
Yara segera menuju kamar mandi, meninggalkan Yila yang masih terkulai dengan selimut menutupi tubuhnya. Rasa lelah menggerayangi sekujur tubuhnya, belum lagi rasa sakit yang dihujamkan Yara tadi. Walaupun sudah yang ketiga kalinya, tapi rasa sakitnya masih sangat terasa, terlebih saat Yara menghujam-hujamkan, rasa sakit itu benar-benar tidak terkira sehingga Yila meneteskan air mata. Dan pada saat merasakan kesakitan akibat hujaman senjata tumpul itu, tidak sadar Yila menjeritkan inisial YP alias Yara Pratama.
YP alias Yara Pratama adalah lelaki yang selama menjomblo selalu dalam hati dan pikiran Yila. Sejak Yila putus dengan pacarnya enam tahun yang lalu, Yila tidak berminat lagi pacaran atau menjalin hubungan baik lagi dengan seorang laki-laki. Namun, sejak sering mengantar pesanan kue ke tetangga rumahnya yaitu Bu Rosi, Yila sering secara tidak sengaja bertemu Yara.
Tiap ketemu atau kuenya kebetulan diterima Yara, Yila selalu mendapatkan sikap dingin dari Yara. Jangankan mengajak mampir untuk minum dulu, berterima kasih saja tidak pernah.
Sejak itulah timbul rasa suka di hati Yila. Walaupun dingin dan datar, entah kenapa Yila suka. Namun perasaan sukanya tidak pernah diungkapkan atau diceritakan pada siapa-siapa. Yila memendamnya selama enam tahun.
Lima belas menit kemudian Yara keluar kamar mandi dengan wangi sampo dan sabun yang menguar ke seluruh kamar villa.
Yara menoleh sejenak ke arah Yila yang sepertinya malah ketiduran. Yara tidak peduli, dia terlanjur kesal sama Yila yang saat diakhir pelepasan tadi, menjerit menyebut inisial YP, lelaki yang ketahuan Yara tertulis di buku diari kecil Yila yang jatuh dari dompet Yila.
Yara kecewa dan jujur saja sangat kesal pada Yila, masa iya saat sedang bersamanya tiba-tiba malah menyebut nama orang lain. Yara segera mengenakan baju lalu membawa dan bantal dan selimut menuju sofa yang ada di dalam kamar.
__ADS_1
Jam sebelas malam Yila terbangun, dia terkejut dengan keadaan dirinya yang bisa-bisanya ketiduran. Tubuhnya masih dibalut selimut. Lalu tangan Yila meraba sisi sampingnya. Yila terkejut, kenapa Yara tidak ada di sampingnya. Perlahan Yila bangkit bermaksud ke kamar mandi.
Namun, sebelum Yila menuju kamar mandi, Yila melihat Yara di sofa tidur meringkuk dan berselimut.
"Kenapa Mas Yara tidur di sofa?" gumannya lalu segera menuju kamar mandi. Meskipun sudah malam, tapi Yila tetap mandi karena di kamar mandi tersedia ada shower air hangat.
Tidak berapa lama Yila menyudahi mandinya dan segera ke dalam kamar. Yila mengenakan baju tidurnya. Lalu tidak berapa lama YIla menaiki ranjang dan kembali tidur.
Yara menggeliat, tapi kembali tertidur tanpa mempedulikan Yila. Sehingga jam menunjukkan pukul lima tigapuluh Yara belum bangun juga.
Perlahan Yila mendekat dan kembali mengguncang bahu Yara. "Mas Yara, hari mulai siang, bukankah Mas Yara belum sholat Subuh?" ucap Yila membangunkan.
Tiba-tiba Yara bangun dan tersentak saat melihat Yila di sampingnya sedang berusaha membangunkannya. Yara bangkit dan melepaskan selimutnya. Yara segera bergegas ke kamar mandi tanpa menoleh pada Yila. Yila sejenak termenung, seperti ada yang disembunyikan Yara, tapi apa Yila tidak tahu.
__ADS_1
Menjelang sarapan pagi, Yara berpesan pada Yila bahwa setelah sarapan pagi akan kembali pulang ke Bandung. Yila kembali bingung dengan sikap yara yang kembali dingin seperti awal bertemu.
"Ayo, bersiaplah. Aku masih ada urusan yang lebih penting daripada menunggumu lama di villa ini," tegasnya membuat ulu hati Yila tiba-tiba sakit.
Sepanjang perjalanan darat menuju kediaman Yara, antara keduanya tidak ada seorangpun yang berbicara, terlebih Yila. Jujur suasana kaku seperti ini membuat Yila semakin tidak karuan. Yila berusaha mencari tahu dengan mencoba bertanya.
"Mas Yara, apakah Mas tidak sedang sakit?" tanyanya memberanikan diri.
Yara menghentikan sejenak mobilnya dan menoleh ke arah Yila lekat, kemarahan langsung terlihat di wajahnya.
"Jawab yang jujur siapa Mas YP yang kamu sebutkan tadi dengan begitu mesranya di akhir pelepasan lita?" tanya Yara menatap lekat e arah Yila.
Sejenak Yila tertegun, ternyata selama ini Yara belum ngeuh siapa sebenarnya Mas YP.
__ADS_1