Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian
Bab 40 Sakit Membawa Berkah


__ADS_3

Yila terbaring lemah di atas ranjang pasien dengan selang infus menghiasi tangan kanannya. Deman dan sakit kepala yang diderita Yila akibat jambakan kuat Nita sepertinya memang berpengaruh pada kesehatan Yila. Bagaimana tidak? Di dalam rekaman vidio yang tersebar jelas, terlihat Nita mengerahkan tenaganya untuk menjambak rambut Yila sehingga rambutnya banyak yang tercabut. Yila menjerit kesakitan dan tersungkur lama di lantai seraya memegangi kepalanya saking nyerinya.



Rekaman vidio itu menjadi jejak digital kenangan terburuk dalam hidup Yila, maupun Nita. Bedanya mereka adalah sebagai korban dan pelaku. Nita pelakunya sedangkan Yila korbannya.



Yara sengaja tidak memberi tahu kedua orang tuanya maupun kedua orang tua Yila. Biarlah masalah ini disimpan dulu, intinya Yara tidak ingin kedua orang tuanya maupun kedua orang tua Yila khawatir. Jika akhirnya tahu dari Yila, maka Yara pasrah, sebab tidak ada salahnya juga kedua orang tua mereka tahu hal yang sebenarnya.



Satu jam kemudian Dokter datang, Yara menyambutnya dengan beberapa pertanyaan di dalam kepalanya. Dokter yang bernama Rian itu tersenyum dan menghampiri Yara.



"Bagaimana Dokter dengan istri saya, tidak ada hal yang parah menimpanya?" tanya Yara khawatir. Dokter tersenyum sebelum memulai berbicara.



"Istri Anda mengalami deman tinggi dan sakit kepala, ini bisa jadi dari pengaruh, maaf, jambakan di kepala istri Anda. Kepalanya mengalami bengkak akibat tarikan rambut yang sangat kuat. Kami harap tidak kena saraf di kepalanya, untuk itu pasien kemungkinan besar setelah sadar akan dilakukan Rontgen. Untuk mengetahui lebih lanjut luka jambakan ini kena saraf di kepalanya atau tidak. Kami harap tidak, Anda berdoa saja," terang Dokter Rian.



"Dan ada juga kabar baik dari keadaan istri Anda, ternyata istri Anda saat ini sedang mengandung, usianya diperkirakan baru dua minggu. Kami mengetahuinya setelah tadi melakukan cek darah dan urin. Untuk lebih jelasnya setelah rontgen, istri Anda juga harus diperiksa ke dokter Obgyn," jelas dokter Rian sembari tersenyum.



Yara terlihat tersenyum bahagia, meskipun di balik senyum itu tersimpan kekhawatiran. "Lalu bagaimana keadaan janinnya apakah tidak terpengaruh oleh demam dan sakit yang diderita istri saya?" tanya Yara sangat khawatir.



"Untuk lebih jelasnya, nanti kita tunggu keterangan dari dokter Obgyn setelah nanti pasien diperiksa. Berdoa saja istri Anda dan janinnya dalam keadaan sehat dan kuat," harap Dokter Rian membesarkan hati Yara yang dilanda perasaan khawatir terlebih sekarang Yila sedang hamil.

__ADS_1



Sungguh ini sebuah kabar yang sangat membahagiakan di balik musibah yang mendera, sekaligus kabar yang mendebarkan, sebab Yila masih perlu dua pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui keadaanya.



Akhirnya Yila sadar, karena waktu sudah sore, Yila tidak bisa di rontgen sekarang. Terpaksa Yila di rontgen besoknya. Yila mengerjapkan matanya berusaha membuka mata yang terasa silau karena sinar lampu yang masuk. Akhirnya Yila bisa membuka mata, dan orang pertama yang dia lihat adalah Yara.



Yara berusaha tersenyum padanya. Namun Yila sama sekali tidak membalas senyumnya. Yang ada Yila hanya meringis menahan rasa sakit di kepalanya.



"Sayang, kamu sudah bangun." Yara meraih tangan Yila dan menggenggamnya. Namun Yila tetap tidak tersenyum sama sekali pada Yara. Mungkin Yila kecewa dengan Yara atas apa yang terjadi pada dirinya, juga bisa jadi karena rasa sakit yang diderita Yila.



"Sayang, aku ada berita baik buat kamu dan juga kita," ucap Yara sambil menatap Yila dalam. Yila membuang muka, dia seolah tidak mau mendengar Yara bicara. Yara jadi tidak enak melihat Yila cuek seperti itu, padahal dia mau menyampaikan berita baik mengenai kehamilannya. Namun jika melihat kondisi Yila yang shock seperti ini, Yara akhirnya menunda informasi ini pada Yila




Yara sedih melihat sikap Yila yang sama sekali tidak menanggapi dirinya. Yara sadar sikap Yila seperti ini karena marah terhadap dirinya. Untuk itu Yara harus sabar dan melewati ini dengan ikhlas.



Rasa kantuk mulai menyerang, Yara yang menunggu di dalam ruangan pasien menyenderkan tubuhnya di kursi tunggu dengan badan menyender ke tembok. Sejenak Yara bisa mengistirahatkan tubuhnya dari rasa lelah yang mendera setelah perjalanan jauh dengan kereta dari Yogyakarta. Namun belum sempat memejamkan matanya, tiba-tiba Hp Yara bunyi, ternyata Pak Riza menghubungi.



Pak Riza, Papanya Yara khawatir dengan Yara dan Yila, yang sampai malam ini belum kembali pulang. Akhirnya mau tidak mau Yara menceritakan keadaan yang sebenarnya. Bahwa Yila sedang dirawat di RSUD Lembang karena sakit demam yang dideranya. Sementara berita kehamilan Yila, belum Yara publikasikan pada kedua orang tuanya juga pada kedua orang tua Yila. Biar ini jadi kejutan bagi kedua keluarga itu. Pikir Yara.

__ADS_1



Besok pun menjelang, setelah sarapan pagi Yila dibawa oleh Perawat ke ruangan rontgen. Kali ini Yila akan melakukan rontgen di bagian kepala. Untuk memeriksa seberapa dalam luka di kepala akibat jambakan, juga memeriksa apakah kena saraf atau tidak.



Yara berdoa terus menerus di dalam hati untuk kebaikan Yila. Tidak berapa lama, Yila keluar dari ruangan rontgen. Hasil rontgen menunjukkan luka di kepala Yila diakibatkan dari tarikan tangan yang kuat sehingga terjadi pembengkakan. Dan untungnya tidak kena ke saraf di kepala.



Yara msih bersyukur, luka di kepala Yila tidak kena saraf di kepala. Lalu setelah itu Yila dibawa ke bagian pemeriksaan kandungan. Di sini Yila merasa heran, tapi dia tidak bisa komplen, karena Perawat sudah membawa Yila ke ruangan khusus pemeriksaan kandungan.



Untuk beberapa saat Yila berbaring dan diperiksa perutnya juga ditanya kapan terakhir mens. Dari situlah terbuka jelas bahwa Yila kini sedang mengandung dengan usia kandungan baru tiga minggu.



Yila terkejut sekaligus bersyukur, dia tidak menduga dibalik musibah ini dia mendapat berkah yang tidak disangka-sangka dari Yang Maha Kuasa, yaitu kehamilan.



Yila menangis saat itu juga diperlukan Yara. Yila bahagia kali ini dia bisa dipercaya dan mengandung. Berita inu pasti akan membuat ibu mertuanya bahagia jika mendengarnya.



Siangnya, sebelum Yila dibolehkan pulang karena demamnya sudah turun, Mama dan Papanya serta ibunya Yila datang menjenguk. Saat mendengar berita kehamilan Yila, mereka bertiga terutama Ibunya Yila dan Mamanya Yara teriak spontan saking bahagianya, nere



"Apa, Yila hamil? Alhamdulillah," seru ibu dan Mamanya Yara sangat bahagia. Mereka berdua saling berpelukan menyambut kehadiran jabang bayi yang sembilan bulan lagi akan hadir ke dunia.


__ADS_1


Akhirnya Yila pulang dan boleh rawat jalan. Dokter memberi obat untuk penguat kandungan supaya kuat serta vitamin untuk dikonsumsi untuk menunjang jika asupan gizi ke dalam tubuh minim.


__ADS_2