Suamiku Bocah SMA

Suamiku Bocah SMA
Episode 24


__ADS_3

Felix masih duduk termenung di kursi belakang, pikirannya begitu kacau setelah mendengar penjelasan Asoka sewaktu di apartemennya tadi.


"Gue denger kalian mau bulan madu, Ya? Gue cuman khawatir sih tuh cewek bakalan ngikut kalian bulan madu. Tapi itu cuma kekhawatiran gue aja lho ya, kan siapa tahu gitu dia bisa tiba-tiba nguntit kalian dari belakang." Jelas Asoka.


Masak iya gue harus nunda bulan madunya? Kan gak mungkin karena semua udah direncanain. Felix terus bergulat dengan pikirannya yang mengkhawatirkan akan hari esok.


"Mas Fel.." Pak Anto memanggil Felix.


"..."


Tiada jawaban, Anto memanggil kembali."Mas Fel!!"


"Ah iya pak? Kenapa?"


"Hayoo!! mas Fel lagi ngalamunin apa? Pasti lagi kebayang-bayang malam pertama, Ya?!"


Felix tersenyum kecut mendengarnya, bagaimana mungkin ia terbayang-bayang malam pertama sedangkan ia sama sekali belum melakukannya?


"Kok pak Anto tahu sih?" Ucap Felix berbohong.

__ADS_1


"Ya tahu dong! Kan udah pengalaman. Gimana mas? Tahan berapa lama?" Tanya Anto.


"Sampek pagi dong." Felix menahan tawanya yang hampir menyembur keluar.


"Apa iya mas? Hebat dong mas Felix! Bagi saya 10 menit aja itu sudah lama, apalagi dari malem sampek pagi, gak kuaaat!!"


"Hahaha." Felix terpingkal-pingkal mendengar cerita Anto. Sesaat kekhawatirannya mereda seiring ia tertawa, biarlah hal itu ia pikirkan besok.


***


Keesokannya, Ala sudah bersiap-siap dari dini hari karena keberangkatan tiket pesawat yang paling awal adalah pukul 6 pagi. Dirinya menunggu di ruang tamu menunggu kedatangan Felix, semalam Felix menghubungi Ala kalau dirinya pulang ke rumah orangtuanya karena beberapa pakaian yang harus ia bawa berada di rumahnya.


"Yang sabar, pasti bentar lagi juga dateng kok." Ucap Arina yang menemaninya duduk di samping.


"Semuanya udah kamu persiapkan, Kan? Di cek lagi, ada yang tertinggal gak?" Tanya Arina, jauh-jauh hari ia sudah memesankan segala hal untuk bulan madu Ala dan Felix.


"Udah aku cek tadi kok ,Bu." Jawab Ala tanpa menoleh ke arah ibunya. Matanya masih fokus menatap ke arah pintu berharap Felix segera datang.


"Yaudah, nanti kalau udah nyampek WA ibu ya!"

__ADS_1


Suara mobil datang terdengar, membuat Ala mengulum senyum di bibirnya, ia merasa lega karena akhirnya Felix datang tidak terlambat.


"Bu! Ala pamit dulu ya." Ucap Ala.


"Iya, hati-hati ya." Jawab Arina.


Ala berjalan menuju mobil sambil menyeret beberapa koper yang di bantu oleh Arina dan pembantunya.


Terlihat Felix turun dari mobil untuk menyalami Arina dan berpamitan. "Kita pamit dulu ya, Bu."


"Iya hati-hati ya, Fel. Tolong jagain Ala ya, setahu ibu disana lagi musim gugur, jadi lebih dijaga kesehatannya ya."


"Iya bu."


Mereka bersiap untuk berangkat, mobil yang dikendarai Anto pun melaju dengan cepat karena Ala yang tidak ingin terlambat.


Beruntung ketika berada di bandara, mereka tidak terlambat dan masih ada sisa waktu untuk sarapan sebentar.


"Maaf ya! Tadi agak telat dateng soalnya telat bangun, hehe. Ini tadi aja gak sempet mandi?" Ucap Felix.

__ADS_1


Ala melongo mendengar ucapan Felix, Gak mandi aja tetep ganteng! Duh! Rambutnya yang acak-acakan memberi kesan cute ketika melihatnya, entah mengapa tiada rasa kejenuhan ketika memandangi manusia imut itu.


__ADS_2