
Yila menguatkan hati mencoba melihat dengan jelas rekaman vidio yang dikirimkan seseorang pada Hpnya. Adegan seseorang yang tengah berpelukan mesra, serta berciuman. Yila bisa menyimpulkan bahwa adegan itu sebuah adegan ciuman. Sayangnya tubuh lelaki itu membelakangi kamera sehingga Yila tidak jelas siapakah sebenarnya lelaki yang berada di dalam vidio itu.
Sedangkan si perempuannya Yila sedikit banyak sudah mengenal cri-ciri Nita mantan istri suaminya. Sehingga Yila menyimpulkan bahwa perempuan itu adalah Nita.
Walaupun hatinya berusaha tegar, tapi bayang-bayang pria yang berkemeja sama dengan yang dipakai suaminya tadi serta ciri-ciri yang hampir sama dengan suaminya dari belakang. potongan rambut, postur tubuh dan tinggi badannya yang hampir menyerupai suaminya, membuat Yila 90 persen menduga itu adalah suaminya.
"Benarkah itu Mas Yara atau orang lain? Kalau melihat ciri-ciri dari belakang sangat sulit untuk disangkal, tapi aku tidak bisa melihat itu wajah siapa. Semoga saja itu bukan Mas Yara." Yila berharap itu bukan suaminya. Walaupun begitu, hati dan pikirannya masih belum bisa beralih dari vidio itu.
Yila masih kepikiran dan tubuhnya masih belum beranjak dari balkon. Rentetan kejadian yang berhubungan dengan mantan istri dari suaminya itu, lambat laun seakan menghampiri dan terus menghampiri. Padahal mantan istri Yara sudah mengetahui bahwa Yara sudah menikah, tapi kenapa Nita seakan-akan sengaja ingin memiliki kembali Yara. Yila sungguh tidak habis pikir dengan sikap Nita.
__ADS_1
Yila masih menenggelamkan tubuhnya di balkon, tapi rasa lelah dan ngantuk kini mulai menyerang. Lelah yang Yila rasakan adalah tidak lain karena memikirkan vidio kiriman seseorang yang tidak dia kenal itu. Yila berusaha menenangkan diri, untuk menghilangkan rasa penasarannya, Yila mencoba menghubungi nomer orang yang mengirimkan vidio tersebut. Namun sayang, saat dihubungi beberapa kali, nomer itu sudah tidak aktif lagi.
Waktu menunjukkan pukul 00.00 malam, tapi Yara belum kembali. Sepertinya acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat suaminya bekerja masih berjalan sampai dini hari, sebab suara riuhnya di ballroom hotel masih terdengar sampai kamar.
Yila bangkit, rasa kantuk yang dia rasakan kini sudah menjalar sehingga dia tidak bisa menahannya lagi. Bahkan Yila beberapa kali nguap dan menutup mulutnya. Yila segera memasuki kamar dan menutup pintu balkon.
Pikiran-pikiran yang terus membayanginya itu, tanpa terasa mengantarkannya pada tidur lelap. Yila tertidur tanpa menunggu kedatangan Yara yang diduga sedang bersama Nita menurut video kiriman dari seseorang itu.
__ADS_1
Pukul 00.01 dini hari acara perayaan ulang tahun itu baru saja selesai. Yara dan kawan-kawan segera menuju kamarnya masing-masing, setelah semuanya mendapatkan kado yang ditukar dengan kado milik orang lain yang dibelinya tadi siang di Malioboro.
Yara memasuki kamarnya. Suasana kamar hening, hanya suara deru nafas yang kini terdengar. Kadang deru nafas itu diselingi isak tangis yang tertahan, artinya Yila mungkin saja saat ditinggalkan Yara tadi, menangis terus- terusan sehingga isak tangisnya masih tersisa.
Yara menghampiri Yila yang kini benar-benar sudah tertidur pulas. Dia merasa bersalah, sebab bukan kebahagiaan yang Yila dapatkan saat ini, melainkan rasa sedih dan kecewa.
Pagi menjelang, sikap Yila pada Yara benar-benar dingin, Yila yang pendiam dan tidak pernah mau cerita membuat Yara dilanda bingung. Tidak saja pendiam seperti biasa, tapi kini sama sekali tidak menyapa atau basa-basi pada Yara.
__ADS_1
Yara sengaja memberi waktu pada Yila supaya tenang. Kemudian Yara teringat akan kado hasil tukarannya tadi, lalu perlahan dibukanya. Dan alangkah terkejutnya Yara. Rupanya isi kado yang dia dapatkan adalah sebuah kejutan yang membuat Yara benar-benar terkejut. Siapa sebenarnya pemilik kado itu?