih kode yang tadi gue berikan, jangan jangan papa gue belum paham dengan kode yang gue berikan ke papa gue, gimana cara menjelaskan kode itu ke papa gue, pokoknya gue harus memaksa otaknya gue supaya mau membantu menyelesaikan masalah yang gue hadapi, gue harus menjelaskan arti kode itu ke papa gue supaya papa gue paham, gue jadi curiga kalau papa gue dari tadi diam saja ngga berbicara sepatah katapun dan satu hurufpun karena papa gue belum paham arti dari kode yang gue berikan" batin Crist dengan perasaan yang gelisah karena takut Ciko belum paham dengan kode yang di berikan.