
Arabela masih menjambak rambut Crist dan Ciko dengan kedua tangannya, sementara Ciko dan Crist kompak baru tersadar kalau mereka berdua tak mendengar suara Arabela karena mereka berdua menutup telinga mereka berdua dengan kedua tangannya.
Kini Crist dan Ciko kompak merasakan kesakitan karena di jambak oleh Arabela, sementara Arabela menerbitkan senyum tipis di wajahnya, sangat tipis sekali, sehingga hanya Arabela yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum.
Entah mengapa Arabela merasa bahagia karena dapat menjambak dua rambut sekaligus, seakan Arabela sudah bisa melakukan balas dendam kepada Crist dan Ciko, yang tak mendengar semua perkataan Arabela.
Karena Crist dan Ciko yang sangat kesakitan akibat ulah tangan Arabela, membuat Ciko dan Crist langsung mencubit dengan keras lengan Arabela, karena keadaan Arabela yang sedang lengah dan merasa bangga karena sudah berhasil membuat Ciko dan Crist kesakitan.
Sehingga Arabela tidak menyadari tangannya Ciko dan tangannya Crist mengincar lengan Arabela, bahkan memberikan cubitan ke lengan Arabela dengan cubitan yang sangat keras membuat Arabela berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya.
"Aaaaaahhhhhh" teriak Arabela karena menerima cubitan di kedua lengannya, Arabela mengeluarkan suara teriakan sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, membuat Ciko dan Crist menutup kedua telinganya karena takut kedua telinganya mereka berdua akan rusak.
Crist dan Ciko menatap tajam ke arah Arabela karena teriakan yang di keluarkan Arabela, sementara Arabela juga membalas dengan tatapan tak kalah tajam ke arah Ciko dan Crist secara bergantian.
Kini kedua tangannya Ciko dan kedua tangannya Crist masih menempel di kedua telinganya mereka berdua, sementara Arabela yang geram dan kesal, bahkan tersulut emosi membuat Arabela mengeluarkan suara lagi, lebih tepatnya bisa di bilang Arabela mengeluarkan teriakan lagi.
__ADS_1
"Kalian berdua ma" teriakan Arabela belum kelar, tapi sudah buru buru di potong oleh Crist.
Kini kedua tangannya Crist membungkam mulutnya Arabela, karena Crist takut suara teriakan Arabela akan menggangu semua orang, termasuk menggangu Crist.
Sementara Ciko menerbitkan senyuman lebar di wajahnya melihat Crist menutup mulutnya Arabela dengan kedua tangannya Crist, namun Ciko masih betah menutup kedua telinganya, sehingga Ciko tak mendengar omongan mereka berdua.
"Ssstttt Arabela kamu jangan teriak teriak takut teriakan kamu menggangu orang lain" kata Crist sambil kedua tangannya masih menutup mulutnya Arabela, sementara Arabela ingin sekali membalas perkataan Crist.
Namun apa daya Arabela, karena kini mulutnya di bungkam oleh kedua tangannya Crist, sehingga kini Arabela mendelik ke arah Crist, sebenarnya Arabela berteriak namun teriakan Arabela tidak akan keluar dengan jelas akibat ulah tangan Crist.
Cintya yang sedang berjalan ke arah ruang tamu, sambil membawa semua masakan yang di olehnya, samar samar mendengar suara teriakan Arabela tadi, namun suara teriakan itu berganti menjadi gumaman tak jelas.
Kini Cintya mempercepat langkah kakinya, kini tujuannya Cintya bukan ke ruang makan lagi, namun tujuan Cintya kini menuju ke arah kamar Crist, karena Cintya yakin suara teriakan Arabela berasal dari sekitar kamarnya Crist.
__ADS_1
Entah mengapa kini Cintya di selimuti dan di landa rasa takut serta cemas, Cintya takut Arabela di apa apakan oleh seseorang, apalagi tadi sebelum mendengar gumaman tak jelas dari Arabela, Cintya mendengar dengan jelas suara teriakan Arabela yang sangat keras dan sangat kencang.
Cintya kini memikirkan hal buruk yang terjadi ke Arabela, berupa Arabela di perkosa oleh seseorang, karena Arabela tak mau melakukan hubungan intim dengan lawan jenis, membuat sang lawan jenis memaksa bahasa gaulnya memperkosa Arabela, karena pria itu ingin memperkosa Arabela membuat Arabela berteriak sangat keras dan sangat kencang karena ketakutan, hanya itu yang ada di otaknya Cintya.
"Aku mendengar Arabela berteriak aku jadi takut terjadi hal buruk sama Arabela, suara teriakan Arabela berasal dari sekitar kamarnya Crist, lebih baik aku ke sana dulu, setelah aku cek keadaan Arabela baru aku ke ruang tamu, aku takut kalau anaknya aku Arabela itu di perkosa sama orang, soalnya Arabela tadi teriak, tapi setelah Arabela teriak Arabela malah bergumam ngga jelas seperti tersumpal sesuatu, jangan jangan Arabela tersumpal senjata pria itu, kurang ajar sekali pria itu Arabela ngga mau kenapa di paksa, tandanya ngga mau kan tadi Arabela sampai teriak teriak, tapi kenapa malah pria itu menyumpalkan senjata miliknya ke mulutnya Arabela, aku harus cepat sampai supaya bisa memergoki pria yang memperkosa anak aku" batin Cintya sambil melangkah lebar menuju ke kamarnya Crist sembari membawa nampan beserta teman temannya di tangannya.
Arabela kini sedang memutar otaknya supaya dia bisa bebas berteriak, sehingga kini Arabela memaksa otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja, sementara Crist menatap ke arah Arabela dengan tatapan mengejek, sedangkan Ciko tak melunturkan senyum lebar di wajahnya.
"Gue harus membebaskan mulutnya gue dari tangannya kak Crist, tapi gimana caranya dong, gue harus paksa otaknya gue buat cari akal, supaya mulutnya gue bisa bebas dari tangannya kak Crist, lagian kak Crist ngapaian pakai main menutup mulutnya gue, padahal gue ngga makan pete dan jengkol yang menyebabkan bau tak sedap" batin Arabela sambil melototkan kedua matanya ke arah Crist, namun otaknya Arabela sedang berpikir cara bebas dari tangannya Crist.
Crist sangat bangga terhadap otaknya, karena menemukan ide yang sangat briliant, yaitu membuat Arabela tak berteriak sama sekali, jangankan berteriak berkata saja Arabela tak bisa karena kedua tangannya Crist yang menyumpal mulutnya Arabela.
"Gue ternyata berhasil juga bikin Arabela ngga berteriak, ngga sia sia gue lakukan cara ini, otaknya gue memang top banget deh, gue punya otak yang sangat cerdas pasti karena saat pembagian otak gue dapat otak paling banyak di antara semua orang yang ada di dunia ini" batin Crist membanggakan dirinya yang berhasil membuat Arabela tak berteriak.
Ciko menatap ke arah Arabela dan Crist secara bergantian, namun kedua telinganya Ciko tak mendengar suara teriakan Arabela, Ciko berpikir kalau Arabela sudah tidak berteriak lagi.
"Aku dari tadi ngga dengar suara Arabela berteriak, apa Crist yang berhasil membuat Arabela tak berteriak, tapi tunggu dulu aku juga ngga dengar suara Crist walaupun hanya satu kata, apa jangan jangan Crist dan Arabela cuma berkomunikasi lewat batin, keterlaluan sekali Crist dan Arabela bisa berkomunikasi lewat batin kenapa ngga bilang ke aku dan ngga mengajari aku" kesal Ciko sambil menatap tajam ke arah Crist dan Arabela secara bergantian.
__ADS_1