
Ciko masih setia dan masih betah menatap nyalang ke arah Crist sementara Crist memutar otaknya untuk berpikir cerdas supaya kamar tempat tidurnya menjadi miliknya Crist seutuhnya lalu tiba tiba Crist menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
"Pah kalau kamar aku di tuduh kamarnya papa karena semua biaya pembuatan kamarnya aku di bayar oleh papa lebih baik aku ganti semua biaya pembuatan kamarnya aku kalau perlu aku bayar seratus kali lipat" ucap Crist setelah berpikir matang matang dirinya menawarkan tawaran yang menurut Crist sangat menggiurkan sedangkan Ciko menatap nyalang ke Ciko
__ADS_1
"Crist apa apaan sih sampai kapanpun ini kamarnya papa dan walaupun kamu bayar sepuluh ribu kali lipat dari biaya pembuatan kamar ini tetap papa ngga mau menerima dan ngga mau menyerahkan kamarnya ini ke kamu" jelas Ciko sambil mengeluarkan senyum licik sedangkan Crist membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Pah pokoknya aku bakalan bayar kamar ini supaya kamar ini hak paten aku dan aku bisa memiliki kamar aku seutuhnya ngga bisa di ganggu gugat kalau papa ngga mau menerima uang dari aku gimana kalau papa minta barang barang yang ingin papa beli dari luar negeri biar aku belikan ke luar negeri" tawar Crist melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menaik turunkan alisnya kepada Ciko sedangkan Ciko tersenyum menyeringai entah apa yang ada di otaknya
__ADS_1
"Crist papa ngga bakalan mau menerima pembayaran uang kamar ini dari kamu soalnya kamarnya ini ngga akan di jual selamanya koq kamu maksa ke papa ? kenapa kamu dulu ngga buat kamar sendiri dan ngga buat rumah sendiri pakai uang kamu supaya ngga merebut kamarnya papa kamu mau mencoba menyogok papa ? papa punya uang banyak jadi kalau papa niat membeli barang barang yang ada di luar negeri papa bisa pergi sendiri bahkan kalau perlu papa bakal ajak mama sekalian honey moon di luar negeri" tegas Ciko sambil mengawang awang seandainya dirinya dan Cintya ke luar negeri bukan untuk membeli barang barang yang di inginkan namun hanya untuk honey moon sedangkan kedua matanya Crist terbelalak lebar mendengar perkataan
"Pah kalau papa ngga mau menerima pembayaran kamar ini dari aku berarti fiks kamar ini milik aku dan secara ngga langsung papa memberikan kamar ini secara gratis buat aku sama aku juga kamarnya ngga bakal di jual jadi papa ngga perlu takut habisnya ini kamarnya papa jadi aku maksa ke papa kalau ini kamarnya semut atau kecoa pasti aku bakalan maksa semut dan kecoa papa pikun ? aku sudah buat rumah sendiri dan kamar sendiri pakai uang aku sendiri rumah itu aku gunakan buat aku tinggalin sama keluarga kecil aku kalau suatu saat aku sudah punya istri alias menikah lalu punya anak aku juga ngga merebut kamarnya papa soalnya ini kamarnya aku dari aku kecil aku ngga menyogok papa buktinya aku ngga pegang pedang atau sendok buat menyogok papa papa pamer dan sombong banget ke luar negeri sama mama pakai bilang bilang jangan macam macam lagi ke mama pah nanti kalau mama hamil lagi gimana umurnya aku sudah tua apalagi umurnya mama nanti siapa yang merawat adiknya aku kalau mama hamil lagi ?" jelas Crist panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sambil mendelik ke Ciko sementara Ciko hanya menyengir kuda mendengar omongan Crist
__ADS_1
"Crist kamar ini tetap haknya papa soalnya papa ngga menjual kamar ke siapapun termasuk ke kamu walaupun sama kamu kamarnya ngga di jual tapi kalau papa ketuk pintu terus kamu dalam kondisi tidur kamu ngga jawab omongan papa ini kamarnya papa lagian papa yakin semut dan kecoa ngga bakalan punya kamar sendiri papa ngga pikun papa ingatannya tajam setajam silet iya papa baru ingat kamu sudah punya rumah sendiri buat persediaan kamu kalau sudah menikah dan punya anak padahal papa sama mama ngga keberatan kalau kamu setelah menikah tetap tinggal di rumah ini kamu merebut kamarnya papa kalau kamu tetap meminta kamar ini buat kamu padahal biaya semua itu papa yang membiayai pembuatan kamar ini maksudnya bukan menyogok pakai pedang atau sendok tapi kamu menyogok papa dengan barang barang mewah dan bakal berani bayar kamar ini seratus kali lipat dari harga pembuatan kamar ini kalau ada barang atau sesuatu yang bisa di sombongkan dan pamerkan akan papa sombongkan dan pamerkan ke orang kalau papa mau macam macam sama mama juga ngga masalah kan papa sama mama sudah menikah bilang saja kamu iri karena kamu belum menikah kalau mama hamil lagi papa bakal terima kehamilan mama kamu papa tahu umurnya kamu sudah tua yang merawat adiknya kamu kalau mama hamil lagi tinggal suruh babby sitter gampang kan" cerocos Ciko tanpa dosa sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan Crist menatap Ciko dengan tatapan nyalang
"Kalau kamarnya ini tetap haknya papa aku bakal bilang ke mama kalau kamarnya aku di rampas oleh papa di jamin mama bakalan marah sama papa bukan hanya itu pasti mama juga bakalan ngga beri jatah ke papa kalau aku tidur pasti ngga jawab omongan papa kayaknya ngga cuma aku doang yang ngga jawab omongan papa kalau sedang tidur tapi semua orang juga bakalan ngga jawab omongan papa kalau lagi tidur jangan menghina ke semut dan kecoa pah soalnya semut dan kecoa juga punya kamar buktinya kadang aku lihat semut dan kecoa ada di kamar pasti itu kamarnya semut dan kecoa kalau ingatan papa setajam silet kenapa papa lupa kalau aku sudah punya rumah sendiri apa karena papa ingatannya setajam silet doang yang bentuknya kecil kalau ingatannya papa setajam cangkul pasti papa ngga pikun dan ngga pelupa soalnya aku mau mandiri pah makanya aku buat rumah buat aku tempati rumahnya setelah aku menikah walaupun mama sama papa ngga keberatan aku tinggal di rumah ini setelah menikah aku tetap pengin selalu mesra mesraan sama istri aku supaya ngga di intip sama mama dan sama papa kenyataannya aku ngga merebut kamarnya papa dari papa karena aku sudah tawarkan ke papa bakalan beri uang seratus kali lipat dari harga pembuatan kamar papa ngga mau terus aku tawarkan barang barang yang papa inginkan dari luar negeri papa juga ngga mau terserah papa mau mengatakan itu menyogok atau menyuap yang penting kamar ini miliknya aku dasar papa tukang pamer dan tukang sombong walaupun aku belum menikah aku ngga iri sama papa dan mama soalnya aku yakin suatu saat nanti aku juga bakalan menikah umurnya papa sudah tua kenapa papa terima kehamilan mama ? dasar bilang saja papa pengin dapat jatah dari mama setiap hari makanya rela mama hamil lagi walau aku sudah tua umurnya" ketus Crist sambil tersenyum masam sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar ancaman Crist
__ADS_1