
Dari bandara Soekarno-Hatta mereka masih harus transit ke Incheon airport dan membutuhkan kurang lebih satu jam menuju pulau Jeju. Sesampainya di Jeju, mereka langsung menuju ke hotel.
"Duh, capek banget." Keluh Felix.
"Gak mandi dulu, Fel?" Tanya Ala yang melihat Felix sudah merebahkan tubuhnya di kasur.
"Gak deh, aku mau rebahan dulu." Jawab Felix tanpa membuka matanya. Belasan jam di pesawat membuatnya sedikit susah untuk tidur.
"Yaudah, aku mandi duluan."
Selang 10 menit kemudian, Ala sudah siap dengan memakai kaus putih polos ditambah long cardigan berbahan wool sebagai outer. Lalu untuk bawahan, ia mengenakan skinny jeans model ripped dan tak lupa shoulder bag serta sneakers putih.
"Yah, tadi katanya cuma rebahan, kenapa sekarang jadi tidur?" Gumam Ala.
Ala menghampiri Felix di sisi kasur, tangannya menggoyangkan bahu Felix. "Fel, ayo kita sarapan!"
Hening. Tiada jawaban, Felix benar-benar terlelap dalam mimpinya. Lalu Ala memutuskan untuk menunda keluar dan memilih sarapan di kamar dengan memanggil room service.
Pandangannya beralih pada jendela besar di kamar tersebut, pemandangan indah alam Jeju terlihat jelas dari kamarnya. Ia sudah tak sabar untuk segera keluar dan menikmati pemandangan tersebut.
Lalu room service datang dan membawakan nampan berisi sarapan untuk mereka berdua. Mata Ala mendelik ke arah Felix yang masih tertidur pulas, Ih! Ngapain kesini jauh-jauh kalau cuma buat numpang tidur!
"Huh! Sabaaar!! Namanya juga masih bocah." Ala mencoba menghibur dirinya sendiri dan fokus kembali untuk makan.
Sembari makan, Ala mencoba mencari-cari destinasi yang bagus di sekitar yang bisa ia lakukan sendiri. Awalnya Arina memesankan seorang tour guide namun ide tersebut ditentang oleh Felix, karena ia ingin menjelajahi Jeju berdua tanpa bantuan orang lain. Lebih seru katanya!
__ADS_1
"Cih, lebih seru apanya?!" Ala masih bergumam menunjukkan kekesalannya.
Setelah beberapa kali berselancar di internet dan menemukan destinasi terdekat. Ia bersiap-siap dan meninggalkan pesan WA kepada Felix agar tak kebingungan mencarinya. Shoulder bag yang tadinya ingin dia bawa, kini ia ganti dengan backpack agar bisa memuat beberapa barang.
Dengan berbekal Naver maps, situs berselancar dari korea ia memulai perjalanannya sendirian. Berjalan beberapa meter menuju halte bis tak membuatnya cepat lelah karena kebiasaannya ketika pagi hari ia selalu menyempatkan jogging, meski hanya memutari kompleks rumah.
Setelah berhasil menaiki bus, hal yang ia lakukan selanjutnya adalah menaiki kereta bawah tanah karena tujuan destinasi nya lumayan jauh dari tempatnya menginap.
Seongsan illchulbeong atau puncak matahari terbit adalah kawah gunung berapi yang memiliki luas 99.000 m² dan tinggi 182 m di sebelah timur Jeju. Yah, harusnya ia datang disaat pagi untuk melihat matahari terbit.
Ala sudah berinisiatif untuk mengambil brosur yang memakai bahasa Inggris yang mana sudah di sediakan untuk turis.
Untuk menikmati keindahannya yang lebih, Ala harus mendaki sebuah bukit yang lumayan tinggi dengan tangga yang sudah disediakan.
Meski matahari cukup terik, namun udara disini begitu dingin. Ala merapatkan outer yang ia kenakan, meski dingin itu lebih baik bagi Ala dibanding panas yang dapat membakar kulit putihnya.
Ketika Ala mulai lelah menaiki beberapa anak tangga, ia mengedarkan pandangannya dan mendapati tempat istirahat. Pemandangan ketika istirahat pun begitu memukau hingga membangkitkan semangatnya untuk mencapai puncak.
Begitu sampai puncak, rasa lelah dan penat yang dirasakan oleh Ala terbayar sudah. Dari puncak, pemandangan kawah besar berdiameter 600 meter yang terbentuk dari letusan hidrovulkanik empat ribu tahun lalu tersaji dengan indahnya.
Kawah memang ada di mana-mana, tapi yang satu ini beda. Kawah seongsan sunrise peak unik karena tidak bisa menampung air seperti kawah-kawah kebanyakan.
Ala juga melihat beberapa pemandu yang menjelaskan tentang kawah ini, namun ia tak mengerti karena mereka menggunakan bahasa korea ketika menjelaskan.
"Hah, andai Felix ikut pasti dia bisa jelasin itu ke aku." Gumamnya.
__ADS_1
Lalu terbesit ide untuk mengabadikan dirinya dengan pemandangan kawah indah, ia berniat untuk pamer pada Felix.
Setelah berpuas diri menjelajah puncak tersebut, ia segera turun dan baru menyadari ketika melihat jam bahwa waktu sudah menunjukkan sore hari. Rasa lapar langsung melanda karena ia melewatkan makan siang begitu saja, apalagi sarapan tadi pagi hanya sedikit yang ia makan.
Tangannya dengan gesit mencari restoran terdekat di puncak tersebut. Lalu segera berjalan kaki beberapa puluh meter.
Restoran kali ini menunya serba seafood, andalan dari pulau Jeju adalah seafood nya yang enak dan melimpah. Ia bertanya sebentar kepada pemilik restoran untuk memastikan nama resto tersebut.
Beberapa menit kemudian, menu sudah dihidangkan. Menu tersebut adalah haemul cheongbol yang artinya seafood steamboat yang isinya terdapat cumi, kerang, dan makanan laut lainnya.
"Hmm, enak banget! Harus di pamerin nih ke Felix biar dia kerjanya gak tiduran mulu!" Tangan Ala memotret makanan tersebut dan mengetikkan kata-kata dibawahnya.
Kening Ala mengernyit karena dari tadi pesan yang dikirim oleh Ala hanya di bawa oleh Felix, tiada satupun pesan yang di balas. Bahkan semenit setelah ia mengirimkan foto steamboat pun hanya di baca tak di balas.
"Ngambek deh tuh mesti." Gumamnya. Ala melanjutkan makannya, lalu segera bersiap untuk kembali ke hotel.
Perjalanannya ketika pulang terasa lebih singkat dibanding ketika ia berangkat. Ketika turun dari bus, ia berjalan sebentar dan melihat minimarket yang berada di sebrang jalan.
Ia memutuskan untuk menyebrang karena merasa haus dan ingin membeli minuman khas Korea.
Semua yang tertera di label minuman bertuliskan hangeul (tulisan korea), tiada satupun dari tulisan tersebut yang ia mengerti. Namun akhirnya ia tak ambil pusing dan menyambar botol minuman dingin asal-asalan berwarna hijau tua.
Setelah berhasil membayar dengan kartu kredit, ia duduk sebentar di kursi yang sudah disediakan lalu mengambil foto dirinya dengan botol tersebut dan mengirimkan fotonya kepada Felix dengan sedikit caption di bawahnya.
Ia sudah tak sabar untuk minum, ketika membuka tutup botol, terdengar suara 'cess' seperti saat membuka botol minuman bersoda. Karena rasa haus yang sudah melanda, ia tak ambil pusing dengan suara itu dan menenggak langsung hingga setengah botol.
__ADS_1