Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Ngga Mendengar Suara Teriakan Arabela


__ADS_3

Ciko dan Crist kompak masih bertahan menutup kedua telinganya mereka berdua dengan kedua tangannya, sungguh Ciko dan Crist kesal dan tersulut emosi kalau Arabela sampai teriak seperti itu, karena gendang telinga Ciko dan gendang telinga Crist hampir rusak gara gara suara teriakan Arabela.



Arabela menatap nyalang ke arah Crist dan Ciko secara bergantian, Arabela juga tak kalah kesal dan tak kalah tersulut emosi dengan kelakuan Crist dan Ciko yang tidak menjawab omongan Arabela, kini kepalanya Arabela mengeluarkan tanduk yang sangat panjang seakan akan hendak menerkam ke Crist dan Ciko.



Sungguh Arabela tak menyangka teriakan dirinya yang merdu, sama sekali tidak di dengar oleh Ciko dan Crist, karena geram dan tersulut emosi membuat Arabela mengeluarkan teriakan lagi dengan tak kalah kencang dan tak kalah keras dari yang tadi.


"Kak Crist, papa kalian berdua jangan sok ngga dengar teriakannya aku dong, aku tahu kalian berdua sebenarnya dengar teriakan aku yang sangat merdu ini" teriak Arabela dengan suara yang lebih keras dan lebih kencang dari sebelumnya, sementara Ciko dan Crist kompak masih tak mendengar suara teriakan Arabela.


Mungkin karena Ciko dan Crist serentak menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya mereka berdua, sehingga mereka tak mendengar suara teriakan Arabela yang hampir merusak gendang telinga orang yang mendengarnya.


"Tumben Arabela diam diam bae, biasanya Arabela teriak teriak sampai semut jantungan, bahkan semut sampai jatuh dari atas kursi atau meja gara gara penyakit jantungan semut kambuh" batin Crist sambil masih fokus menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


Sama halnya dengan apa yang di pikirkan Crist karena Ciko juga merasa Arabela diam, dan tak mengeluarkan suara teriakan lagi, membuat Ciko bergumam dalam hati.


"Aku heran sama Arabela tumben dia ngga teriak lagi, padahal sebelum aku menutup telinganya aku, Arabela berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, tapi kenapa setelah aku menutup telinganya aku tiba tiba aku ngga mendengar suara teriakan Arabela" kata Ciko dalam hatinya.


Arabela yang masih tak mendengar suara jawaban dari Ciko dan Crist, padahal Arabela sudah menunggu selama beberapa menit, namun tidak ada jawaban yang terlontar dari mulutnya Ciko dan Crist, hal itu membuat Arabela semakin geram dan tersulut emosi.

__ADS_1



Arabela menatap nyalang ke arah Ciko dan Crist secara bergantian, ingin sekali Arabela berteriak lagi, namun Arabela takut teriakannya tak akan di dengar oleh Ciko dan Crist, itu akan membuat energi Arabela terbuang sia sia.



Sehingga yang di lakukan Arabela kini hanya berpikir supaya Ciko dan Crist mendengar teriakannya, dalam hatinya Arabela kini telah menjalar rasa curiga yang muncul dari dalam hatinya, rasa curiga Arabela yaitu mengira kalau Ciko dan Crist mendadak terkena serangan penyakit budeg dan tuli, makanya mereka berdua tak mendengar suara teriakannya Arabela.


"Gue heran sama kak Crist dan papa gue, kenapa setiap gue teriak dengan suara sangat keras dan sangat kencang, tetap saja papa gue dan kak Crist tak mendengar suara teriakan gue, membuat gue menyimpulkan dan menduga kalau papa gue dan kak Crist itu terkena penyakit yang berbahaya yaitu penyakit tuli dan budeg, walau kelihatannya sepele tapi penyakit budeg dan tuli juga merupakan penyakit berbahaya, karena kalau terkena penyakit tuli dan budeg tak mendengar semua perkataan dan omongan orang lain" batin Arabela sambil memutar otaknya untuk berpikir keras, sungguh Arabela ingin keluar dari masalah ini.


Setelah Arabela berpikir selama beberapa menit kini dia telah menemukan cara supaya Crist dan Ciko mendengar omongan Arabela, sehingga membuat senyum lebar Arabela mengembang di wajahnya.




Setelah beberapa menit melangkah kini Arabela telah berada di depan Crist dan Ciko, lalu Arabela mulai menjalankan aksinya yaitu menjambak rambutnya Ciko dan Crist secara bersamaan dengan kedua tangannya.



Tangan Arabela yang kanan Arabela gunakan untuk menjambak rambutnya Ciko, sementara tangan Arabela yang kiri di gunakan Arabela untuk menjambak rambutnya Crist, sehingga membuat Crist dan Ciko yang kompak sedang fokus menutup telinga mereka berdua dengan kedua tangannya mereka berdua secara refleks berteriak gara gara ulah Arabela.

__ADS_1


"Aaaaaahhhhhh" teriak Ciko dan Crist serentak karena kesakitan akibat jambakan yang di berikan Arabela kepada rambut kedua orang tersebut.


Arabela semakin menambah senyum lebar di wajahnya, dirinya merasa bahagia karena bisa membuat Ciko dan Crist berteriak seperti itu.


"Arabela ngapain kamu jambak rambut papa, buruan lepaskan jambakan kamu" teriak Ciko sambil melototkan kedua matanya ke arah Arabela, sementara Arabela masih belum menuruti perkataan Ciko.


Karena tangannya Arabela masih betah di rambut Ciko dan Crist, membuat Ciko dan Crist kompak merasa sakit hati, bukan sakit hati maksudnya Ciko dan Crist merasakan sakit di rambut mereka berdua.


"Aku ngga mau melepaskan rambut papa, soalnya aku yakin kalau rambut papa aku lepaskan, pasti papa ngga akan mendengar omongan aku" jelas Arabela dengan tegas, membuat kedua matanya Ciko dan Crist serentak terbelalak lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Ciko dan Crist heran kenapa Arabela menjambak rambut mereka berdua, dan yang membuat Ciko dan Crist bingung plus heran adalah kalau Arabela melepaskan jambakan rambutnya dari Ciko dan Crist akan membuat Ciko tak mendengar omongan Arabela.



Crist tersenyum kecut sambil menahan rasa sakit yang di derita di rambutnya, lalu Crist menatap ke arah Arabela dan berkata.


"Arabela mending kamu lepaskan rambut aku, kalau kamu ingin papa mendengar suara kamu, harusnya kamu lakukan jambakan itu hanya buat papa saja, jangan bawa bawa aku dong buat ikutan di jambak rambutnya, nanti kalau rambut aku pada rontok gimana akibat ulah kamu" celoteh Crist dengan nada ketus dan tatapan nyalang ke arah Arabela, sementara Arabela tersenyum masam mendengar ocehan Crist, sedangkan Ciko langsung menjewer telinganya Crist.


Lengkap sudah yang di rasakan oleh Crist, akibat pepatah sudah jatuh ketiban sepeda, maksudnya sudah jatuh ketiban tangga, Crist sudah mendapatkan jambakan di rambutnya dari Arabela, malah Ciko juga menjewer telinga Crist.


Crist melepaskan tangan Ciko yang sedang menjewer telinga Crist, namun tetap saja Crist tak bisa melepaskan jeweran yang di berikan oleh Ciko.

__ADS_1


"Aku tetap ngga akan mau melepaskan rambut papa dan rambut kak Crist, aku ingin jambak rambut kak Crist supaya kakak juga mendengar suara aku, soalnya aku tadi bicara panjang kali lebar kali luas, tapi papa sama kak Crist ngga dengar suara aku yang merdu" ketus Arabela menatap ke arah Crist dan Ciko secara bergantian, sementara Ciko dan Crist kompak membulatkan kedua matanya.


__ADS_2