Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Lauk Pauk Tidak Selamat


__ADS_3

Cintya menatap tajam ke arah Arabela karena mengira Arabela memiliki perasaan aneh kepada Ciko sang suami, lebih tepatnya Cintya mengira kalau Arabela jatuh cinta ke Ciko yang berstatus suami Cintya, sekaligus menyandang gelar sebagai ayah dari Arabela.



Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sungguh Arabela kesal, emosi, bingung, syok campur aduk jadi satu seperti adonan kue, bisa bisanya Cintya menuduh kalau Arabela memiliki perasaan aneh lebih tepatnya, Cintya menuduh Arabela cinta dengan Ciko.



Cintya masih setia menatap tajam ke arah Arabela, sedangkan Arabela ikutan membalas tatapan Cintya dengan tatapan tak kalah tajam, sungguh Arabela tidak mencintai Ciko sang papa.


"Asal mama tahu aku ngga cinta sama papa, karena aku jatuh cinta sama pria yang lebih tampan dan lebih ganteng dari papa" teriak Arabela dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Cintya mengerutkan keningnya heran lalu berkata.


"Arabela mama yakin kamu mencintai papa kamu, bukankah kamu tadi bilang sendiri kamu punya perasaan aneh ke papa" ketus Cintya sambil melototkan kedua matanya ke arah Arabela, sedangkan Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.

__ADS_1


Sungguh Arabela tak habis pikir, kenapa malah Cintya menuduh kalau Arabela mencintai Ciko sang papa, padahal yang ada di hati Arabela itu Daniel yang merupakan sahabat Crist sang kakak, kenapa malah mamanya menuduh Arabela seperti itu.


"Mama jangan sembarangan menuduh aku ngga mencintai papa aku, maksudnya aku bukan perasaan aneh tentang cinta, tapi aku mempunyai perasaan aneh ternyata tadi papa aku yang menyuruh mengambilkan minuman buat papa, bukan hanya itu papa juga bilang kalau mama di culik oleh penculik" ketus Arabela sambil menatap ke arah Cintya, sedangkan kedua matanya Cintya terbelalak lebar dengan mulut terbuka.


Sungguh Cintya tak habis pikir kalau sang suami yaitu Ciko menuduh Cintya kalau Cintya di culik oleh penculik, ingin sekali Cintya menjambak rambut Ciko namun Cintya tak akan mampu melakukannya, bukan karena tidak mampu tapi Cintya harus mencontohkan kepada anak anaknya tentang kehidupan rumah tangga yang sehat.



"Arabela kamu serius kan ngga mencintai papa kamu sendiri ? ngapain papa menyuruh kamu mengambilkan minuman buat papa kamu dia bisa ambil sendiri di dapur, sembarangan banget papa kamu pakai bilang mama di culik, lebih baik kamu bantu mama buat membawa semua lauk pauk ke meja makan, biar mama yang akan beri peringatan ke papa kamu" jelas Cintya sembari memberi perintah kepada Arabela, sedangkan Arabela nampak berpikir sejenak, namun sedetik kemudian ide briliant muncul di kepalanya dan di otaknya lalu Arabela berkata.


"Mama aku beneran ngga mencintai papa kamu sendiri, lagian aku juga sudah punya gebetan sendiri yang lebih tampan dan lebih ganteng dari papa, katanya dia haus makanya nyuruh aku buat mengambilkan minuman buat papa, dan papa bilang juga kalau papa sama ka Crist akan mencari mama dan penculik yang menculik mama, jadi mama ngga di culik ? maaf mama aku ngga bisa bantuin mama membawa lauk pauk ke meja makan, karena aku sudah di suruh papa buat membawa minuman, jadi lebih baik mama yang bawa lauk pauk sendiri ke meja makan" jelas Arabela dengan panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api, tanpa menunggu jawaban dari Cintya kini Arabela langsung berlari dari hadapan Cintya, Arabela berlari dengan sangat kencang.


Cintya yang melihat dengan mata rambutnya sendiri, maksudnya Cintya yang melihat aksi Arabela dengan mata kepalanya sendiri sangat kesal dengan tingkah Arabela yang langsung melesat lari terbirit birit dari hadapannya.

__ADS_1


Padahal tadi Cintya menyuruh Arabela membawa lauk pauk ke meja makan, supaya Cintya langsung bisa mencari sang suami yaitu Ciko tanpa membawa apa apa di tangannya, namun Arabela malah banyak alasan dan tak mau membawa lauk pauk ke meja makan.


Arabela berlari sekencang kencangnya sambil membawa botol minuman yang ada di tangannya, Arabela bahkan menambah porsi larinya supaya bisa cepat sampai ke tujuan, tujuannya sekarang adalah ke tempat dimana tadi Ciko menyuruh Arabela mengambilkan minuman buat Ciko.


"Lebih baik gue menambah larinya gue, supaya gue bisa cepat sampai ke tempat tujuan, ngapain juga mama gue menyuruh gue membawa lauk pauk ke meja makan, memangnya mama gue ngga takut kalau seandainya lauk pauk itu tidak selamat, bukan karena lauk pauk itu kecelakaan menyebabkan lauk pauk meninggal dunia, tapi takutnya saat aku membawa lauk pauk ke meja makan, aku tergoda dan ngga tahan sama lauk pauk yang aku bawa, sehingga menyebabkan lauk pauk itu aku makan dengan lahap sampai habis, otomatis saat sampai di meja makan lauk pauk tidak selamat dan sudah habis aku makan" batin Arabela sambil tetap berlari menuju ke tempat Ciko berada.


Cintya kini melangkah menuju meja dapur yang sudah tersedia banyak lauk pauk tertata rapi, Cintya berjalan dengan langkah tergesa gesa, karena Cintya ingin mencari sang suami, bukan karena Cintya merindukan sang suami tapi Cintya ingin memberi pelajaran kepada sang suami.


"Aku harus secepatnya membawa lauk pauk ke meja makan, supaya aku bisa secepatnya mencari keberadaan suami aku, keterlaluan sekali suami aku menuduh aku di culik, harusnya sebelum menuduh suami aku itu mencari aku bukan malah diam saja tanpa mencari aku, cuma bilang aku di culik oleh penculik, lebih baik aku beri pelajaran ke suami aku, tapi kira kira pelajaran apa yang pas buat suami aku, apa pelajaran matematika, bahasa indonesia, koq malah jadi pelajaran sekolah, maksudnya aku pelajaran buat bikin suami aku tidak menuduh aku di culik, lebih baik aku pikirkan sambil membawa lauk pauk saja, atau setelah aku makan supaya aku jadi semangat habis makan" batin Cintya sambil tetap melangkahkan kedua kakinya menuju ke meja makan.


Cintya yang telah melangkah selama beberapa menit kini telah sampai di depan meja dapur, tanpa menunggu terlalu lama Cintya langsung meletakkan semua lauk pauk ke nampan satu persatu, setelah semua lauk pauk tertata rapi di nampan membuat Cintya menerbitkan senyum lebar di wajahnya.


Cintya tanpa komando langsung membawa nampan yang berisi lauk pauk dengan kedua tangannya, lalu Cintya berjalan ke arah ruang makan sambil membawa nampan di tangannya, Cintya tak bosan bosannya dan tak henti hentinya mengeluarkan senyum lebar yang terpancar di wajahnya yang cantik.

__ADS_1


__ADS_2