Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 33


__ADS_3

Yara mengejar Yila ke balkon di sana Yila menangis sejadi-jadinya. Baru kali ini mencinta dan kali ini juga terluka oleh penemuan yang diduga milik perempuan yang akan janjian dengan suaminya nanti malam.


Yara menarik paksa Yila dari balkon ke dalam kamar. "Masuklah, tidak baik di luar, anginnya tidak bagus buat kamu. Ayo," tariknya. Tubuh Yila berhasil dibawa walaupun Yila berusaha menolaknya dan di dudukkan di atas ranjang.


"Sayang dengarkan aku, ini semua yang kamu temukan di saku aku, itu hanya perbuatan Nita seorang. Dia sengaja berbuat ini supaya ketahuan sama kamu kemudian kamu marah. Dan sekarang terbukti kamu sudah masuk ke dalam jebakannya. Kamu menemukan benda itu dan tulisan di kertas itu, lalu saat kamu membacanya kamu akan langsung menduga bahwa aku telah janjian dengan dia. Percayalah padaku, aku bersumpah ini semua hanya perbuatan Nita seorang yang sengaja ingin menghancurkan hubungan rumah tangga kita," tandas Yara mencoba meyakinkan Yila yang masih dikuasai rasa marah dan cemburu.



"Sayang, aku tahu kamu mencintai aku. Setelah aku tahu bahwa kamu mencintai aku, aku yakin bahwa aku masih pantas mendapatkan wanita yang tulus mencintaiku. Lalu sejak saat itu, aku telah memantapkan hatiku hanya untukmu. Tidak ada perempuan lain selain kamu. Kalau Nita yang tiba-tiba muncul, aku juga sama sekali tidak paham dan tidak menduganya. Aku yakin, kehadiran Nita diantara kita adalah rencana Tuhan yang baik buat kita, supaya hubungan kita bisa lebih kuat lagi, anggap saja Nita adalah ujian pernikahan kita," bujuk Yara panjang lebar seraya bersimpuh di paha Yila.



"Mohon percaya sama aku, aku datang ke sini hanya untuk menghadiri acara perayaan ulang tahun PT, bukan untuk yang lain. Aku berani bersumpah, tolong percaya." Yara masih memohon dengan harapan Yila bisa percaya dan berhenti menangis. Namun sia-sia, Yila belum berhenti menangis. Penemuan atas benda itu membuatnya sangat terpukul dan sakit hati, sehingga Yila belum bisa terima bujuk rayu apapun.



Karena Yila yang masih terus menangis, Yara berinisiatif untuk meminta bantuan dari Rani istrinya Rival, siapa tahu dengan bujukan sesama perempuan, Yila sedikit tenang. Yara bergegas keluar kamar, tidak lupa mengunci pintu kamar. Yara tidak mau ada orang iseng terutama Nita tiba-tiba menyelinap masuk ke kamarnya dengan niat yang tidak baik.



Yara bergegas menuju kamar Rival yang berbeda beberapa kamar dari kamarnya. Tiba di depan kamar Rival, Yara segera mengetuk pintu kamar Rival.



"Tok, tok, tok." Pintu diketuk tiga kali. Beberapa saat kemudian pintu dibuka dan kepala Rival mulai nongol.



"Eh, elu. Ngapain lu kemari? Nyamper makan bareng? Dihhh pake disamper segala, gua tinggal jalan sama bini gue ke bawah juga," samber Rival to the point sembari mengenakan kancing kemejanya, sepertinya Rival baru saja mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah.

__ADS_1



"Siapa Mas?' Rani tiba-tiba menghampiri Rival dan melihat siapa tamu yang tadi mengetuk pintu. "Eh Pak Yara, ada apa Pak? Masuk dulu Pak Yara, kok dibiarkan di luar sih Mas?" Rani mempersilahkan Yara masuk. Akhirnya Yara masuk karena Rani dan Rival menggiringnya k dalam.



"Maaf kedatangan gue ke sini jika sudah ganggu waktu kalian berdua. Tapi kedatangan gue ini ada hubungannya sama bini gue yang kini sedang menangis di dalam kamar hotel," terang Yara masih menggantung.



"Memangnya nangis kenapa, apakah elu melakukan KDRT?" Rival sangat penasaran. Sementara Yara menggeleng. "Lantas?"



Yara memberikan bukti penemuan benda dari saku celana jeansnya yang ditemukan Yila tadi sehingga Yila menjadi salah paham dan menangis. "Buka dan bacalah!" suruh Yara pada Rival.




"Ya ampun, ini dari Nita ?" kejut Rani tidak percaya. Yara mengangguk.



"Dan Yila kini percaya bahwa aku dan Nita akan janjian dan menghabiskan malam setelah malam puncak perayaan ulang tahun PT Sentosa Bersama," imbuh Yara dengan wajah yang menunduk.



"Nita benar-benar gila, lantas elu butuh bantuan apa dari kami?" tanya Rival penasaran.

__ADS_1



"Gue butuh Rani untuk membujuk Yila supaya dia tidak percaya dengan jebakan Nita. Dan untuk beberapa saat gue butuh Rani untuk temani dia. Dia pasti setelah ini tidak mau diajak makan ke bawah, untuk itu Rani dan Yila lebih baik kita bawakan makanan ke kamar gue, biarkan Rani dan Yila makan malam di kamar gue," ungkap Yara meminta Rani untuk beberapa saat menemani Yila yang tengah shock.



"Saya tidak keberatan, Pak Yara. Kalau begitu lebih baik saya segera ke kamar Pak Yara sekarang saja. Biarkan kami makan di kamar. Dan semoga saya bisa membujuk dan meredakan kesedihan istri Pak Yara," tukas Rani tidak keberatan.



Yara sangat berterimakasih pada Rival dan Rani karena mau membantunya. Tanpa menunda lagi mereka bertiga segera keluar kamar Rival dan segera bergegas ke kamar Yara.



Yara segera menyuruh Rani masuk, lalu dia dan Rival menuju restoran di hotel itu untuk menikmati makan malam sebelum malam puncak perayaan ulang tahun PT Sentosa Bersama, serta membawakan dua piring makanan untuk Yila dan Rani yang menunggu di dalam kamar.



Ketika Rani masuk, Yila masih terlihat sedih. Dia masih terisak dan duduk di tepi ranjang. Rani mendekati Yila dan mencoba membuat Yila tenang. Tidak berapa lama makanan untuk Yila dan Rani datang, Yara dan Rival yang mengantarkan langsung, kemudian mereka berdua kembali ke bawah sebab acara puncak perayaan sebentar lagi akan segera dimulai.



"Mbak Yila, jangan sungkan dengan saya. Kalau ada apa-apa hubungi nomer ini saja. Anggap saya kakak sendiri sebab umur saya sepertinya lebih tua dari Mbak. Kalau mau tahu info tentang suami Mbak di kantor atau di mana, yang lebih tahu tentu saja saya dan suami saya," kta Rani lagi terus membujuk Yila yang masih terisak.



Perlahan Yila mendongak dan menatap Rani. Yila merasa tidak enak telah ditemani Rani dan merepotkan Rani. "Mbak Rani, sepertinya saya sudah lebih baik. Saya mengucapkan terimakasih atas kebaikan Mbak Rani karena sudah meluangkan waktu menemani saya," ujar Yila berterima kasih. Rani tersenyum, kemudian dia pamit dari kamar Yila karena Yila sudah nampak lebih baik.


__ADS_1


Dan rupanya puncak acara perayan ulang tahun PT Sentosa Bersama telah digaungkan sehingga hingar bingarnya terdengar ke dalam kamar yang ditempati Yila. bersamaan dengan itu tiba-tiba sebuah kiriman vidio WA masuk menunjukkan sebuah vidio rekaman seorang laki-laki yang diduga kuat Yara dan seorang wanita sebab kemeja yang dikenakannya mirip punya Yara.


__ADS_2