
Crist menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena berhasil menyadarkan Ciko dari lamunannya lebih tepatnya menyadarkan Ciko dari tertawa terbahak bahak.
Ciko baru tersadar sekarang bahwa tujuannya memang mencari Cintya sang istri yang menurut Ciko di culik oleh penculik bukan di culik oleh semut, kecoa, atau hewan lainnya.
"Benar kan dugaannya gue kalau gue gunakan cara berteriak di telinganya papa gue dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang pasti papa bakalan tersadar apalagi setelah gue jelaskan juga tujuan papa yang berniat mencari mama di jamin papa bakalan langsung tersadar dan ngga tertawa terbahak bahak seperti tadi buktinya sekarang papa malah bengong seperti patung oh tunggu dulu kenapa papa sekarang malah bengong seperti patung ? gimana sih papa bukannya langsung mencari mama supaya cepat ketemu malah papa bengong seperti patung gue jamin pasti papa gue sekarang sedang melamun" batin Crist sambil menatap ke arah Ciko yang sedang menatap ke arah depan dengan tatapan datar dan posisi Ciko yang masih berpose di lantai duduk santai.
"Kenapa aku baru ingat kalau aku tadi ke kamarnya Crist mau berniat meminta tolong mencarikan istri aku yang di culik oleh orang kenapa malah aku tadi sibuk tertawa terbahak bahak ini semua gara gara Arabela yang menulari aku tertawa terbahak bahak kalau Arabela ngga di sini dan ngga tertawa terbahak bahak aku jamin pasti aku juga ngga bakalan ikut ikutan tertawa terbahak bahak bahkan sampai sekarang Arabela tanpa dosa masih tertawa terbahak bahak entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya Arabela sampai Arabela ngga bisa berhenti dari tertawa terbahak bahak" batin Ciko sambil menatap ke arah Arabela yang belum menghentikan tawanya yang sangat renyah
Arabela masih asyik dan sibuk tertawa terbahak bahak karena sungguh dirinya sangat senang dan bahagia bisa membuat Ciko dan Crist kompak terjatuh tersungkur ke lantai dan mereka berdua serentak mencium wanginya lantai
''Haha haha gue masih ngga nyangka kalau gue bisa membuat papa gue dan kak Crist kompak jatuh ke lantai ternyata Tuhan mengizinkan gue buat melakukan balas dendam ke kak Crist dan papa gue, habisnya papa gue dan kak Crist nyebelin banget bikin emosi gue makanya gue balas dendam ke papa gue dan kak Crist ternyata papa gue dan kak Crist masih kompak duduk di atas lantai sampai sekarang" batin Arabela sambil melirik lewat ekor matanya ke arah Crist dan Ciko yang masih serentak duduk di atas lantai
__ADS_1
Ciko menatap ke arah Crist begitu juga Crist yang juga sedang menatap Ciko mereka berdua kini sedang tatap tatapan seperti seorang remaja yang baru merasakan jatuh cinta namun bedanya tatapan Ciko dan tatapan Crist kompak menatap ke arah lawan masing masing dengan tatapan datar bukan dengan saling melempar senyum ke satu sama lain
Setelah Crist dan Ciko serentak saling tatap menatap selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Crist dan Ciko saling tatap menatap selama beberapa puluh menit kini Ciko dan Crist kompak saling berkata dan berbicara dalam waktu secara bersamaan dari mulai jam, menit, dan detik yang sama
"Pah aku mau ngomong" ucap Crist sambil menatap ke arah Ciko sedangkan Ciko juga kini sedang menatap ke arah Crist
"Crist papa mau bicara" kata Ciko secara bersamaan dengan perkataan Crist di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama
Setelah Ciko dan Crist menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Ciko dan Crist menunggu selama beberapa puluh menit namun Ciko dan Crist kompak masih diam di tempat lebih tepatnya Crist dan Ciko serentak hanya diam belum ada yang berbicara lagi satu sama lain tiba tiba Ciko dan Crist serentak berbicara secara bersamaan di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama
__ADS_1
"Papa aku mau ngomong penting banget" ucap Crist dengan tatapan menatap ke arah Ciko sedangkan Ciko juga kini sedang menatap Crist sambil berbicara sesuatu kepada Crist dalam waktu bersamaan.
"Crist papa mau bicara sama kamu" kata Ciko sambil tatapannya mengarah kepada Crist perkataan Crist dan Ciko lagi dan lagi berbicara di waktu yang sama, jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama membuat mereka berdua kompak saling terdiam dan saling menatap satu sama lain seakan memberi isyarat satu sama lain supaya berbicara namun Crist dan Ciko isyaratnya bukan pakai mata, hidung, wajah tapi isyaratnya pakai tatapan mata doang sehingga menyebabkan mereka berdua belum paham dengan kode yang di berikan satu sama lain
Ciko dan Crist serantak saling memandang dan saling menatap satu sama lain setelah mereka berdua bungkam selama beberapa puluh menit kini Ciko dan Crist kompak berniat untuk berbicara lagi namun lagi dan lagi Ciko dan Crist serentak berbicara seperti paduan suara yang berbicaranya kompak secara bersamaan di waktu yang sama, jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama
"Papa aku ngomong sesuatu ini sangat penting" ucap Crist sambil menatap ke arah Ciko dengan tatapan serius sedangkan Ciko juga mengeluarkan suaranya di saat bersamaan dengan Crist.
"Crist papa mau bicara sama kamu" kata Ciko sambil menatap ke arah Crist dengan tatapan serius di waktu yang bersamaan dengan kata yang di ucapkan oleh Crist.
Crist dan Ciko yang sejak tadi mengucapakan perkataan yang sama seperti paduan suara membuat Ciko dan Crist kompak saling menatap satu sama lain dengan geram dan emosi terutama Ciko sehingga dengan cepat Ciko langsung berkata lagi.
"Crist kamu ngga usah mengikuti papa dong masa setiap papa ngomong kamu ikut ngomong setiap papa diam kamu juga diam" bentak Ciko sambil menatap nyalang ke Crist sementara Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya tak terima di tuduh mengikuti Ciko
__ADS_1
Ingin sekali Crist menonjok wajahnya Ciko sampai babak belur namun keinginannya Crist di telan mentah mentah mengingat Ciko adalah papanya Crist sehingga keinginannya Crist harus di telan kembali ke tenggorakan.
"Papa jangan sembarangan menuduh aku ngga mengikuti papa dari tadi malah aku heran kenapa papa malah seakan mengikuti aku melulu" bentak Crist tanpa sadar sambil kedua matanya Crist melotot ke arah Ciko sementara kedua matanya Ciko terbelalak lebar dengan mulut menganga.