Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 38 Jambak Rambut vs Jambak Baju


__ADS_3

Mendengar Yila berbicara seperti itu, Nita nampak kaget. Untuk sejenak dia diam seakan menyembunyikan rasa terkejutnya akibat akal-akalan bohongnya yang ketahuan.



"Kenapa, Mbak? Fitnahnya terbongkar, ya?' tanya Yila dengan senyum yang mengembang.



"Siapa yang fitnah? Kamu jangan mengada-ngada!" sergah Nita berang, wajahnya saja sudah kelihatan tidak suka.



"Vidio ini yang menunjukkan fitnah, juga alat pengaman beserta secarik kertas yang Mbak masukkan ke saku celana suami saya saat suami saya lengah. Apakah bukti ini tidak cukup, sebab suami saya tidak merasa janjian atau malam tadi menghabiskan malam bersama Mbak," ujar Yila yakin.



"Siapa bilang suami kamu tidak janjian? Dia itu sengaja menyangkal di depan kamu agar dia tidak bertengkar dengan kamu. Lagipula dia sebetulnya belum move on dari masa lalunya makanya dia sembunyi-sembunyi menemui aku. Jangan percaya sama laki-laki, dia itu selalu bullshit dan cari-cari kesempatan saat kamu lengah," jelas Nita sembari tersenyum.



"Percaya diri banget sih Mbak suami saya belum move on dari masa lalunya, justru dia cerita ke saya bahwa dia benci masa lalunya yang telah menyakitinya. Bahkan dia pernah berdoa inginnya tidak dipertemukan lagi dengan Mbak, baik di dunia atau akhirat. Apakah Mbak masih ingin bilang bahwa suami saya belum move on?" balas Yila tidak gentar, sebab Yila sudah bertekad akan mempertahankan suaminya yang sangat dia cintai.



"Hahaha, kamu itu jangan terlalu percaya sama laki-laki. Laki-laki itu sama saja, saat berjauhan dengan istrinya pasti dia cari kesempatan untuk mencari perempuan lain untuk kesenangan sesaatnya. Apakah kamu masih yakin suami kamu masih setia sama kamu?" oceh Nita sengaja memanas-manasi Yila yang memang sudah emosi sejak dia menemukan secarik kertas yang membungkus pengaman serta vidio kiriman dari seseorang.



"Saya tidak percaya, sebab suami saya menyangkal bahwa malam tadi dia tidak bersama Mbak, melainkan bersama kawan-kawannya merayakan acara perayaan ulang tahun perusahaan. Itu hanya trik Mbak Nita saja untuk menyebar fitnah pada suami saya, dan intinya Mbak ingin menghancurkan rumah tangga kami yang masih baru, kemudian merebut Mas Yara ke pelukan Mbak. Saya yakinkan lagi, laki-laki yang pernah kecewa tidak mungkin mau kembali dengan masa lalunya yang telah menorehkan luka, kecuali kalau lelaki bodoh," tutur Yila dengan lantang tanpa sendat. Dia mendadak mendapat kekuatan untuk bicara, padahal selama ini Yila dikenal pendiam dan pemalu, bicara saja irit.



Kejadian pertengkaran antara ila dan Nita ini rupanya tidak luput dari perhatian dua orang yang kebetulan rekan kerja Yara yang akan ke kamar mandi, tapi urung karena melihat perdebatan antara Nita dan Yila, lalu salah satunya sejak tadi merekam kejadian itu tanpa sepengetahuan Yila dan Nita.


__ADS_1


"Alah, jangan terlalu banyak bicara dan percaya diri yang berada di atas angin kamu. Mas Yara itu cuma pelampiasan sama kamu, buktinya sepuluh tahun dia membiarkan dirinya hidup sendiri tanpa menikah, itu artinya apa? Artinya dia selama itu memang belum move on dari aku, dan sebetulnya dia masih berharap balikan lagi sama aku. Jadi jiak kamu percaya begitu saja omongan dia, artinya kamu perempuan bodoh, yang mau dibodoh-bodohin oleh laki-laki," tandasnya masih merasa belum kalah.



"Saya tidak bodoh, kejujuran suami saya bisa saya lihat dari tatapan matanya, dan saya melihat suami saya jujur. Saya setiap hari bersamanya kecuali saat dia masuk kantor. Jadi, tolong Mbak jangan memaksa ingin masuk lagi ke kehidupan Mas Yara, sebab jika itu terjadi, maka saya yang akan bertindak dan mempertahankan hak milik saya yang sudah sah milik saya baik secara agama maupun negara. Jika Mbak berkoar-koar saat ini, maka bukan waktu yang tepat dan tidak pantas. Ingin merebut milik orang lain, sementara orang itu sudah memilikinya secara paten dan resmi. Jadi, apa yang mau Mbak perjuangkan?" urai Yila membuat Nita tersudut dan kalah kata-kata.



Melihat Nita diam, Yila bermaksud membalikkan badan dan kembali ke tempat Yara menunggu. Nita merasa tersinggung, dengan cepat dia menarik ujung baju bawah Yila sehingga Yila terduduk.



"Ahhhh," erang Yila terkejut. Untung saja pantatnya tidak keras menimpa lantai sehingga Yila tidak terlalu merasa kesakitan. Yila segera bangkit, tapi tubuhnya ditahan Nita supaya tidak berdiri.



"Diam di sana, dan kamu pantas berada di bawah kaki aku, sebab kamu cuma kesed yang mendapatkan barang bekas aku pakai. Jadi, mulai sekarang jangan merasa percaya diri bahwa kamu telah mendapatkan Mas Yara yang membenci masa lalunya. Dia hanya membenci saja perlakuannya bukan membenci orangnya," tekannya masih menahan tubuh Yila supaya tetap berada di bawah.




"Diam, dan menyingkir dari tubuh aku." Yila berdiri dan menghempas tangan Nita sekuat tenaga, sehingga tubuh Nita terhempas ke tembok. Yila menghampiri Nita seraya meraih kerah baju Nita kemudian ditariknya. Nita meringis dan memohon ampun supaya dilepaskan.



Ketika cengkraman tangan Yila sedikit longgar di kerah bajunya, ini tidak Nita sia-siakan. Nita berusaha meraih rambut Yila yang diikat satu ke atas, tapi begitu susah. Namun Nita tidak menyerah, dia terus meraih rambut Yila dan akhirnya berhasil. Seketika Nita menjambak dengan kuat rambut Yila sehingga Yila kesakitan.



Yila meringis dan menahan kerah baju Nita supaya jangan terlepas, dia memutar tubuhnya supaya memancing Nita melepaskan jambakan rambutnya. Namun bukan dilepaskan, tapi malah tambah kuat meskipun baju atas Nita mampu mempertontonkan pinggang Nita sampai atas.



"Lepaskan, kepalaku sakit!" teriak Yila sembari menghempas kerah baju Nita sekuat tenaga dan berhasil membuat Nita sedikit terjerat lehernya sehingga dia dengan terpaksa melepaskan jambakan rambutnya.

__ADS_1



"Ahhhhhhhh, sakit!" pekik Yila menahan kepalanya yang benar-benar sakit karena jambakan Nita yang juga berhasil merontokkan sebagian rambut Yila lumayan banyak. Nita terhempas karena lehernya merasa terjerat kuat oleh bajunya yang ditarik paksa Yila. Nita terjerembab duduk, meskipun demikian dia tidak terlalu sakit seperti apa yang dirasakan Yila.



Yila masih mengaduh merasakan kepalanya yang sakit, rambut rontoknya bukti betapa Nita sangat kuat menjambaknya. Yila memegang rambut itu dan menatapnya dengan mata yang sudah basah.



Kejadian mengerikan yang berhasil direkam seseorang ini, pada akhirnya diketahui banyak orang khususnya tamu hotel. Dan vidio rekaman itu dalam waktu yang sangat cepat menyebar ke grup rekan kerja Yara dan menjadi pusat perhatian semua orang termasuk staff Manager dan Direksi yang kebetulan terhubung dengan grup itu.



Yara terhenyak kaget menyaksikan Yila sang istri tengah bertengkar dengan seorang perempuan yang semalam ingin dia temui tapi tidak ketahuan rimbanya, tapi pagi ini Nita malah sedang terekspos bertengkar dengan istrinya dan saling menyakiti. Yara dan kawan-kawannya bermaksud ke tempat kejadian.



Pihak hotel yang kebetulan sudah mengetahui kejadian jambak rambut dan baju dari CCTV yang ternyata terpasang di sana, langsung bertindak dan menghampiri Yila dan Nita. Kemudian lama kelamaan orang-orang penghuni hotel berdatangan dan mengamankan keduanya. Yila yang terus meraung karena kepalanya yang sangat sakit akibat jenggutan Nita yang kuat seraya memegang erat rambut rontok yang berhasil dijambak Nita.



Tidak lama kemudian Yara dan rekan-rekan yang lainnya datang menghampiri. Yara segera menghampiri Yila dan merangkul tubuhnya, Yila masih menangis karena rasa nyeri di kepalanya sangat sakit. Sementara Nita diamankan juga dan sudah dikerubungi salah satu saudaranya dan seorang anak kecil yang sejak melihat Nita diamankan tidak henti memanggil-manggil ibunya.



Yara melihat benci ke arah Nita, menurut vidio rekaman yang tersebar, kesalahan ini ada pada Nita yang tiba-tiba meraih rambut Yila yang sudah berjalan menghindari Nita.



"Dasar wanita ular pembuat rusuh, aku tekankan sekali lagi, jangan coba-coba dekati aku atau ganggu hubungan rumah tanggaku karena aku sudah muak berhubungan lagi sama kamu. Jadi, jangan mengada-ngada bahwa aku masih belum move on sama kamu. Semua yang kamu lakukan padaku dan bukti yang kami temukan yang sengaja kamu buat sebagai alat pemecah belah rumah tanggaku, akan jadi saksi di pengadilan untuk menuntut mu. Ingat itu!" peringat Yara keras sembari membawa Yila ke ruang kesehatan yang berada di hotel itu.



Yara merasa bersalah pada Yila, karena langkahnya yang kurang cepat untuk mencari Nita, akhirnya Yila yang jadi korban. Karena Yila masih merasakan kesakitan di kepalanya yang amat sangat, Yila terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat yang letaknya dekat dengan hotel itu. Yila dirawat dan diberi obat pereda nyeri oleh pihak rumah sakit. Sementara Yara masih menunggu dengan setia di samping Yila. Dia sungguh-sungguh merasa menyesal dan bersalah.

__ADS_1


__ADS_2