
Prolog
Keluarga Rahardian merupakan salah satu keluarga terkaya di kota A, bahtera rumahtangga yang tentramdan damai penuh kasih sayang. Bertambah dengan kehadiran malaikat kecil yang cantik, yaa namanya "Dinda Alisa Rahardian".
Ketentraman keluarga mereka yang semula diinginkan oleh banyak keluarga lain tiba" berubah menjadi dingin, Tentu telah terjadi hal besar yang membuat keluarganya itu hancur.
Dinda yang tadinya ceria sekarang menjadi lebih murung sifatnya dingin hanya ada pertengkaran dirumahnya saat sang papa pulang. Mamanya pun terkadang memarahinya tanpa sebab. Usian Dinda kini beranjak 15 tahun.
Berbeda dengan anak seusianya, Dinda bocah pintar yang mempunyai pemikiran dewasa, Papa dan Mamanya tidak tau bahwa Dinda mengerti perselisihan mereka.
***
Raditiya Rahardika seorang CEO yang tak lain adalah Papa Dinda, saat itu ia dijebak oleh pamannya sendiri. Perusahaannya sangat besar membuat banyak pesaing iri akan hal itu,
Saat itu Radit sedang Dinas ka Kota S Rapat itu harus ia hadiri karena dia mempunyai setengah saham dari perusahaan tersebut. Disaat itulah pamannya memanfaatkan situasi sebaik mungkin.
Entah dendam apa yang membuat pamannya itu dendam padanya. Semua urusan di kota S sudah selesai ia hendak pulang ke kota A namun tiba* badannya terasa tidak enak sampai ia harus bermalam di hotel lagi.
Entah apa yang terjadi malam itu , saat ia bangun badannya sudah tak berpakaian lagi. Sontak membuatnya kaget dan mencoba mengingat apa yang terjadi yang ia tahu semalam ia merasa kurang enak badan dan gerah.
Radit langsung memanggil asisten pribadinya itu. Sontak membuat Ferdian Ramadhan berlari ke kamar hotel tuannya. Ferdian terkejut saat diceritakan oleh tuannya tentang semalam.
Dia langsung menghubungi anak buahnya untuk mengambil semua rekaman cctv di lantai hotel itu. Dia juga mencari semua informasi tentang wanita itu tapi nihil. Sepertinya ada orang dibalik ini semua.
Radit kembali ke kotanya, sikap Radit yang kadang tiba* melamun memikirkan siapa yng menjebaknya kali ini, membuat istrinya Mia Larasati bertanya*. Ia memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya.
"Sayang kau kenapa akhir" ini suka melamun? Apa di kantor ada masalah?" Ucap mia pada sang suami.
"Ah tidak sayang," jawab Radit yang sudah sadar dari lamunannya.
"Sayang berjanjilah pada ku apapun yang terjadi jangan tinggalkan aku." Mia terdiam mendengar suami nya berkata seperti itu.
"Apa maksudmu, tentu aku tak akan meninggalkan mu apapun yag terjadi." Timpalnya agar sang suami tidak cemas lagi.
"Aku tak tau siapa yang menjebak ku kali ini, tapi seingatku tidak ada konflik antara pebisnis lain." Jelasnya pada sang istri
__ADS_1
"Sudahlah yang penting kita baik* saja.. jangan terlalu difikirkan." Mia tau suaminya pasti dijebak oleh orang, sering suaminya cerita tapi tak pernah suaminya terperangkap.
***
Radit terlihat cemas, sudah 1 bulan berlalu semenjak insiden itu tapi belum juga ada yang menyebarkan beritanya. Ia yakin walaupun sudah menghapus semua rekaman pasti ada yang lolos satu.
Pada hari aniv pernikahannya yang ke 16 ia telah merencanakan kajutan untuk sang istri tercinta. Tapi tiba* Mia mendapat amplop coklat, ia sangat terkejut dan marah saat melihat isinya. Tubuhnya lemas tergeletak dilantai tak terasa air matanya sudah jatuh.
"Kenapa!! Kenapa kau menyembunyikan ini dari ku!!!" Sontak Diana yang tengah asyik bermain pun menghampiri mamanya.
Diana melihat isi amplop itu walaupun belum mengerti begitu jauh tapi ia tahu apa inti amplop itu. Diana hanya diam menangis di pelukan mamanya.
Tak berapa lama Radit datang membawa bunga mawar, ia berencana mengajak istri dan anaknya keluar.
Radit kaget saat melihat istrinya menangis.
"Sayang kau kenapa? Apa yang membuatmu menangis?" Tanya radit dengan wajah khawatir
"Apa katamu? Kenapa!! Harusnya kau tau aku meangis karna apaaa!!" Teriak mia pada sang suami sambil melempar amplop itu. Sontak radit kaget dengan isinya.
"Aku bisa jelaskan. Aku kan sudah bilang ini jebakan." Lagi pula aku melihat cctv itu aku tidak melakukan apa". Jawabnya jujur, memang di cctv tidak terlihat Radit melakukan tindakan bodoh. Tapi Mia tidak bisa menerima penjelasan sang suami. Dia sudah murka melihat isi amplop itu.
"Tidak!! Aku kan sudah bilang bukan aku!!" Teriak radit yang membuat Dinda takut.
"Maa Paa jangan bertengkar lagii, Dinda mohonn" dengan isakan yang tak henti*nya
"Kamu masuk kamar yaa sayang.." ucap Radit pada putrinya
"Aku benci mama aku benci papa." Sambil berlari menaiki anak tangga. Didalam kamar Dinda masih tetap mendengarkan teriakan* dibawah.
Dinda memang gadis kecil, tapi beda dengan fikirannya yng sudah bak orang dewasa. Dia sudah bisa menerka* semua masalah orangtuanya.
***
Sebulan kemudian Surat Pengadilan Agama sampai ke tangan Radit. Selama sebulan ia jarang pulang ke rumah karna perusahaannya sedang sibuk, membuat istrinya semakin benci padanya.
__ADS_1
Dinda yang tadinya ceria menjadi sering murung. Saat Radit pulang pasti pertengkaran dimulai. Dia mengancam orangtuanya, Dia takmau orangtuanya bercerai.
"Kalo maama dan papa pisah lebih baik Dinda mati!! Untuk apa dinda di dunia melihat kalian tak bersama!" Ucapnya sambil merobek surat itu.
Mendengar anaknya bilang begi tu sontak membuat Mia luluh, "Sayang mama hanya bertengkar dengan papa nak, kemarilah"
Dinda tidak menggubris omongan mamanya, dia tetap mengmbil pisau di dapur. "Aku akan membunuh diriku sendiri!!!!" Teriak Dinda sambil menyayat tangannya sendiri.
Mia kaget dengan sikap anaknya, "Dindaaa, sayang maafkan mama nak" ucap Mia di tengah isakannya. Raditpun menggendong tubuh mungilnya ke rumah sakit.
***
Mia dan Radit merasa sangat bersalah. Dinda koma selama 2 bulan karena nadinya tergores cukup dalam, meski sedikit kemungkinan dinda untuk bangun tapi mereka tetap setia menjaga buahhati nya..
Mereka berjanji bila Dinda sadar mereka tidak akn pisah demi Dinda, tiba" Dinda sadar orangtuanya pun sangat bahagia..
Walau dinda siuman Mia tetap menjaga jarak, dia terlihat baik" saja hanya di depan Mia.
Tapi Dinda tau akan hal itu. Dia pun bertekad akan meluruskan malasah keluarga kecilnya itu agar bisa seperti dulu,
Begitu juga dengan sang ayah Radit juga berusaha agar rumahtangganya kembali seperti dulu. Dia mencari dalang dibalik semua ini tapi tak pernah terungkap.
Sebenarnya Mia tau ini ulah sang Paman karena saat itu Pamannya bicara terang* an bahwa dia menjebak suaminya, Pamannya bilang akan menjatuhkan kejayaan suaminya.
Setelah beberapa hari Mia memberanikan diri bicara dengan sang suami. Radit mendengar semua penjelasan istrinya
"Tenanglah sayang.. aku akan memaafkan paman mu, yang terpenting sekarang kau tau bahwa aku tak menghianati mu." Ucap radit sambil memeluk erat istrinya,
Mia merasa bersalah karena waktu itu ia tak percaya pada suaminya, sampai* putri kecil mereka hampir meninggal karena ulah paman nya. Isakan Mia bertambah kencang saat mengingat putrinya koma,
"Aku tak akan memafkannya sayang. Karnanya keluarga kita hancur." Pelukan radit semakin erat ia bisa merasakan seberapa sakit hati istrinya itu.
"Sudahlah kita ikuti permainannya" radit mencium kening istrinya "tidurlah sudah larut"
Bersambungg......
__ADS_1
***
Terimakasih buat kakak kakak yang mau meluangkan waktu buat mampir dan membaca novel ku ini😊 jangan lupa tambahkan kefavorit ya kak😉 Mwehehehe Thanks semuaa