Suamiku Bocah SMA

Suamiku Bocah SMA
Episode 46


__ADS_3

Di siang menjelang sore hari waktu itu, Felix menceritakan semua apa yang diketahui nya tentang Sera.


Masih di kamar pasien kelas president suite, Sarah terisak setiap mendengar setiap cerita yang diungkap oleh Felix. Betapa sedih hatinya, gadis semata wayangnya melalui hal yang menyedihkan sendirian.


Dari dalam kandungan, Sarah begitu menjaga Sera karena penantian yang lama dan perjuangan yang keras untuk menghadirkan sosoknya.


Tapi hanya sebentar dia sedikit berpaling karena pekerjaan yang menguras segala bentuk perhatian yang selama ini diberikan pada Sera membuatnya disakiti oleh orang lain.


Dulu Sera selalu dimanja, apapun yang diminta akan diberikan oleh kedua orang tuanya. Salah satunya makanan yang paling disukai Sera, yaitu junk food.


Namun karena terlalu banyak setiap hari yang dimakan oleh Sera, membuatnya overweight hingga dokter menyarankan untuk diet karena kalau tidak, Sera akan menderita obesitas.


Bentuk badan Sera tentu menjadi tidak menarik, karena lemak yang menempel di seluruh badannya. Terkadang lemak yang menempel itu menjadi beban untuknya ketika beraktivitas.


Ketika SD, Sera masih dianggap imut karena wajah dan tinggi badan yang masih mungil meski badannya gendut.


Tapi ketika menginjak SMP, semua anggapan itu musnah menjadi pandangan jijik dari orang-orang. Terutama teman sekelasnya yang bernama Ina dan Rumi, mereka berdua memang terkenal nakal dan susah untuk diatur oleh guru.


Sera menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan kenakalan mereka berdua. Hinaan, cacian, bahkan terkadang tamparan kerap di alami Sera.


Tak lupa juga mereka terkadang mengerjai Sera dengan membuatnya malu di hadapan umum. Sejak itulah Felix yang berbeda kelas mengetahui tentang Sera yang dipermalukan oleh keduanya.


Felix merasa iba sekaligus marah, iba kepada Sera dan marah kepada kedua pembully serta para siswa-siswi yang hanya diam saja melihat aksi pembullyan.


"Kalian tuh pada punya hati gak sih? Ini orang! bukan boneka buat mainan! Temen kalian di bully kenapa pada diem aja?" Teriak Felix pada orang-orang yang menonton, sebagian dari mereka melihat aksi bully dengan diam dan sebagian dari mereka ikut tertawa.


"Coba kalau kalian yang ada di posisinya? Kalian mau digituin?!" Felix masih melanjutkan orasinya di depan para siswa.


Ina dan Rumi tergelak tawa mendengar orasi penuh semangat yang di tampilkan Felix.

__ADS_1


"Ngapain lo ketawa?!" Bentak Felix.


"Yang gue bully dia, kenapa lo yang marah-marah?" Tanya Ina.


"Iya, orang si gendut diem-diem bae tuh kita bully." Sahut Rumi.


Felix melihat ke arah gadis dengan name tag 'Sera'.


"Woy, Sera! Lo suka di bully kayak gini?" Tanya Felix pada Sera.


Sera yang sedari tadi menunduk mendongak ketika mendengar namanya di panggil. Tangannya mengusap tepung yang memenuhi seluruh area pandangannya. Matanya terasa perih, tapi tidak se-perih apa yang di rasakan oleh hatinya.


Dia ingin menjawab pertanyaan Felix, namun tatapan tajam bak ingin menusuk membuat Sera kembali menundukkan kepalanya.


Membuat Ina dan Rumi tersenyum senang. "Lo lihat kan? Dia aja gak ada masalah, jadi lo gak usah ikut campur lagi!" Tukas Ina dengan menunjuk jari telunjuknya di depan wajah Felix. Lalu mereka meninggalkan Felix dan lambat laun kerumunan pun bubar dengan sendirinya.


Felix begitu geram dan mengepalkan kedua tangannya erat. Lalu menghampiri Sera dan menarik tangannya. Ketika berjalan, butiran tepung yang mengguyur seluruh badan Sera terjatuh menimpa lantai yang ia pijak.


"Lo gak apa-apa?" Tanya Felix.


Sera masih menunduk tak berani menjawab pertanyaan Felix.


"Kalau orang lagi ngomong tuh tatap matanya!" Bentak Sera membuat Sera terkesiap dan mendongakkan kepalanya.


"Lo tuh kenapa sih mau aja di bully sama mereka?" Felix kembali bertanya.


Setetes air mata mengalir di pipinya.


"Lo tau apa tentang gue? Lo mah ganteng, badan oke, tinggi juga oke! Lo gak bakal tahu apa itu penderitaan yang gue alami! Gue tuh gendut, jelek, dan menjijikkan! Gak ada yang mau temenan sama gue, pandangan dari mereka tuh udah nunjukkin kalau gue tuh emang pantes buat di bully!" Ucap Sera dengan terisak. Napasnya terengah-engah karena bercerita panjang lebar dengan penuh emosi.

__ADS_1


Felix tercengang mendengar Sera yang tadinya seperti pendiam, ternyata bisa berbicara panjang.


"Sori." Hanya satu kata yang bisa diucap Felix.


Sera merasa terharu, berulang kali orang-orang menghina dan mengejeknya. Tak ada satupun dari mereka yang mengucapkan kata maaf padanya, tapi lelaki di depannya itu mengucap maaf hanya karena mencoba untuk membelanya. Membuatnya beringsut ke lantai dan tergugu.


"Eh, eh lo kenapa?"


Semenjak itu, di hari lain. Felix selalu mencoba memberitahu pada Sera untuk melawan bullying yang terjadi padanya.


"Badan lo tuh gede, jadiin kelemahan itu jadi kekuatan! Jangan mau kalah sama mereka! Anggep mereka tuh toxic dalam kehidupan lo! Jadi lo harus berantas mereka sebelum membuat lo sakit." Begitulah ucapan Felix yang membuat Sera menjadi bangkit.


Lambat laun Ina dan Rumi menjadi segan untuk membully Sera karena sekarang Sera akan marah dan bisa membalas dengan kekuatan badannya. Setelah itu Sera mencoba untuk diet dan mengikuti Felix hingga masuk ke sekolah SMA yang sama.


Rasa penuh kagum yang dirasakan Sera berubah menjadi suka pada Felix, namun rasa sukanya tak berbalas. Hingga membuat rasa itu menjadi obsesi.


Asoka yang juga mendengar cerita dari Felix pun kini juga merasa iba pada Sera. Terlepas dari apa kesalahan yang diperbuat, Sera ternyata mengalami pengalaman berat hingga membentuk kepribadiannya yang baru.


Matanya melirik Sera, dia jadi teringat sewaktu mentraktirnya junk food. Jadi bukan karena tidak sopan, melainkan karena takut akan masa lalu.


"Tante jadi ingat, tadi tante berhasil membuka hape milik Sera. Lalu tante menemukan pesan yang di kirim berkali-kali di hapenya. Tapi tante gak tahu siapa pengirimnya, soalnya gak dinamain kontak si pengirim." Ucap Sarah.


"Boleh saya lihat tante?" Ucap Felix menawarkan diri.


Sarah menyerahkan hape milik Sera kepada Felix. Lalu Felix mengecek semua isi pesan dari nomor pengirim yang sama.


"Kemungkinannya itu mereka lagi tante. Si Ina dan Rumi." Jawab Felix sambil menyodorkan hape pada Sarah.


"Apa?! Tapi.. Kenapa mereka bisa tahu kalau Sera yang terlibat skandal dengan Asoka? Kayaknya media masih belum tahu tentang Sera kan?" Tanya Sarah.

__ADS_1


"Saya kurang tahu tante.Tapi saran saya, lebih baik masalah ini dibawa ke ranah hukum saja. Biar diusut lebih dalam dan tak mengganggu kehidupan Sera kedepannya." Saran Felix


__ADS_2