
Asoka melajukan mobil mewahnya dengan cepat, perasaannya sedang membaik tapi bukan karena berita skandalnya dengan Sera.
Tapi karena tiba-tiba kakeknya yang mengajaknya bertemu di sebuah restoran Italia langganan keluarga mereka.
Apapun yang akan dibicarakan kakeknya nanti, yang jelas dia merasa lega dan senang akhirnya kakeknya sedikit memberi perhatian padanya.
Dengan bersiul, dia berjalan keluar dari mobil dan segera masuk menuju restoran.
Ketika sudah sampai pintu, dia disambut oleh sang manajer restoran dan diantar sampai ke tempat Heru berada.
Sesampainya sana, ternyata bukan hanya Heru yang datang. Dirinya juga mendapati ayah ibunya dan Ala beserta Felix tengah duduk menyantap makanan khas Italia.
"Kakak? Sini duduk." Ucap Ala ketika melihat sang kakak datang dan menepuk kursi kosong yang berada di sampingnya.
Asoka mengangguk dan segera bergabung dengan keluarganya. Ada perasaan haru yang menyeruak ketika melihat pemandangan didepannya.
Setelah sekian lama, dia bisa berkumpul makan bersama keluarganya.
"Soka, kamu makan dulu. Kita akan bicarakan hal penting nanti setelah makan." Ucap Arina pada putranya. Dia juga tak kalah senang melihat hubungan Heru dan Asoka yang sepertinya ada tanda-tanda untuk membaik.
Kebahagiaan dalam hatinya sebenarnya begitu terasa hingga membuatnya seakan kenyang hanya dengan kebersamaan ini. Namun ia akan tetap makan apa yang sudah di pesan oleh keluarganya untuk sekedar menghargai.
__ADS_1
Di meja besar dan panjang itu sudah tersaji berbagai olahan khas Italia. Ada lasagna, risotto, ribollita, ossobuca all millanese, steak florentina, pasta carbonara, tiramisu, torrone, bahkan truffles olahan jamur khas Italia yang terkenal paling mahal di dunia pun ada.
Asoka hanya memilih risotto yang begitu disukainya, sambil melihat Heru yang juga tengah menikmati santapan di piringnya.
Sedang Ala dan Felix saling suap menyuapi, membuat Asoka sedikit iri dengan pengantin baru tersebut. Tapi disisi lain dia juga bahagia melihat kepribadian adiknya yang terlihat lebih santai dan ramah dibanding sebelum menikah.
Handphone Asoka terus menerus bergetar di balik saku celananya. Ia sengaja tadi mengatur hapenya agar tak bersuara dan hanya bergetar jika ada yang menghubunginya.
Dia meraih gawainya dan melihat di layar tertulis nama 'Beni'. Dia mengabaikan dan mengembalikan hapenya kembali ke saku celana.
Dia sudah tahu apa yang ingin disampaikan sang manajer mengingat dia pergi ke sini tanpa memberitahu padanya terlebih dahulu.
Setelah skandal yang terjadi, Beni lebih sering menghubunginya karena takut terjadi sesuatu pada Asoka.
Sebenarnya, Asoka malas untuk memberi klarifikasi terkait berita yang sedang panas tersebut. Hal yang sebenarnya terjadi, dia sama sekali tak mencium Sera. Namun hanya lebih mendekat ke wajahnya untuk memberi peringatan yang lebih tegas kepadanya. Yah, sekaligus sedikit mempermainkan si gadis masker itu.
Tapi ternyata ada wartawan yang membuntuti dan memotret secara diam-diam dari angle yang membuat foto terkesan Asoka sedang mencium Sera. Asoka akui wartawan itu benar-benar cerdik.
"Ehem, baiklah. Aku akan segera memulai pembicaraan." Ucap Heru membuat lamunan Asoka buyar.
"Soka, ada hal penting yang membuat kakek ingin mengajakmu bertemu. Kakek sudah dengar tentang berita skandal yang menjeratmu." Tukas Heru.
__ADS_1
Ucapan Heru membuat Asoka mengangguk kepalanya mengerti. Dia ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, namun sebelum itu Heru sudah melanjutkan percakapannya lagi.
"Kakek lega, akhirnya kamu sudah memiliki tambatan hati. Bertahun-tahun kakek berharap kamu segera memiliki pacar dan segera menikah. Dan akhirnya sekarang terwujud juga, kakek merasa senang." Lanjut Heru.
Menampakkan senyum bahagianya pada Asoka. Senyum yang sudah lama Asoka rindukan, membuat air matanya hampir menetes di pipi jika dia tak menyekanya dengan cepat.
"Apa kakek udah gak marah lagi denganku?" Asoka memang selalu terlihat seperti anak kecil ketika berhadapan dengan Heru.
"Sebenarnya kakek sudah lama mengikhlaskan pilihanmu untuk meraih impianmu sendiri. Tapi kakek begitu susah untuk mengungkapkannya. Karena skandal cintamu, kakek jadi memiliki alasan untuk bertemu karena rasa bahagia yang tak terucap dari hati kakek yang terdalam."
Jika memang skandal palsu yang tak sengaja terjadi itu membuat hubungannya dengan Heru membaik, dia tak mengapa dan memilih melanjutkan kebohongan untuk meraih kebahagiaan yang sudah lama ia idamkan.
Persoalan Sera, biarlah itu menjadi urusan belakangan. Yang terpenting adalah hubungan baik dengan kakeknya.
Arina yang melihat pemandangan di depannya pun membuatnya ikut meneteskan air mata terharu. Hiromi hanya sanggup mengelus pundak sang istri untuk menenangkannya.
"Jadi, siapa yang terlibat skandal denganmu?" Tanya Heru.
"Sera, Kek."
"Apa?!"
__ADS_1
Sontak membuat semua orang yang mendengar memekik karena terkejut nama wanita yang terlibat skandal dengan Asoka. Sedang Asoka hanya menampakkan wajah kebingungannya.