Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 41 Yila Pulang ke Rumah


__ADS_3

Kepulangan Yila ke rumah, disambut bahagia oleh kedua orang tua Yara maupun kedua orang tua Yila. Mereka sangat antusias dan tidak henti bersyukur, terlebih Bu Rosi dan Pak Riza. Karena bagi mereka ini adalah cucu pertama.



"Alhamdulillah cucu pertama kita segera launching, Pah. Ternyata sakitnya menantu kita gara-gara disakiti Nita mantan menantu kita menjadi berkah buat kita, dan Yila dapat hikmah dari kejadian ini," tukas Bu Rosi dengan senyum yang mengembang.



"Selamat buat kita semua, Bu Rosi, Pak Riza. Walaupun kami sudah bercucu banyak, tapi kehadiran cucu dari anak kami Yila dan Mas Yara merupakan suatu kebahagiaan yang tidak terkira. Ini rezeki dan kebahagiaan untuk kita semua," sambung Bu Yuli sama bahagianya dengan yang dirasakan bu Rosi dan Pak Riza.



Dan tentu saja kabar Yila dirawat di RS, sampai dan beredar di telinga para karyawan maupun staff PT Sentosa Bahagia, terutama Nita. Nita yang mendengar menjadi was-was dengan berita sakitnya Yila yang berlanjut ke RS, serta berita yang dia dengar kepala Yila mengalami bengkak karena akibat tarikan tangannya yang kuat. Nita mengakui dalam hatinya dia memang menjambak rambut Yila sekuat tenaga dia dan semampunya.



"Isrtinya Manager Yara sekarang sudah dibawa pulang, meskipun sakit di kepala akibat jambakan si Nita masih terasa dan berbekas. Nasib baik jambakan itu tidak kena saraf di kepala, kalau kena bisa bahaya. Duhhh, baru beberapa bulan jadi istri Manager Yara, istrinya sudah menjadi bulan-bulanan mantan istrinya Yara yang tiba-tiba muncul dalam kehidupannya," ujar Rival di depan teman-teman satu ruangannya termasuk Rangga.



"Iya, betul. Kenapa juga si Nita ini harus muncul dan mengganggu hubungan rumah tangga si Yara, bukankah ini sudah berlalu sepuluh tahun, tiba-tiba dia muncul saat si Yara menikah lagi. Dulu-dulu kemana saja dia?" timpal Rangga masih asik berdesas desus di kantin karena jam istirahat masih panjang.



"Nanti pulang kerja kita sambangi ke rumah Yara, kita nengok keadaan istrinya," ajak Rival pada Rangga.



"Ok, tapi gua harus balik dulu. Gua bawa bini gua." Rangga setuju.

__ADS_1



"Bawa saja, sekalian anak lu dan kalau muat mertua lu juga bawa," canda Rival sambil ketawa.



"Sialan, lu Val," balas Rangga sembari menyudahi minum kopinya yang kini disambung dengan rokok.



Nita yang mendengar setiap perbincangan teman-teman kantor dan karyawan rendahan yang ditemuinya, hampir semua membicarakan kejadian dirinya saling jambak dengan Yila di hotel Yogyakarta. Semua mencelanya sebab dari rekaman CCTV maupun rekaman vidio amatir salah satu pengguna Hp, kesalahan terbesar ada pada dirinya yang tiba-tiba menjambak Yila sat Yila sudah beranjak pergi.



"Ya ampun kalau sudah begini, aku harus apa? Kenapa aku sampai melakukan hal gila itu dan terobsesi kembali dengan Yara yang sudah menikah dan bahagia lagi dengan orang lain? Kenapa? Kenapa aku melakukan ini?" tanyanya pada diri sendiri dengan penyesalan yang tiada terkira.




"Mbak Nita surat SP ini sebagai teguran untuk Anda supaya kejadian ini tidak terulang lagi. Lain lagi jika pihak korban menginginkan Anda dikeluarkan atas perbuatan Anda kemarin, maka SP ini bisa berubah menjadi surat pemecatan. Sekarang kami masih menunggu pihak korban akan mengambil keputusan apa." Pak Dody sebagai kepala HRD memberikan SP pada Nita. Nita menunduk sedih dan menyesal.



Nita keluar dari ruangan HRD dengan lunglai. Setiap orang yang melihatnya menatap Nita antara kasihan dan cibiran dengan merasa gemas dengan kelakuannya.



Sampai Nita masuk kubikelnya tidak henti orang-orang termasuk teman-temannya menatap dirinya dengan beraneka ragam pikiran. Tatapan benci, kesal, gemas dan kasihan hadir di wajah-wajah mereka, sehingga keadaan ini membuat Nita jengah sendiri.

__ADS_1



Tiba jam kantor usai, rencana teman-teman Yara akan menengok akan direalisasikan nanti malam habis Isya. Semua janjian akan pergi sama-sama ke rumah Yara.


***


Sementara itu di rumahnya Yara, Yila yang sudah terlihat berseri setelah melewati dua hari yang sangat menyakitkan baginya. Sakit di kepalanya yang masih terasa, diredakan dengan obat pereda nyeri yang aman untuk janin dan ibu hamil. Karena peradangan akibat jambakan tangan Nita yang masih membekas, dan Yila memang belum sembuh benar. Yila memaksakan dirinya berjalan-jalan di sekitar dalam rumah, karena sejak pulang dari RS dia terbaring dan makan tidur di ranjang, terlebih kandungannya belum menampakkan mual mulas yang parah.



"Ya ampun, Mama pikir kamu itu sakit karena sakit biasa, tapi ternyata diawali oleh sebuah tragedi penjambakan Nita. Kenapa dia tiba-tiba muncul lagi dan mengganggu rumah tangga anak dan menantuku? Benar-benar tidak tahu malu," kesal Bu Rosi geram. Dia tidak habis pikir Nita sang mantan menantu tiba-tiba datang dengan kabar yang tidak mengenakkan.



"Saya pikir juga begitu Bu Rosi. Sungguh tidak menduga sakitnya anak saya karena hal yang tidak mengenakkan. Semoga saja orang itu menjadi kapok dan tidak berbuat begitu lagi pada anak saya atau siapapun," harap Bu Yuli dengan wajah yang terlihat sendu. Bu Rosi merasa tidak enak, bahwa sakit menatunya disebabkan oleh mantan istrinya Yara yang tiba-tiba kembali dan mengejar-ngejar Yara.



"Aamiin, semoga setelah kejadian ini, Nita tidak berani menampakkan batang hidungnya di depan anak menantu kami," harap Bu Rosi.



Sore pun tiba kedua mertua Yila kini sudah pulang ke rumahnya, tinggal Bu Yuli yang masih di rumah menantunya, karena atas permintaan Yila, akhirnya Bu Yuli akan menemani Yila beberapa malam, lagipula Pak Yoda mengijinkan Bu Yuli menemani anaknya yang masih dalam proses pemulihan pasca kejadian Yila dijambak Nita.



"Ibu jangan dulu pulang, ya, Bu. Yila sepi kalau Ibu pulang," rengeknya sedih. Karena tidak tega, Bu Yuli dengan sukarela mau menginap beberapa malam di rumah menantunya. Terlebih sikap Yila yang seperti masih marah pada Yara, membuat Bu Yuli harus menemani sekaligus perlahan mengingatkan Yila untuk ikhlas menerima semua kejadian yang menimpanya.


__ADS_1


"Iya, Ibu untuk beberapa malam temani kamu di sini. Supaya kamu lekas pulih, kamu jangan banyak pikiran yang lain-lain dulu. Lupakan kejadian kemarin dan jangan menyalahkan suamimu terus, itu tidak baik," nasihat Bu Yuli pada sembari menyetujui dirinya menginap beberapa malam di rumah menantunya.


NB; Author mau minta maaf pada Kakak-kakak pembaca yg kebetulan masih setia baca karya Author yang sederhana ini, sebab kemarin salah up date. Dan bab yang sebenarnya adalah yang ini. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.


__ADS_2