
Ciko menatap ke arah Crist dengan tatapan nyalang sementara Crist masih mematung di tempat memikirkan bahwa Ciko belum paham dengan kode yang tadi di berikan, sungguh Crist ingin tertawa takut dosa, ingin diam juga takut mubazir kalau omongan Ciko di diamkah takut menjadi basi.
Crist menatap ke arah Ciko dengan tatapan tajam entah mengapa dirinya kesal kepada Ciko masa cuma kode anggukkan kepala saja Ciko tidak paham padahal anak kecil juga pasti paham kode anggukan kepala.
__ADS_1
"Papa jangan bego dong masa cuma anggukan kepala dong papa ngga paham dengan kode yang di berikan oleh aku, anak kecil saja pasti paham dengan kode yang aku berikan" teriak Crist yang tak bisa menahan emosi lagi sehingga Crist berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Ciko mendelik ke arah Crist.
"Crist papa ngga bego, papa malah lebih pintar dan lebih cerdas dari kamu makanya papa sudah jadi CEO dari dulu sementara kamu kan baru jadi CEO sombong banget, Crist papa yakin anak kecil juga ngga bakalan paham dengan kode yang di berikan oleh kamu, kalau anak kecil itu masih bayi soalnya bayi kan tahunya cuma menangis" teriak Ciko tak kalah keras dan tak kalah lantang dari suaranya Crist sementara Crist melototkan kedua matanya ke arah Crist.
"Papa ngga usah memuji diri sendiri karena papa itu jadi CEO karena opanya aku itu orang kaya raya dan punya banyak perusahaan, makanya opa aku langsung menurunkan perusahaan ke papa, jadi secara ngga langsung papa jadi CEO itu bukan karena papa punya otak yang pintar dan cerdas tapi karena opanya aku yang kaya raya dan kaya harta, aku malah bangga sama diri aku sendiri karena aku jadi CEO berkat usahanya aku sendiri yang membangun perusahaan miliknya aku dari nol, jadi secara ngga langsung aku lebih pintar dan lebih cerdas dari papa, semua orang juga tahu kalau bayi bisanya cuma menangis dan belum paham dengan kode yang aku berikan, maksudnya aku itu anak kecil yang di atas tiga tahun pasti sudah paham dengan kode yang di berikan oleh aku berupa anggukkan kepala" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suara toa sementara Ciko menatap Crist dengan tatapan menusuk seakan sedang menguliti seluruh tubuhnya Crist.
__ADS_1
"Papa buat apa aku bongkar aibnya papa aku di sini cuma bicara apa adanya dan bicara kenyataan, dari pada aku bongkar aib papa lebih baik aku bongkar brangkasnya papa atau aku bongkar atm papa supaya aku punya uang banyak banget, iya dong itu kan perusahaan miliknya oma dan opa kamu, terserah papa mau ngomong apa, iya papa memang orang yang pintar dan sehat malah jarang jalan jalan, iya benar juga kata papa tumben papa otaknya cerdas dan pintar, iya papa aku juga tahu kalau papa sering promosikan perusahaan miliknya aku yang baru bikin perusahaan dan tergolong baru, papa sering promosikan ke rekan bisnis papa dan kolega bisnis papa, makasih atas dukungannya, kalau papa ngga promosikan ke teman papa atau ke kolega bisnis papa pasti perusahaan miliknya kamu ngga akan menjadi sukses seperti sekarang, ih secara tiba tiba perusahaan milik aku yang aku dirikan pakai uang aku langsung melejit dan sukses dalam satu bulan di dirikan" kata Crist sambil menatap ke arah Ciko sedangkan Ciko menganggukkan kepalanya mantap.
"Crist tapi bicara kenyataan kamu sungguh menyakitkan buat papa, harusnya kamu jangan bicara fakta dan kanan bicara kenyataan di depan papa, itu sih keinginan kamu bongkar brangkasnya papa sama bongkar atm papa, heran kamu sudah jadi CEO masih saja pengin uang dari papa, iya aku tahu papa itu perusahaan miliknya oma dan opa aku, iya dong terserah papa mau ngomong apa ini mulutnya papa jadi terserah papa mau ngomong apa, buat apa jalan jalan lebih baik keliling pakai mobil lebih enak jalan jalan cuma capek doang, kamu kemana saja baru tahu kalau papa otaknya pintar dan cerdas, padahal otaknya papa sudah pintar dan cerdas dari dahulu, kirain kamu belum tahu kalau perusahaan miliknya kamu itu papa promosikan supaya cepat sukses, kamu tahu saja kalau papa sering promosikan perusahaan kamu kolega bisnis papa dan rekan bisnis papa, sama sama sudah kewajiban papa mempromosikan perusahaan miliknya kamu soalnya kamu kan anak papa, iya papa promosikan perusahaan yang kamu dirikan pakai uang kamu ke rekan bisnis papa atau kolega bisnis papa, ikut senang papa dengarnya kalau perusahaan yang kamu dirikan pakai uang kamu sendiri langsung sukses dan melejit dalam satu bulan walau baru di dirikan" cerocos Ciko panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Crist mengumbar senyum lebar di wajahnya.
"Papa aku mau ngomong penting sama papa sekarang juga" kata Crist mengubah topik pembicaraan sedangkan Ciko menaikkan satu alisnya.
__ADS_1
"Crist memangnya kamu mau bicara apa ?" tanya Ciko yang di selimuti rasa penasaran sedangkan Crist menatap ke arah Arabela sekilas lalu menatap ke arah Ciko.
"Ini tentang Arabela pah" jawab Crist singkat sementara Ciko menautkan kedua alisnya.