Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
bab 16 Nita si Penggangu


__ADS_3

"Brughhhh."



Sebuah tubuh terpental dan jatuh karena sudah menubruk punggung Yara. Sontak Yara dan Yila menoleh ke belakang ke arah orang yang menubruk Yara. Yara terbelalak saat melihat dengan jelas siapa yang telah menubruknya.



"*Dia lagi*," bisiknya dalam hati kesal. Padahal Yara benar-benar tidak kepikiran akan bertemu kembali dengan Nita, apalagi di mall ini yang jelas-jelas jauh. Kemarin saat bertemu pertama kali di food court mall kota Cianjur, tapi kini masih di mall juga hanya berbeda kota.



Yara seperti sedang diikuti Nita sejak kemarin. Entah kebetulan atau tidak, Nita seakan sengaja menguntitnya. Dan ini semua membuat Yara rusak moodnya. Padahal hari ini dia ingin menghabiskan waktu bersama Yila tanpa ada gangguan apapun. Yara sudah merencanakan membelikan *something special* buat Yila.



Tiba-tiba Yila menghampiri dan membungkukkan badannya untuk membantu perempuan yang menabrak punggung Yara tadi.



"Ayo, Mbak, biar saya bantu berdiri," ujarnya menawarkan bantuan. Sementara Yara merasa jengah melihat Nita yang tiba-tiba ada di depannya dengan insiden yang dia yakini sudah dipersiapkan Nita.


__ADS_1


Nita bangkit dan sedikit mengernyitkan kening, dia sedang berpikir apakah perempuan bersama Yara itu benar-benar sudah tidak mengenalinya lagi? Bukankah kemarin sempat bertemu di mall Cianjur dan Yila melihat Nita memegangi tangan Yara.



Nita bangkit dibantu Yila. Yila benar-benar tidak sadar bahwa yang dibantunya ibarat musuhnya. Karena Yila tulus, jadi dia tidak bisa membedakan mana yang lawan dan mana kawan.



"Maaf Mas Yara, saya tidak sengaja. Kalau begitu saya permisi, ya," pamitnya tanpa berterimakasih pada Yila yang sudah membantunya. Sebaliknya Yila hanya bengong memikirkan ucapan perempuan dewasa tadi. Meminta maaf pada Yara dengan panggilan Mas Yara.



"*Apakah perempuan tadi mengenali Mas Yara*?" tanyanya dalam hati.




Yara menuntun lengan Yila menuju sebuah kios perhiasan emas. Yila bingung kenapa Yara ke toko emas? Yara hanya sebentar di sana, setelah beberapa saat berbincang dengan salah satu pemilik toko, Yara segera mengajak tangan Yila menuju toko baju.



"Mas Yara, mau apa kesini?" tanya Yila diliputi sikap bingung.

__ADS_1



"Aku mau membelikan kamu sebuah baju yang sangat cocok untuk kamu kenakan," ungkap Yara seraya memilih baju yang kira-kira pantas di tubuh Yila. Yila terhenyak tidak percaya atas apa yang dikatakan Yara barusan.



"Nah ini dia," ucapnya setelah merasa menemukan baju yang cocok buat Yila. Setelah itu Yara menyuruh Yila mencoba dress selutut pilihannya untuk dicoba oleh Yila di *fitting* *room*. Yila tidak membantah, dia segera menuju *fitting room* dan mencoba baju yang dipilihkan Yara.



Saat matanya melihat ke cermin, alangkah terkejutnya Yila, ternyata dia begitu anggun dan cantik saat menggunakan dress selutut itu. Dengan ragu Yila segera keluar ruangan fitting dan memperlihatkan dirinya yang sudah memakai baju yang Yara pilih.



Saat Yara melihat Yila yang baru saja keluar dari fitting room, sontak Yara sangat terkejut sebab sudah diduganya, Yila sangat cantik dan mempesona.



"Ya ampun, Sayang. Cantik banget," pujinya spontan. Dari arah kanan tiba-tiba seseorang terlihat sangat kecewa mendengar Yara memuji Yila.



"Aduh, maaf," ucapnya meminta maaf sebab Nita kini telah berhasil menubruknya Yila sehingga Yila hampir jatuh.

__ADS_1



"Nita, apa-apaan? Kamu sengaja menabrak istri saya?" teriakan Yara yang memanggil sebuah nama sontak membuat Yila terheran-heran. Kembali otaknya bertanya, jangan-jangan suaminya kenal dengan perempuan yang menabraknya barusan?


__ADS_2