Suamiku Bocah SMA

Suamiku Bocah SMA
Episode 23


__ADS_3

Malamnya, Ala mulai menyiapkan berbagai kebutuhan untuk di bawa keesokan harinya. Ala menatap tumpukan kado yang diberikan oleh teman-temannya yang tidak bisa menghadiri acara pernikahan nya.


Dibuka olehnya satu persatu kado tersebut, isinya bermacam-macam. Ada yang memberinya baju, tas, dan sepatu yang merupakan semuanya bermerk, bisa dikatakan semua itu limited edition.


Lalu Ala tertarik untuk membuka lagi box gift berwarna putih yang bertuliskan La Perla berwarna gold, Ala seperti pernah mendengar merk La Perla namun ia lupa itu apa.


Dengan gesit ia membuka kotak tersebut, dan ternyata isinya adalah lingerie dari bahan silk satin model baby doll berwarna navy. Terdapat juga motif bordir bunga pada bagian neckline.


Ala mencari-cari siapa yang memberinya kado lingerie tersebut. Selembar kartu terlihat di bawah box bertuliskan,


'Dear Alamanda, semoga hadiah kecil dari gue bisa membuat malam-malam lo yang panas semakin panas. Hehehe. Love from Jessie.'


Wajah Ala memerah membaca pesan Jessie, segera ia mengembalikan lingerie tersebut ke dalam kotak dan menyembunyikan kotak beserta isinya ke dalam lemari.


Ia tak ingin Felix mengetahui lingerie tersebut, beruntung Felix sedang tidak ada di tempat karena sedang menemui Asoka di apartemennya.


***


Felix menuju apartemen milik Asoka menggunakan mobil yang di kendarai oleh pak Anto. Untuk sementara pak Anto mengantar Felix kemanapun ia pergi, termasuk ke sekolah nanti. Itu adalah perintah dari Heru agar ia tak merasa khawatir jika Felix sedang bepergian.


Sebenarnya Felix merasa mampu untuk mengendarai mobil sendiri, meski ia lebih sering menggunakan motor bukan berarti ia tidak bisa mengendarai mobil. Tapi titah Heru adalah sebuah keharusan, bukan?


Sekitar 20 menit berlalu, Felix sudah sampai di depan apartemen milik Asoka yang berada di lantai 19. Ia memencet bel dan terdengar suara pintu yang terbuka, "Masuk, Fel."


Dengan santai Felix memasuki apartemen tersebut, desain moderen dan mewah terlihat ketika ia masuk. Interior yang serba high end membuatnya berdecak kagum, tinggal sendiri di apartemen mewah seperti ini adalah impiannya dari dulu.

__ADS_1


"Lo duduk dulu, gue mau ambil sesuatu." Asoka terlihat berbicara lebih santai sekarang terhadap Felix.


"Okey."


Sesaat kemudian, Asoka datang membawa dua buah minuman kaleng sekaligus dengan satu tangan dan handphone yang berada di genggaman satunya. "Nih, minum dulu." Ucap Asoka.


Felix menerima minuman tersebut lalu meneguknya.


"Sebelumnya, lo punya mantan pacar berapa?" Tanya Asoka.


"Sebentar, aku hitung dulu." Mulut Felix bergumam dan menghitung dengan jarinya.


"Ada sekitar 27 orang kak. Emangnya kenapa?" Ujarnya lagi.


Jawaban Felix membuat Asoka menyemburkan minuman yang tengah di teguk nya. "27?"


"Ehem, kemarin pas sewaktu di pesta, gue nemuin ada cewek aneh pake masker. Gerak-gerik nya tuh mencurigakan jadi gue samperin pake lagak jatuh dulu terus numpahin minuman gue ke bajunya. Akhirnya gue nyari alasan biar dia bisa ikut gue ke mobil, gue gak mau bikin kegaduhan di mana waktu itu masih banyak orang."


Felix masih fokus mendengar cerita Asoka, kali ini tak ada lagi rasa takut kepada Asoka karena ia terlihat lebih santai dari yang sebelumnya.


"Terus pas di dalem mobil, setelah debat yang panjang dengan gue, akhirnya masker nya bisa gue lepas dengan paksa dan gue berhasil ngambil handphone ini dari dia. Dia ngerekam acara pesta pake handphone ini." Asoka meletakkan handphone yang tadinya ia genggam ke atas meja.


Deg. Perasaan Felix langsung menjadi kacau, wajahnya menjadi pucat karena takut akan munculnya berita tentang dirinya yang sudah menikah. "Emang cewek itu siapa, Kak?"


Asoka mengendikkan kedua bahunya. "Gue gak tahu namanya, dia cuma keceplosan bilang kalau dia mantan lo."

__ADS_1


"Mantan ku?"


"Iya, makanya gue nanya berapa mantan lo. Eh, gak nyangka kalau ternyata banyak juga!"


Otak Felix berpikir dengan keras, menduga-duga siapa yang mengetahui tentang undangan pernikahannya. Setahunya, tiada satupun orang dari sekolahnya yang mengetahui hari pernikahan bahkan untuk Aryo sekalipun.


Untuk berjaga-jaga Felix tidak memberitahu Aryo dan berencana akan mengundangnya di saat yang tepat.


Bahkan tak ada satupun media yang meliput karena memang Heru dan Hiromi yang sudah mengatur segalanya agar tak muncul berita.


"Dia ciri-cirinya kayak gimana, Kak?"


"Dia kulitnya putih pucet, terus cerewet banget. Jutek sama ketus gitu kalau diajak ngobrol, terus suaranya itu nyaring kalau pas teriak apalagi nyanyi. Hahaha!"


Felix terheran melihat Asoka yang tertawa sendiri, tak mengerti apa yang dikatakannya. "Nyanyi? Emang dia waktu ketemu sama kakak lagi nyanyi, Ya?"


"Oh iya!" Asoka tiba-tiba teringat sesuatu. "Di handphone ini dia lagi nyanyi dan keliatan jelas banget wajahnya."


Dengan cepat Asoka menunjukkan video berisi Sera yang sedang menyanyi.


"Sera??!" Pekik Felix.


"Oh jadi namanya Sera?"


Felix mengangguk. "Terakhir kali bertemu, dia dapet foto pas waktu aku lagi makan sama Ala. Jujur sih aku kaget kenapa dia bisa dapet foto kita berdua, padahal pas liat pengunjung restoran kayak gak ada yang aku kenal."

__ADS_1


"Terus setelah liat ini, jadi yakin deh kalau dia ada sesuatu." Imbuhnya.


__ADS_2