
Aroma burger dengan isian telor dan kopi panas yang masih mengepul sudah tersaji di depan Sera dan Asoka.
Cih! Ternyata ini yang dia maksud dengan ngopi?!
Restoran fastfood bernama MC'B yang terletak tak jauh dari rumahnya menjadi tujuan mereka untuk berbincang.
Di dalam resto terlihat lengang karena hanya ada empat orang termasuk mereka berdua. Sera memandang ke arah sembarang tempat, menikmati lantunan lagu untuk sejenak melupakan manusia setengah tua yang berada di hadapannya.
Oh, she's sweet but a psycho
A little bit psycho
At night she's screaming
"I'm-ma-ma-ma out my mind"
Beat yang asik dan lirik yang unik dari Ava max berjudul sweet but psycho membuat Sera terhanyut.
"Kenapa gak dimakan?" Tanya Asoka membuyarkan kehanyutan Sera. Ia meraih burger dengan gigitan besar lalu mengunyahnya.
Sera memandang mulut Asoka dengan jijik. "Ih, kalau makan ya makan jangan sambil ngomong. Jijik!"
Asoka tersenyum puas melihat ekspresi Sera, memang sengaja ia melakukannya untuk mengetahui apa-apa saja yang tak disukainya.
Hal yang didapat dari Asoka tentang Sera salah satunya adalah berbicara yang ceplas-ceplos tanpa menyaring terlebih dahulu.
Dengan cepat Asoka mengunyah dan menelannya lalu bertanya lagi. "Kenapa gak dimakan?"
"Lagi diet."
"Pfft." Tawa hampir menyembur dari mulut Asoka membuat Sera kembali memandangnya dengan ekspresi jijik.
"Badan udah kayak triplek gitu ngapain masih pake diet?" Imbuhnya.
Enggan Sera menanggapi pertanyaan Asoka yang dirasa buang-buang waktu jika harus menjelaskan tentang mengapa ia harus diet. Padahal dulu fastfood adalah makanan favoritnya nomor satu.
__ADS_1
"Gue ngajak kesini cuma mau nyampein pesan Felix kok." Ucap Asoka.
"Pesan Felix?"
"Iya, dia cuma kepengen ngucapin rasa terima kasih ke lo. Tapi gak bisa ngucapin secara langsung karena kakek gue sedang sakit, gak enak kalau ditinggal pergi." Ucap Asoka berbohong, ia meminum kopi yang sudah hangat sambil matanya melirik untuk menengok eskpresi Sera.
Sera semakin terheran-heran. "Atas alasan apa dia berterima kasih?"
"Karena berita yang udah lo sebar, mereka jadi gak usah susah payah buat pengumuman ke semua orang kalau mereka sudah menikah. Yah, meskipun aku dengar saham perusahaan jadi anjlok sih."
"Bukan gue kok yang nyebar." Sera masih enggan mengakui kesalahannya.
"Oh ya? Padahal gue berharap itu lo aja sih, biar keluarganya gak usah repot-repot nyariin si pelaku. Gak kebayang deh nasib si pelaku sama keluarganya ntar kayak gimana." Asoka tak pernah mengungkapkan identitasnya sebagai kakak ipar Felix.
"Emang rencana si pelaku mau diapain?"
Asoka mengendikkan kedua bahunya. "Entah, mana gue tahu. Yang jelas terungkapnya pernikahan itu bikin kerugian di perusahaan karena komentar miring dari netizen. Tapi nggak buat Felix."
Sebenarnya Sera masih ingin mendengar penjelasan dari Asoka lebih lanjut, tapi ia tahan untuk menjaga mulutnya yang selalu keceplosan.
"Stop!" Sera menghentikan ucapan Asoka. Tangan Sera mengepal, wajahnya menunjukkan amarah. "Ngapain om cerita itu ke aku? Kan aku udah bilang bukan aku yang nyebarin berita."
"Gak apa-apa, cuma pengen cerita aja."
Mata Asoka tak lepas dari ekspresi Sera. Baginya pemandangan saat ini begitu menarik untuk diamati.
"Kalau cuma itu aja yang ingin diobrolin, aku pamit! Dan inget! Jangan pernah om muncul lagi di hadapanku!"
Sera berdiri dari kursinya dan beranjak berjalan dengan kaki panjang meninggalkan Asoka.
"Yaelah dipanggil om lagi." Gumam Asoka.
Burger yang baru digigitnya sekali kini ia lanjutkan kembali. Mematahkan obsesi Sera ternyata begitu menarik untuknya.
***
__ADS_1
Lelah dirasakan Asoka setelah kembali melanjutkan syutingnya di malam hari. Ia beristirahat duduk di kursi sebelum akhirnya pulang ke apartemennya.
"Sok! Lu ada masalah apa sih? Akhir-akhir ini macem sibuk banget?" Tanya Beni dengan menyerahkan minuman kaleng untuk Asoka.
Asoka menoleh dan meraih minuman tersebut. "Lah? Emang kapan gue gak sibuk?"
"Maksud gue sibuk diluar syuting."
"Jeli juga mata lo, Ben."
"Gue kerja bareng lo gak cuma sehari dua hari, Sok!"
Hanya Beni lah yang berani memanggilnya dengan sebutan 'Sok'. Dan hanya dengan Beni lah Asoka tidak memprotes.
"Gue ada masalah keluarga."
"Oh, tentang adek lo yang nikah dengan cowok 11 tahun di bawahnya, Ya?"
"Uhuk!" Asoka tersedak minuman kaleng yang diberikan Beni. "Emang viral banget ya sampek lo aja udah denger?"
"Iyalah! Udah sampek masuk tuh berita ke 'Lambe Nyinyir'!"
"Netizen emang gila! Adek gue kan bukan seleb, kenapa berita dia nikah malah jadi viral?"
"Adek lo kan konglomerat generasi ketiga, Sok! Bahkan nama lo juga dibawa-bawa tuh."
"Oh ya? Gimana beritanya?"
"Gagal jadi konglomerat akhirnya beralih profesi menjadi artis."
"Sial! Itu mah elo yang buat berita!" Asoka melempar kaleng bekas minumnya yang membuat Beni terpingkal-pingkal.
Handphone nya tiba-tiba berdering di atas meja samping tempatnya duduk. Tertulis nama Felix di layar panggilan. "Halo, Fel? Ada apa?"
"Kakak beneran udah ngurus Sera ya? Sekarang dia ke rumah sakit jenguk kakek ditemani sama mama papanya tuh."
__ADS_1
"Apa?!"