Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Orang Gendut Pasti Lelet Jalannya


__ADS_3

Arabela menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, dirinya tak bisa menyembunyikan senyuman lebar itu, gara gara perkataan sang papa dan kakaknya yaitu Ciko dan Crist yang kompak mengaku kalau Ciko adalah pria tertampan dan terganteng di rumahnya.



Kini Crist menatap ke arah Arabela dengan kepala yang di selimuti dan di hinggapi rasa penasaran, sementara Ciko juga melakukan hal yang sama yaitu menatap ke arah Arabela dengan kepala yang sama seperti Crist, yaitu kepala Ciko di selimuti dan di hinggapi rasa penasaran dan kepo juga.


"Arabela kamu memangnya jatuh cinta ke siapa ? apa aku mengenal pria itu ? dan apa pria itu juga cinta ke kamu ? kalau pria itu tidak cinta ke kamu nanti aku bantu supaya pria itu jatuh cinta ke kamu, dan tergila gila sama kamu" ucap Crist sambil menatap ke arah Arabela dengan tatapan serius, sementara Ciko mengulum senyum tipis.


Dalam hatinya Ciko walaupun kadang Arabela dan Crist bertengkar, namun Crist tetap menyayangi Arabela, bahkan akan membantu Arabela supaya pria yang di cintai Arabela mencintai Arabela dan tergila gila ke Arabela.

__ADS_1


Sedangkan Arabela kini menatap nyalang ke arah Crist, sungguh Arabela kesal dengan tawaran yang di keluarkan Crist, Arabela mengira kalau Crist hanya berniat mengejek dan menghina Arabela doang.



Dalam hati Arabela berpikir bahwa tanpa bantuan Crist, pasti Arabela bisa mendapatkan pria yang di cintainya, lebih tepatnya Arabela bisa membuat pria yang di cintainya klepek klepek seperti ayam yang di sembelih, bahasa gaul dan simpel itu Arabela bisa menaklukkan pria yang di cintainya tanpa bantuan Crist.


"Aku ngga membutuhkan bantuan kak Crist, karena aku yakin pria yang aku cintai juga akan mencintai aku tanpa bantuan kakak, jadi kakak ngga usah menawarkan diri akan membantu aku supaya pria yang aku cintai mencintai aku dan tergila gila ke aku, karena tanpa bantuan kakak juga aku yakin pria yang aku cintai akan jatuh cinta ke aku dan akan tergila gila sama aku" jelas Arabela dengan nada ketus sambil mendelik ke Crist, sementara Crist menatap ke arah Arabela dengan tatapan mengejek, sedangkan Ciko menatap ke arah Arabela dan Crist secara bergantian.


Sungguh Crist tak ada niat untuk menghina dan mengejek Arabela, walaupun dalam hatinya Crist terbesit rasa takut kalau pria yang di cintai Arabela tidak mencintai Arabela, gara gara melihat kelakuan kekanak kanakan Arabela dan sikap manja Arabela, tapi apakah itu di namakan menghina dan mengejek.

__ADS_1


"Arabela memang siapa pria yang kamu cintai ? aku penasaran dengan pria yang kamu cintai, kamu jangan sombong Arabela, aku malah ngga yakin pria yang kamu cintai akan mencintai kamu kalau melihat tingkah kamu yang kekanak kanakan dan manja, makanya aku menawarkan diri untuk membantu kamu supaya kamu mendapatkan pria yang kamu cintai, tapi aku ngga maksa sama sekali, kalau kamu ngga mau ngga masalah aku cuma mau lihat hasilnya tanpa bantuan aku apakah pria yang kamu cintai akan cinta ke kamu dan tergila gila ke kamu" ledek Crist lalu mengeluarkan tawa renyahnya, sementara Ciko memijat pelipisnya sendiri, sedangkan Arabela melototkan kedua matanya ke arah Crist yang Arabela pikir telah menghinanya.


"Intinya pria yang aku cintai lebih tampan dan lebih ganteng dari kak Crist, aku sama sekali ngga sombong, aku sangat percaya dan sangat yakin kalau pria yang aku cintai bakalan cinta ke aku dengan sikap dan sifat aku yang kayak gini, kak Crist jangan fitnah aku pakai bilang aku kekanak kanakan dan manja, tanpa bantuan kakak juga aku bisa mendapatkan pria yang aku cintai, jadi kakak ngga usah ikut campur urusan aku, hasilnya bakal berhasil yaitu pria yang aku cintai akan jatuh cinta dan tergila gila ke aku walaupun tanpa bantuan kak Crist" teriak Arabela sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, karena begitu emosi membuat Arabela secara refleks mengeluarkan suara teriakan seperti itu.


Ciko dan Crist kompak mendadak langsung terlonjak kaget bahkan bergeser dari tempat mereka berdua berdiri, lalu Ciko dan Crist serentak mengeluarkan jurus kagetnya yaitu menutup kedua telinganya mereka dengan kedua tangannya mereka berdua.


"Arabela kamu ngga usah fitnah di dunia ini pria yang paling ganteng dan tampan itu aku, bukan pria yang kamu cintai, aku yakin kalau pria yang kamu cintai itu jelek gara gara kalah tampan dan kalah ganteng dari aku, justru aku yang ngga percaya dan ngga yakin kalau pria yang kamu cintai bakal mencintai kamu Arabela dengan segala tingkah dan polah kamu, aku ngga fitnah kenyataannya memang kamu itu kekanak kanakan dan manja, apa perlu aku tanyakan kepada orang dugem kalau dia mengangguk berarti kamu memang kekanak kanakan dan manja, oke aku ikut senang kalau tanpa bantuan aku kamu tetap mendapatkan pria yang kamu cintai, artinya aku ngga perlu repot repot buat bantu kamu" jelas Crist dengan nada ketus sambil kedua tangannya masih menutup kedua telinganya, sementara Arabela melototkan kedua matanya ke arah Crist, sedangkan Ciko mendelik ke arah Arabela yang membuat jantung dia dag dig dug der gara gara teriakan Arabela.


"Kak Crist ngga usah kepedean soalnya menurut aku pria paling tampan dan paling ganteng di dunia ini cuma calon suami aku, menurut aku kak Crist juga tidak tampan dan tidak ganteng sama sekali, sembarangan banget kalau ngomong pria yang aku cintai itu tampan dan ganteng ngga jelek, aku ngga suka sama pria jelek apalagi gendut, kalau orang gendut pasti lelet jalannya melebihi jalannya kura kura, lebih baik kita berdua buktikan saja kalau aku bisa menaklukkan pria yang aku cintai dan bikin pria itu jatuh cinta ke aku walau dengan tingkah polah aku, asal kakak tahu kalau aku sebenarnya ngga kekanak kanakan dan manja kenapa di jelekkan aku jadi orang yang kekanak kanakan dan manja, kalau nanya ke orang yang dugem pasti orang itu menganggukkan kepala karena asyik dengan musik yang di dengar, nah gitu dong harusnya kak Crist sebagai kakak selalu mendorong dan selalu support aku apapun yang aku lakukan" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang, namun Ciko dan Crist kompak tak mendengar suara teriakan Arabela.

__ADS_1


Bukan karena suara Arabela yang lirih, namun karena Ciko dan Crist serentak masih menutup kedua telinganya mereka berdua dengan kedua tangannya.


__ADS_2