Suami Aku Kaya Harta

Suami Aku Kaya Harta
Bisa Pose Di Atas Lantai


__ADS_3

Crist dan Ciko kompak mengalami drama seperti paduan suara yang bersuara dengan bersama sama di jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama intinya mereka kompak seperti air dan minyak memang air dan minyak bisa kompak seperti paduan suara ? air dan minyak walaupun di satukan juga akan tetap memisah lebih tepatnya Ciko dan Crist serentak seperti saudara kembar yang kemana mana bersama terus



Crist dan Ciko kini kompak saling menatap satu sama lain dengan di hinggapi rasa adu jotos kira kira menang yang mana antara mereka berdua kini Ciko dan Crist serentak saling menatap nyalang satu sama lain bahkan kepala Ciko dan Crist juga mengeluarkan tanduk supaya tidak ada yang berani dan tidak ada yang bisa memisahkan Crist dan Ciko lho koq malah jadi menyanyikan judul lagu dulu ini lagi bahas tatapan Crist dan tatapan Ciko yang sama sama tajam menatap ke satu sama lain.


"Papa ngga usah ngikutin kata kata aku" teriak Crist dengan sangat keras dan sangat lantang sambil menatap tajam ke arah Ciko sedangkan Ciko juga membalas tatapan dari Crist dengan tatapan sangat menusuk dan tahapan tak kalah tajam ke arah Crist


"Crist siapa yang ngikutin kata kata kamu" teriak Ciko dengan sangat keras dan sangat keras melebihi kerasnya dan kencangnya suara Crist tadi dan kedua matanya Ciko juga menatap nyalang ke arah Crist tapi Crist juga tak mau kalah dengan Ciko karena Crist membalas tatapan nyalang Ciko dengan cara melototkan kedua matanya ke arah Ciko.


Arabela malah masih sibuk tertawa terbahak bahak karena dirinya merasa sangat hebat menjadi orang yang bisa menyebabkan kedua orang langsung terdampar ke lantai, Arabela sangat bahagia dan tak bisa melukiskan kebahagiaan yang Arabela rasakan

__ADS_1



Arabela sangat bahagia dan sangat senang karena Arabela berhasil menjatuhkan badannya Crist dan Ciko dengan kekuatan tangannya yang menurut Arabela ajaib karena sanggup membuat Crist dan Ciko jatuh tersungkur ke lantai dan merasakan wanginya lantai.


"Haha haha gue senang banget tanpa gue sadari gue memang pintar dan cerdas bukan cuma otaknya gue yang pintar dan cerdas tapi tangannya gue juga ajaib karena bisa membuat papa gue dan kak Crist jatuh tersungkur ke lantai dan membuat papa gue dan kak Crist merasakan wanginya lantai apalagi papa gue dan kak Crist bisa pose di atas lantai dengan berbagai macam gaya" batin Arabela sambil masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak


Crist dan Ciko kompak saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam namun konsentrasi dari Crist dan Ciko yang saling meneaap dengan tatapan tajam terganggu saat mendengar suara Arabela yang tertawa terbahak bahak di telinganya Crist dan Ciko.



"Gue heran sama Arabela apa yang membuat Arabela tertawa terbahak bahak kayak gitu, apa jangan jangan Arabela sampai sekarang masih tertawa terbahak bahak ngga berhenti di terminal atau rumah makan koq malah jadi bahas berhenti di terminal atau warung makan kayak bus ini lagi bahas tawanya Arabela yang ngga berhenti henti lho dari tadi bukan sedang bahas bus" batin Crist sambil menatap ke arah Arabela yang masih mengeluarkan tawanya sangat lebar bahkan kalau ada gajah lewat juga gajah bisa masuk ke mulutnya Arabela saking lebarnya mulut Arabela yang sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak

__ADS_1


Ciko menatap ke arah Arabela dengan tatapan tajam sungguh Ciko heran dengan Arabela yang sejak tadi belum memberhentikan tawanya dalam hatinya Ciko hanya berharap Arabela tertawa terbahak bahak seperti itu bukan karena kerasukan jin atau setan manapun soalnya sejak tadi Arabela belum berhenti tertawa.


"Aku heran sama Arabela kenapa dari tadi belum berhenti tertawa terbahak bahak padahal sudah hampir satu jam lho sejak tawa Arabela pecah, tunggu memangnya tawanya Arabela di pecahkan oleh siapa ? koq malah jadi bahas tawa Arabela yang di pecahkan tadi aku lagi bahas sudah hampir satu jam tawanya Arabela belum reda reda aku jadi takut jangan jangan Arabela kerasukan jin atau setan yang tadi lewat, gimana dong apa aku bilang sama Crist saja tentang dugaan aku yang mengarah kalau Arabela kerasukan jin atau setan, tapi aku kan lagi marah sama Crist gara gara Crist mengikuti aku terus masa setiap aku mau bicara Crist pasti ikut bicara, bikin emosi banget tuh Crist tapi kalau aku ngga minta bantuan Crist aku minta bantuan siapa lagi, kan yang ada di sini cuma ada Crist, walaupun Arabela ada di sini juga Arabela sedang sibuk tertawa terbahak bahak kayak orang kerasukan jin atau setan, aku mau minta bantuan istri aku juga ngga mungkin karena istri aku juga lagi di culik sama penculik jalan satu satunya aku harus bilang ke Crist" batin Ciko sambil ekor matanya menatap ke arah Crist yang sedang bengong dan melamun


Crist yang telah berpikir selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Crist berpikir selama beberapa puluh menit namun Crist belum menemukan cara supaya Arabela berhenti tertawa terbahak bahak.



Otaknya Crist mengarah kepada Ciko lebih tepatnya otaknya Crist berpikir Crist harus meminta bantuan kepada Ciko sang papa untuk menyadarkan Arabela dari tawanya yang tidak berhenti sejak tadi.


"Gue heran sama otak gue biasanya otak gue gercep banget saking pintarnya otak gue dan saking cerdasnya otak gue, tapi kenapa cuma memikirkan cara supaya bisa menyadarkan tawanya Arabela lebih tepatnya supaya Arabela berhenti tertawa gue belum menemukan ide apapun, malah otaknya gue menyuruh gue meminta bantuan papa gue, gimana dong sebenarnya gue sedang marah dan emosi sama papa gue gara gara papa hey bikin kesal dan bikin emosi masa setiap gue ngomong papa gue ikutan mau ngomong giliran gue diam dan ngga ngomong papa gue ngikut gue ikutan diam dan ngga ngomong bikin emosi banget papa gue, tapi kau gimana lagi gue harus meminta bantuan papa gue supaya Arabela berhenti tertawa terbahak bahak, dari pada gue ngga minta bantuan papa gue malah Arabela belum berhenti tertawa terbahak bahak lebih baik gue minta bantuan papa gue saja" batin Crist memantapkan hati untuk meminta bantuan kepada Ciko sang papa untuk menyadarkan Arabela supaya tidak tertawa terbahak bahak terus menerus

__ADS_1


__ADS_2