Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 21 Buku Diary Yila


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian, Yila sampai di rumah orang tuanya. Sebetulnya Yila merasa takut kepergian ke rumah orang tuanya diketahui oleh orang tua Yara yang rumahnya berdekatan dengan rumah orang tuanya. Hanya terhalang oleh pagar besi sebagai pembatas setiap rumah.



Kedatangan Yila yang mendadak dan tanpa bersama Yara membuat Bu Yuli dan Pak Yoda heran. Maklum, seperti yang diketahui Bu Yuli dan Pak Yoda, Yila dan suaminya pergi bulan madu kedua ke puncak, Bogor, dua hari yang lalu.



"Kenapa tidak bersama suamimu? Apakah kalian sedang bermarahan?" tebak Bu Yuli heran.



"Ah tidak, Bu, kami baik-baik saja. Hanya saja tadi saat masih di mobil, Mas Yara memang sudah ditelpon seseorang dan terdengar penting. Jadi, Mas Yara sepulang dari Bogor, langsung mandi dan pergi." Yila memberi alasan.



Bu Yuli manggut-manggut begitu juga Pak Yoda, mereka akhirnya percaya kedatangan anaknya ke rumah bukan karena ada masalah atau bertengkar dengan Yara, melainkan sengaja datang ke rumah untuk sekedar membunuh sepi.



"Ya, sudah, pergilah ke dapur, cari makanan. Ibu tadi baru saja masak makanan kesukaan kamu. Ibu juga mau sholat Asar dulu. Kamu mau tiduran setelah makan, tidurlah. Sudah lama kamar itu kosong."



"Baik, Bu. Kalau begitu Yila ke dapur dulu untuk makan," ujarnya sambil pergi ke dapur. Setelah makan, Yila memang pergi ke kamar samping untuk sekedar tiduran, kebetulan Yila memang mengalami ngantuk.



Tiba di kamar, Yila sejenak membuka HPnya, dia berharap Yara sudah membaca pesannya. Namun sayang, Yara rupanya belum mengaktifkan Hpnya. Yila merasa kecewa, ternyata Yara begitu yakin kalau Yila ada main dengan pria lain di belakangnya. "*Begitu teganya Mas, Mas Yara percaya begitu saja dugaan Mas Yara yang percaya saya ada main dengan pria lain di belakangmu*," batinnya sedih.



Pada akhirnya Yila tertidur sangat pulas karena saking ngantuknya.


__ADS_1


Malam tiba, adzan magrib sudah berkumandang. Melihat Yila masih berada di rumahnya, Bu Yuli dan Pak Yoda menjadi khawatir dan bertanya-tanya, kenapa Yara menantunya belum datang menjemput? Yila juga kelihatannya santai-santai saja tidak kelihatan akan segera pulang.



"Kenapa kamu belum pulang ke rumah, apakah Mas Yara akan menjemput?" tanya Bu Yuli penasaran.



"Belum, Bu. Nanti saja nunggu Mas Yara menjemput atau Mas Yara sudah benar-benar pulang ke rumah. Nanti juga kalau Mas Yara ingat, pasti menjemput," jawabnya agak terdengar ganjil di telinga Bu Yuli. Namun Bu Yuli pada akhirnya percaya akan alasan Yila. Lagipula kalau Yila pulang sekarangpun di rumah sedang tidak ada Yara dan Bu Yuli khawatir jika Yila sendirian di rumah.



Sementara itu Yara yang kini masih berada di sebuah tempat bersama teman-temannya masih asik dalam acara yang diadakan teman-temannya. Salah satu temannya sudah diangkat menjadi Direktur di perusahaanya, untuk itu teman Yara mengundang teman-temannya untuk sekedar ikut merayakan kebahagiaannya. Dan Yara sepertinya lupa bahwa waktu kian bergulir.



Jam sebelas, Yara baru berpamitan pulang pada teman-temannya. Dia baru menyadari waktu begitu sudah larut malam. Tiba di rumahnya jam sebelas tiga puluh menit, Yara segera memasukkan mobilnya ke dalam halaman rumah. Keadaan lampu luar ternyata masih gelap dan belum dinyalakan Yila.




Saat tiba di kamar, lampunya juga sama gelapnya sama persis seperti d dalam tengah rumah, Yara menyalakan lampu kamar dan ternyata kamarnya kosong tanpa penghuni. Yara pikir Yila ada di dalam sedang enak-enakan tidur. Namun ternyata Yila tidak ada.



"Kemana dia, apakah dia pergi gara-gara aku marahi tadi? Tahu dirinya salah, sadar sendiri pergi tanpa kuusir." Yara berbicara sendiri mengingat Yila yang pergi karena ulahnya sendiri.



Yara bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket. Setelah itu mengakhiri ritualnya dan keluar kamar mandi. Bercermin sebentar untuk menggunakan pakaiannya.



Yara duduk sejenak di tepi ranjang dan meraih Hpnya yang sejak pergi menghadiri acara temannya tadi, dimatikan karena kesal terhadap Yila. Saat dinyalakan, aplikasi pertama yang menjadi pusat perhatiannya adalah WA. Di sana sudah banyak pesan WA masuk, bahkan beberapa panggilan masuk tak terjawab memenuhi layar Hpnya, termasuk dari Yila.

__ADS_1



Yara membuka pesan WA pertama dari teman-teman kantornya, yang memberitahukan acara perayaan salah satu temannya yang naik jabatan tadi yang acaranya sudah terlewat tadi.



Scroll ke bawah masih sama dari teman-teman grup kantor maupun grup satu geng yang menceritakan seputar acara tadi yang sukses.



Kini tinggal pesan dari Yila yang letaknya paling bawah yang belum dibaca Yara. Sebab Yila mengirimkan pesan sebelum teman-temannya mengirimkan WA. Sebenarnya Yara sangat malas dan menjadi kesal jika ingat bahwa Yila ada main di belakangnya dengan pria lain. Sehingga Yara melewatkan pesan Yara begitu saja.



Yara kesal jika kembali mengingat Yila, mendadak kejadian sepuluh tahun karena diselingkuhi Nita muncul kembali membayanginya. Sungguh sangat menyakitkan. Dan kini baru saja membina hubungan dengan seorang gadis yang baru beberapa hari akan diterima di dalam hatinya, Yara mendengar kenyataan pahit bahwa gadis itu masih menyimpan nama kekasihnya di dalam hatinya, bahkan teganya saat sedang bercinta dengannya dengan kencang menjeritkan sebah nama yang membuat Yara cemburu dan kecewa untuk ke beberapa kalinya.



Yara menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan bantal yang tadi di atasnya diletakkan sebuah buku diary ukuran sedang milik Yila. Yara keheranan dan mengangkat kepalanya serta membalik tubuhnya untuk meraih sebuh benda yang tadi mengganjal kepalanya.



Sebuah buku diari yang ditujukan untuknya dari Yila. Yara membaca tulisan di secarik kertas yang ditujukan untuknya dari Yila. Dengan segera Yara membuka buku diari itu sesuai arahan Yila. Halaman dua menjadi fokusnya kini.



Saat dibuka Yara terkejut sebab di sana ada fotonya yang sepertinya diambil sembunyi-sembunyi, serta di sebaliknya ada sebuah tulisan ungkapan hati Yila untuknya beberapa tahun yang lalu.



Di sana terdapat sebuah ungkapan cinta Yila pada Mas YP, yang ternyata Mas YP yang dimaksud Yila adalah dirinya. Yara terkejut setengah mati dan menyadari kesalahannya, bahwa selama ini Yara menduga Mas YP adalah sosok pria lain yang menjadi pria idaman lain di hati Yila.



Yara sangat menyesal dan kecewa debgan dirinya yang sudah menduga yang tidak-tidak pada Yila. Kini Yara sangat sedih karena Yila tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2