Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 30 acara kantor


__ADS_3

Jam empat sore tiba, saatnya para karyawan PT Sentosa Bersama pulang kecuali yang lembur. Yara lekuar dari ruangannya. Di depan pintu ruangannya sudah ada Nita yang sontak membuat Yara terkejut dan mengelus dada.



"Astaghfirulllah," ucapnya dengan kaki yang spontan mundur satu langkah ke belakang.



"Mas Yara, ayo kita pulang bersama menuju parkiran!" ajaknya sok kenal sok dekat. Mendengar Nita berbicara padanya dengan sok akrab seperti itu Yara benar-benar muak dan kesal. Rasa sakit hatinya dulu diselingkuhi Nita kini semakin menganga dengan sikap Nita yang seperti itu.



Yara melambaikan tangannya dan segera beranjak pergi meninggalkan mulut pintu. Sementara Nita mengejar Yara menuju lift, saat lift terbuka, dengan cepat Nita masuk. Lift dengan cepat tertutup dan segera turun terasa dari gerakannya.



Saat tiba di lantai dasar, Nita langsung mepet di pinggir Yara yang sontak membuat Yara terkejut. "Jangan berusaha menggangu aku lagi, aku ini sudah menjadi suami orang, dan aku sudah memiliki istri, apakah kamu tidak tahu?" tanya Yara menohok ulu hati Nita.



Sejenak Nita tertegun, dia seperti kehilangan kata-kata untuk membalas Yara. Nita juga tahu bahwa Yara sudah mempunyai istri lagi setelah secara kebetulan dirinya bertemu Yara di mall Cianjur serta di mall Bogor. Namun, Nita tetap yakin bahwa Yara masih mencintainya, kepada istri barunya paling cuma pelarian semata. Nita merasa yakin, makanya dia sampai saat ini masih mengejar Yara.



"Sudah aku katakan aku telah menikah dan memiliki istri yang mau menerimaku apa adanya dan mencintai aku. Sekarang kamu menjauh lah dariku, karena aku mau lewat dan pulang ke rumah serta menyambut istriku," usirnya lantang membuat Nita menciut.



"Menyingkirlah!" tepis Yara lagi menuju mobil di parkiran PT Sentosa Bersama. Nita terpaksa menyingkir dengan perasaan kecewa yang dalam.



Yara segera memasuki mobilnya dan segera keluar dari area parkir. Nita menatap sedih ke arah Yara yang cuek dan dingin. Nita pikir Yara belum mencintai istri barunya itu."


__ADS_1


Mobil Yara tiba di depan pagar rumah yang sudah terbuka, Yara tahu Yila sang istri sudah mengetahui kedatangannya dan menunggu lalu membukakan pintu pagar. Mobil Yara pun masuk, Yila segera menutup kembali pintu pagar. Yara turun dari mobil dan segera disambut Yila yang menarik tangan Yara kemudian menciumnya.



Yara tersenyum lalu membawa Yila masuk ke dalam rumah. Yila sangat terlihat perhatian dan sigap dalam menyambut Yara. Yara senang sekali setelah tadi di kantor moodnya rusak gara-gara kehadiran Nita, tapi kini setelah di rumah moodnya kembali baik karena perlakuan manis Yila.



Mas Yara mau mandi dulu atau dipijit dulu?" tanya Yila perhatian saat melihat Yara menyenderkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Yila melihat Yara sangat kelelahan. Saat sepatu Yara mulai ditanggalkannya, Yila duduk di samping Yara sembari menunggu jawaban dari Yara.



"Boleh, kamu memangnya pandai mijit?" tanya Yara tidak yakin.



"Tidak pandai sih Mas, tapi bisa sedikit," jawabnya malu-malu.




"Awwww, enak sayang. Nah itu, Sayang. Duhhh, enaknya pijatan kamu," pujinya seraya menikmati sentuhan tangan Yila yang terampil menekan-nekan dan mengurut di mana letak rasa sakitnya.



Terlebih sekitar belikat, Yara berulang-ulang berteriak enak dan enak. Karena tubuh Yara yang padat dan pejal, dengan sekuat tenaga Yila mengerahkan tenaganya yang total, sebab daging punggung Yara yang padat sedikit susah jika dicengkram jemarinya.



"Waaaw, enak Sayang! Kamu benar-benar pandai. Kamu jago segalanya, aku bangga memiliki kamu," ungkap Yara di sela rasa kantuknya. Tidak berapa lama Yara tertidur, padahal Yara belum makan dan mandi. Jika dibangunkan, Yila kasihan dan tidak tega. Paling sebelum Maghrib Yara akan bangun, dan jika belum bangun maka Yila akan bangunkan.


***


Sebulan setelah Nita bergabung di PT Sentosa Bersama, hari-hari Yara benar-benar dilanda stress, bukan stress karena pekerjaan. Kalau dalam pekerjaan Yara sudah tidak diragukan lagi, atasannya juga memuji kinerja Yara yang disiplin dan dedikasinya yang tinggi. Namun keberadaan Nita yang sering berinteraksi dengannya lama-lama tidak nyaman. Nita menjelma sebagai wanita yang tidak tahu diri dan tanpa tahu malu tidak pernah meminta maaf atas kesalahannya dulu, malah sibuk mengejarnya.

__ADS_1



Dalam rangka menyambut anniversary perusahaan yang sebentar lagi digelar, pemilik perusahaan mengadakan acara perayaan ualang tahun perusahaan ke luar kota. Setiap karyawan maupun staff dibolehkan minimal membawa satu orang anggota keluarga dan maksimal empat.



Pemilik perusahaan menunjuk kota Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata sekaligus perayaan ulang tahun perusahaan. Semua biaya akomodasi ditanggung perusahaan. Dan semua peserta atau karyawan diberangkatkan melalui jalur darat, yaitu menggunakan jalur kereta api.



"Sayang, hari Jumat besok dan untuk empat hari ke depan, perusahaan akan mengadakan acara perayaan ulang tahun perusahaan. Dan semua karyawan dan staff boleh membawa keluarganya minimal satu orang. Untuk itu, kamu persiapkan semua keperluan kamu selama empat hari di sana," berita Yara.



"Wahhhh, beneran, Mas?" tanya Yila tidak percaya. Yara mengangguk dan segera mengajak Yila bersiap-siap.



Akhirnya tibalah waktu yang ditentukan. Yara dan Yila sudah siap menuju kantor Yara. Dari kantor, perusahaan menyediakan jasa transpor bis untuk menuju ke stasion kereta api mengantarkan para peserta.



Singkat cerita kereta yang ditumpangi rombongan dari perusahaan Yara tiba di stasion kereta Yogyakarta. Semua peserta kemudian dijemput kembali dengan sebuah bis menuju hotel.



Tiba di hotel dan mendapatkan kamarnya masing-masing, semua karyawan dan staff segera memasuki kamarnya masing-masing, ada juga karyawan lain yang masih mencari kamarnya.



Nita yang sejak awal sudah menguntit kebersamaan Yara dan Yila istrinya, berhasil memasukkan sebuah benda ke dalam saku celana belakang Yara saat berdesakan tadi. Yara tidak menyadarinya sehingga sentuhan tangan seseorang tadi itu hanyalah biasa.



Yara dan Yila memasuki kamarnya dan sejenak Yara menjatuhkan tubuhnya saking lelahnya dalam perjalanan. Saat tengah berbaring seperti itu pegawai hotel mengetuk pintu sambil berteriak, "minum dinginnya." Yara mencegah Yila yang tadi ingin membukakan pintu. Yara segera bergegas menuju pintu dan membukanya. Terlihatlah di sana pelayan hotel menyodorkan dua gelas minuman. Sesaat sebelum minuman itu Yara ambil, sekilas Yara mencium bau parfum orang yang dia kenal.

__ADS_1


__ADS_2