Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 31 Yila yang Cemburu


__ADS_3

Yara masuk dan menenteng dua gelas minuman dingin berwarna kuning. Yara meletakkan dua-duanya di meja yang sama, sekilas Yila melihat ke arah Yara dan gelas yang disimpannya. Sepertinya minuman itu sangat menyegarkan. "Jangan sampai kamu ambil minuman ini, lebih baik kita buang saja soalnya minuman ini terlalu kuning," cegah Yara sebelum Yila meminta ataupun bicara apapun.



Yila hanya mengangguk, tak ayal rasa heran muncul juga, tapi dia tidak berani bertanya pada Yara. Yara beranjak menuju wastafel dan membuang dua gelas minuman berwarna itu, warna yang menggiurkan membuat semua orang ingin meminumnya. Namun kecurigaan Yara pada niat seseorang yang dia kenal muncul setelah sesaat sebelum dia membuka pintu kamar hotel, wangi parfum seseorang yang diduga kuat milik Nita menyuruk kuat ke dalam lubang hidung.



"*Aku harus hati-hati, jangan sampai kecolongan oleh Nita*," batin Yara.



"Mas Yara, kenapa minumannya dibuang, kan, sayang?" tanya Yila memberanikan diri.



"Itu tadi sudah aku bilang, warnanya sangat pekat, aku takut minuman berwarna itu menganggu kesehatan tubuh kita, terlebih kamu yang siapa tahu di dalam perut kamu sedang isi janin," duga Yara membuat Yila sejenak tertegun, sebab sudah kurang lebih tiga bulan menikah, dirinya belum dinyatakan hamil, sementara mertua perempuannya Bu Rosi sudah ngebet banget pengen punya cucu dari Yara dan selalu menanyakan terus setiap Yila ke rumah.



Yila mendongak, di dalam hatinya terpanjat doa-doa supaya dirinya segera diberi momongan dan bisa mempersembahkan seorang cucu bagi kedua mertuanya.



"Oh iya, Mas, saya mengerti."



"Sayang kemarilah," ajak Yara melambaikan tangannya. Yila patuh dan menghampiri Yara. Yara lalu menyentuh Yila, siang ini Yara begitu kangen dengan Yila yang semakin mempesona di matanya. "Mungpung kegiatan belum dimulai, kita nikmati dulu kesenangan kita berdua," ajaknya seraya membelai wajah Yila lalu menikmati dan menguasai seluruh wajah Yila tanpa ada bantahan. Selanjutnya mereka pun menikmati siang yang lumayan menyengat di luar dan adem di dalam karena hembusan AC.



Ketua rombongan dari perusahaan PT Sentosa Bersama telah menyeru semua karyawan dan staff untuk segera keluar, karena makan siang telah tiba. Sebelum acara pembuka dimulai, semua karyawan harus mengisi perut dulu sampai kenyang. Nasib baik Yara dan Yila sudah menyudahi aktivitas menyenangkan mereka dan mandi bersama di dalam kamar mandi hotel.


__ADS_1


"Kamu jangan terpisah dari aku atau geng teman-teman aku, sebab aku khawatir kamu dicelakai seseorang," ceplos Yara tidak sadar. Yila tersentak beberapa saat lalu mencoba menyembunyikan perasaan was-wasnya supaya Yara tidak semakin khawatir padanya. Sebetulnya sejak Yila menjadi korban salah sasaran obat perangsang oleh seseorang, Yila selalu waspada dan hati-hati, terlebih terhadap Nita mantan istri Yara.



Sebetulnya Yila dari sejak melihat Nita ada di kantor yang sama dengan suaminya, dia merasa heran dan ingin rasanya bertanya pada Yara. Namun sifat pemalunya menjadi penghalang dia untuk bertanya ini itu pada Yara. Dan kali ini pun Yila selalu menyesali sifat pemalunya ini yang memang merugikan dirinya.



"Ayo! Ingat! Jangan jauh-jauh dari aku. Seumpama tanganmu lepas dari peganganku maka kamu yang harus selalu siap mengikutiku. Jangan lengah," peringat Yara lagi.



"Memangnya Mbak Nita mau mencelakakan saya, Mas?" lontar Yila yang pada akhirnya memberanikan diri bertanya soal Nita yang Yara curigai akan mencelakainya.



"Itu hanya dugaan, tapi firasatku mengatakan dia akan berbuat yang tidak-tidak. Kamu tetap waspada," peringat Yara lagi. Yara dan Yila keluar kamar hotel dan menuju restoran hotel tempat mereka menginap.




Satu jam setelah makan siang, panitia dari acara perayaan ulang tahun PT Sentosa Bersama akan mengadakan acara tukar kado khusus untuk karyawannya. Para anggota keluarga dipersilahkan kembali ke kamar hotel atau lingkungan hotel, mereka tidak dilibatkan dalam acara ini, baik mencari kado di luar maupun acara tukar kadonya nanti.



"Sekarang para karyawan berikut staff, saya persilahkan mencari kado sekitar Malioboro ini, kado tidak boleh lebih dari harga lima puluh ribu yang penting tidak boleh makanan. Yang unik, lucu, dan bermanfaat bisa kalian dapatkan di sini. setelah kalian mendapatkan kadonya, kalian langsung bungkus pakai kertas kado. Bungkusnya di toko fotokopi juga boleh. Tapi ingat, kadonya tidak boleh kalian kasih nama," instruksi panitia penyelenggara yang disambut suara riuh dari para karyawan.



"Waktu kalian tigapuluh menit dari sekarang," ujarnya lagi seraya menyalakan timer untuk menghitung waktu. Para karyawan PT Sentosa Bersama berhamburan ke toko-toko khusus suvenir, mereka mencari kado yang harganya harus di bawah lima puluh ribu.


Setengah jam kemudian, semua karyawan sudah mendapatkan kadonya masing-masing. Mereka berkumpul kembali di ballroom hotel. Semua peserta atau karyawan mengumpulkan kadonya di depan meja dengan lampu ballroom dimatikan terlebih dahulu. Mereka menyimpan kadonya hanya dengan bantuan lampu sorot yang sengaja disorotkan ke tubuh mereka.


Pengumpulan kado usai, kemudian sebelum kado itu dibagikan kembali oleh panitia, kado itu diacak terlebih dahulu dengan memperdengarkan sebuah musik remix koplo.

__ADS_1



"Silahkan para peserta berkumpul di sini, sekarang kita adakan acara pembuka dari puncak acara perayaan ulang tahun PT Sentosa Bersama nanti malam. Yaitu menemukan pasangan duetnya dalam kertas yang digulung ini untuk acara balon dansa." Panitia menggaungkan kembali acara yang akan dilaksanakan sebentar lagi.



Para peserta dibagi dua secara acak, yakni kelompok A dan kelompok B. Kelompok A yang terdiri dari Yara dan lain-lain yang kebagian mengambil kertas yang digulung, kemudian menemukan pasangan duetnya untuk balon dansa dari kertas yang digulung itu. Sementara kertas yang digulung, merupakan nama-nama peserta yang berada di kelompok B. Para panitia menulis dan menggulung kertas terlebih dahulu secara mendadak sebelum acara dimulai.



Acara pun dimulai, kelompok A mulai dipersilahkan mengambil satu kertas yang digulung, setelah mendapatkannya Yara segera membukanya dan sangat mengejutkan, nama yang tertera di sana adalah nama Nita Anita yang ingin dia hindari.



"Sialan, kenapa nama dia yang tertera?" umpatnya pelan. Randi dan Rival yang tidak sengaja melihat gelagat kesal Yara, menghampiri dan penasaran dengan nama yang Yara dapatkan.



"Ra, nama siapa yang kamu dapat?" tanya Rangga penasaran. Yara memperlihatkan kertas gulung dengan wajah lemas.



"Tukaran sama gua, Ga, please," mohon Yara yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Rangga. "Tukaran sama elu, Val," pinta Yara pada Rival. Rival juga menggeleng.



"Bisa mampus gue digibeng Rani." Rival memberi alasan.



"Gue sama juga, malah lebih parah, bisa-bisa langsung ke pengadilan agama." Rangga sama juga menolak mentah-mentah tawaran Yara. Karena acara akan segera dimulai, mau tidak mau Yara menerima tantangan balon dansa bersama Nita yang terlihat senang bukan main. Malah dikesempatan ini, Nita sengaja merangkul pinggang Yara saat kebetulan tubuhnya berdiri tidak seimbang.



Sementara di tempat lain, Yila yang melihat semua acara yang dilaksanakan panitia perayaan ulang tahun PT Sentosa Bersama, merasakan api cemburu yang membara di dalam dadanya. Dia melihat Nita merangkul Yara dengan mesra. Yila berlari menuju kamar hotel dan menenggelamkan diri di dalam kamar hotel, menangisi apa yang baru saja dia lihat.

__ADS_1


__ADS_2