
Ciko masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak sedangkan Arabela juga ketularan ikutan tertawa terbahak bahak malah Arabela yang menulari virus tertawa terbahak bahak sehingga Ciko sampai sekarang masih tertawa terbahak bahak sedangkan Crist memegang wajahnya dengan kedua tangannya frustrasi dengan kejadian ini.
Crist memerintah otaknya untuk mencari akal supaya Ciko menghentikan tawa yang sejak tadi meledak tanpa bisa di kendalikan sekarang Crist masih dalam posisi duduk berhadap hadapan dengan Ciko yang masih tertawa terbahak bahak sedangkan Arabela dengan posisi berdiri masih sibuk mengeluarkan tawa renyahnya.
"Kenapa papa gue jadi tertular ikutan tertawa terbahak bahak kayak Arabela heran gue papa gue bukannya memikirkan cara menyadarkan Arabela malah papa gue ikutan tertawa terbahak bahak mengikuti jejak Arabela, gue harus gimana dong supaya papa gue tersadar dari lamunannya kalau papa gue ketawa terus kayak begini kayak nyari mama gue yang di culik apa gue cari mama sendirian tanpa papa biarkan saja papa meneruskan tawa terbahak bahaknya, tapi kalau penculik yang menculik mama gue ada lebih dari sepuluh gimana dong ? masa gue harus menghadapi mereka sendirian berarti jalan satu satunya gue harus menyadarkan papa gue supaya gue sama papa gue bisa secepatnya mencari mama gue" batin Crist sambil tersenyum masam melirik ke arah Ciko yang masih sibuk tertawa terbahak bahak di depannya.
Arabela masih asyik dan sibuk tertawa terbahak bahak tanpa berniat menghentikan tawanya karena Arabela sangat bangga terhadap diri sendiri karena bisa menyebabkan Crist dan Ciko tersungkur ke lantai dan merasakan wanginya lantai.
"Haha haha gue ngga nyangka ternyata gue hebat juga bisa menyebabkan papa gue dan kakak gue jatuh tersungkur ke lantai dan mencium wanginya lantai cuma gara gara tangan ajaib yang gue miliki gue masih belum bisa menghentikan tawanya gue cuma gara gara tangannya gue doang papa gue dan kak Crist merasakan sakit akibat jatuh ke lantai" batin Arabela masih dengan tawa yang menggema di ruangan tersebut.
Ciko belum bisa menghentikan tawanya karena memikirkan ide yang di keluarkan oleh otaknya dan kepalanya supaya Arabela berhenti tertawa terbahak bahak entah apa yang akan di lakukan oleh Ciko hanya Ciko yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu isi pikiran dan isi otaknya Ciko.
__ADS_1
"Haha haha aku yakin dengan cara yang di keluarkan oleh kepalanya aku dan otaknya aku pasti Arabela akan menghentikan tawanya secara mendadak di jamin cara aku berhasil buat membungkam mulutnya Arabela dasar Arabela ngga tahu malu dia kan anaknya aku kenapa tangannya dia berani beraninya mendorong tubuhnya aku sampai aku tersungkur ke lantai dan aku merasakan mencium lantai beruntung pakaian aku ngga kotor soalnya lantainya bersih banget dan licin banget bahkan kalau ada semut dan kecoa yang lewat lantai juga pasti semut dan kecoa akan terpeleset saking licinnya lantai" batin Ciko sambil masih mengeluarkan tawa terbahak bahak dari bibirnya.
Setelah Crist menunggu beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Crist menunggu selama beberapa puluh menit namun walaupun Crist telah memaksa otaknya supaya berpikir bagaimana cara menghentikan tawanya Ciko namun otaknya Crist tidak bisa di ajak kerjasama.
Crist sampai sekarang belum menemukan cara supaya Ciko tidak tertawa terbahak bahak lagi dan mulai konsen dengan niat awalnya yaitu mencari Cintya sang istri Ciko, yang katanya Ciko di culik oleh penculik.
Crist sudah berpikir bahwa kali ini dirinya harus melakukan aksinya sekarang juga, kini Crist yang masih dalam posisi duduk langsung beringsut berdiri lalu Crist berjalan ke arah Ciko setelah Crist berjalan dan sudah duduk di sebelah Ciko kini Crist langsung menjalankan aksinya dan rencana yang terselubung.
Crist menatap ke arah Ciko yang sedang tertawa terbahak bahak lalu dengan gerakan cepat Crist berteriak dengan sangat kencang dan sangat keras di telinganya Ciko membuat Ciko yang sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak langsung menghentikan tawanya yang terbahak bahak lalu tangannya Ciko yang sudah bersiap melayangkan bogeman mentah kepada Crist langsung melototkan kedua matanya ke arah Ciko.
__ADS_1
"Papa jangan tertawa terbahak bahak karena harusnya kita berdua mencari mama yang katanya papa sedang di culik" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat kencang sehingga membuat Ciko terlonjak kaget bahkan hampir saja Ciko menggeluarkan jurus kagetnya berupa tonjolkan kepada wajahnya Crist namun Crist mampu menghentikan niat dari Ciko karena dengan cepat Crist menjauhkan tubuhnya dari Ciko.
Ciko menatap nyalang ke arah Crist karena telah mengganggu Ciko melamun sementara Crist tertawa kecil melihat aksi yang di keluarkan oleh Ciko.
"Crist kamu apa apaan sih mengagetkan Paola saja ngga usah berteriak teriak di telinganya papa karena papa ngga budeg dan ngga tuli" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi suaranya toa sedangkan Crist yang sedang sibuk tertawa terbahak bahak langsung menghentikan tawanya dalam sekejap lalu Crist melototkan kedua matanya ke arah Ciko.
Sungguh Crist tidak menyangka bahwa Ciko melupakan bahwa sekarang saat ini juga waktunya Ciko mencari Cintya sang istrinya Ciko malah kenapa Ciko tidak ingat dan malah sibuk tertawa terbahak bahak
"Aku tahu papa ngga budeg dan ngga tuli tapi papa pikun karena" perkataan Crist belum selesai sudah di potong oleh Ciko
"Crist jangan sembarangan ngomong kamu papa ngga pikun buktinya papa ingat bahwa kamu anaknya papa" teriak Ciko dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang sedangkan Crist tersenyum menyeringai sementara Arabela masih tak mampu menghentikan tawanya yang sejak tadi keluar dari bibirnya
"Pah aku ngga sembarangan ngomong kenyataannya papa pikun karena papa sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak sementara mama entah di bawa kemana oleh penculik papa mengajak aku katanya papa mau mengajak aku buat mencuri penculik mama malah papa tertawa terbahak bahak" jelas Crist sambil tersenyum licik sedangkan Ciko membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Arabela tak henti hentinya mengeluarkan tawanya
__ADS_1