Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Jangan Kebanyakan Melamun Dan Bengong


__ADS_3

Crist masih dalam posisi yang sama yaitu rebahan di atas ranjang empuk miliknya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Ciko masih mematung di tempat memikirkan semua perkataan Crist tadi yang membuat Ciko heran dengan tingkah Crist



Sungguh saat ini Ciko ingin sekali memberikan bogeman mentah atau menonjok wajahnya Crist saat ini juga namun dirinya harus menelan semuanya karena tugasnya saat ini adalah mencari Cintya sang istri yang menurutnya di culik oleh orang


"Aku heran sama Crist siapa sebenarnya yang mengajari dia untuk mengancam kenapa dia jadi berani mengancam aku apa semut dan tikus yang mengajari Crist cara mengancam aku ? memangnya semut dan tikus bisa bicara ? walaupun semut dan tikus bisa bicara pasti Crist ngga akan tahu bahasa semut dan tikus aku jadi heran siapa sebenarnya yang menyebabkan Crist anaknya aku jadi hobi mengancam" batin Ciko sambil menatap ke arah depan seakan Crist persis ada di depannya


Crist menoleh ke arah pintu dirinya mengernyitkan keningnya heran karena dirinya tidak mendengar suara pintu yang di buka dengan kunci karena telinganya Crist tajam melebihi tajamnya silet membuat Crist berpikir bahwa Ciko sibuk melamun sendirian di depan pintu kamarnya Crist sehingga otak cerdasnya dan otak pintarnya Crist di ajak berpikir

__ADS_1



Setelah Crist mengajak otaknya untuk berpikir beberapa detik kemudian Crist sudah menemukan ide briliant supaya Ciko terbangun dari lamunannya dan supaya Ciko secepatnya membuyarkan lamunannya kini Crist mengumbar senyum licik di wajahnya


"Papa buruan buka pintunya atau papa ngga di izinkan masuk kamarnya aku" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat lantang sementara Ciko yang samar samar mendengar omongan Crist langsung menghempaskan lamunannya


"Papa ngga dengar aku tadi bicara apa ?" tanya Crist memastikan pendengarannya apakah dirinya salah dengar atau memang Ciko yang tadi memang bilang bahwa Ciko tidak dengar suaranya Crist


"Iya Crist papa ngga dengar kamu bicara apa makanya kalau mau bicara kamu panggil papa dulu supaya papa bisa pasang telinga terlebih dahulu supaya dapat mendengar suara kamu" tegas Ciko memberikan nasihat kepada Crist membuat Crist yang sedang rebahan di atas ranjang empuk miliknya langsung memutar bola matanya malas

__ADS_1


"Makanya papa jangan kebanyakan melamun dan bengong jadi ngga dengar kan aku bicara apa katanya mau cepat cepat mencari orang yang menculik mama tapi papa malah sibuk bengong dan melamun percuma walaupun aku panggil juga aku yakin papa ngga akan dengar suaranya aku soalnya papa sedang sibuk dan asyik melamun dan bengong sendiri" dengus kesal Crist sambil menatap nyalang ke arah depan seakan Ciko ada di depannya Crist sedangkan Ciko tersenyum masam mendengar omongan Crist


"Crist papa itu kebanyakan uang bukan kebanyakan melamun dan bengong pantas papa ngga dengar kamu bicaranya lirih banget ayo sekarang kita berdua cari orang yang menculik mama lagian papa melamun dan bengong tadi juga gara gara kamu karena kamu ngga mau langsung bukakan pintu saat papa ketuk pintu kamarnya kamu kalau kamu panggil papa dari jarak dekat pasti papa dengar suaranya kamu walaupun papa sibuk dan asyik melamun sendiri" elak Ciko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali beruntung Crist tidak menyaksikan adegan Ciko menggaruk kepalanya Ciko sendiri kalau Crist menyaksikan di jamin Crist bakalan menuduh Ciko mirip monyet atau ayahnya monyet sedangkan Crist tersenyum kecut mendengar jawaban dari Ciko


"Papa juga kebanyakan bengong dan kebanyakan melamun bukan cuma kebanyakan uang doang buktinya di depan pintu kamarnya aku tadi papa bengong dan melamun di kira aku belum tahu aku sudah berteriak sangat keras dan sangat kencang masih di tuduh aku berkata lirih kayaknya papa telinganya perlu di periksa ke bagian kepala kita berdua bakalan mencari penculik mama kalau papa sudah masuk ke dalam kamarnya aku dan aku sudah siap siap buat berangkat baru kita berdua berangkat buat cari penculik yang menculik mama kenapa papa jadi menyalahkan aku ? papa yang salah karena papa sudah aku suruh membuka pintu kamarnya aku pakai tangannya papa kenapa papa belum membuka pintu kamarnya aku jelas papa dengar suaranya aku walau papa sedang sibuk melamun dan bengong kalau jaraknya aku sama papa itu dekat papa pasti bakalan aku tendang tubuhnya papa pakai kakinya aku makanya papa sadar dari bengong dan lamunannya papa" jelas Crist dengan nada ketus sementara kedua matanya Ciko terbelalak lebar dengan mulut menganga


"Crist dari mana kamu tahu kalau di depan kamarnya kamu papa melamun dan bengong ? apa kamu pasang cctv di sekitar sini sehingga tahu kalau papa tadi melamun dan bengong pendengaran papa masih tajam ngga perlu di periksa kalau mau periksa telinga ke tempat THT bukan ke tempat kepala gimana caranya papa bisa masuk ke kamarnya kamu kalau pintu kamarnya kamu belum di buka sampai sekarang kamu siapnya kapan sekarang juga kita berdua bisa langsung berangkat soalnya kamu kan pria jadi ngga perlu pakai bedak dan ngga perlu pakai rok karena menurut papa kamu yang salah karena tidak mau membukakan pintu kamarnya kamu buat papa tadi papa sudah mau membuka kamarnya kamu tapi malah kamu mengajak mengobrol sama papa sampai sekarang gimana papa bisa membuka pintu kamarnya kamu jangan menendang papa supaya kamu ngga menjadi anak durhaka kamu jangan bongkar kayak gitu dong kan papa malu sama semut dan kecoa yang lewat" celoteh Ciko panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Crist mengeluarkan senyum licik di wajahnya


"Papa diam sekarang buruan masuk ke kamarnya aku sekarang juga atau aku ngga bakal izinkan papa masuk ke kamarnya aku papa ngga kasihan sama mama sudah ingin cepat di bebaskan dan langsung pulang lagi ke rumah" ancam Crist dengan sangat lantang dan keras mampu membuat Ciko mematung di tempat kini Ciko hanya menahan keinginan untuk tidak memukul Crist yang statusnya adalah anak kandung Crist

__ADS_1


__ADS_2