
Dikediaman Rahardian nampak seperti tak biasanya, suasana nya semakin ramai dan semakin hangat.
Seusai makan malam bersama mereka mengobrol di ruang keluarga dengan berbagai macam camilan.
"Kalian mau honeymoon nya kemana? Apa mau kerumah Mama yang di Amerika?" Tanya Mama Nia.
"Kita mau ke Paris minggu depan Mah.." jawab Tiar tersenyum.
"Paris? Aku ikut yaa Kak. Boleh kan?" Tanya Tiara antusias.
"Nggak!!" Bentak Tiar langsung.
"Aku nggak tanya Kak Tiar, boleh kan kakak iparr..? Pleeasee...." rengek Tiara pada Dinda.
"Boleh kok." Jawab Dinda santai.
"Apaa!!"
"Sayang kenapa kamu ngizinin dia ikut... Akkh kacau kalo dia ikut nantinya." Kata Tiar kesal.
"Emang kenapa kalo dia ikut? Kan aku jadi ada temen nya." Jawab Dinda polos.
"Sayangg kita mau honeymoon bukan mau tamasya sekeluarga.." jelas Tiar.
"Ohh iya yaa.. Tapi kan bukan nya honeymoon juga jalan jalan, bagus dong nanti aku sama Tiara bisa belanja bareng disana. Banyak loh designer terkenal disana yang udah internasional.." jelas Dinda senang, dia berfikir dengan adanya Tiara akan membantunya mencari inspirasi untuk mengembangkan butiknya.
Walaupun butiknya sudah terkenal dan banyak baju yang berbau kebarat baratan tapi dia masih ingin mengembangkannya lagi.
"Iyaa bener Kak nanti aku mau kuliahnya jurusan designer aja." Kata Tiara senang.
"Kakak kamu ini mau honeymoon, udah nggak usah ikut." Larang Mamanya.
"Iya kalo kamu ikut nanti mereka ngga jadi honeymoon." Kata Mia ikut membujuk Tiara.
__ADS_1
"Kamu mau ponakan nggak?" Tanya Daniel.
"Yaa maulahhh mau banggett...."
"Yaa udah ngga usah ikut!" Ucap Daniel lagi gemas.
Tiara masih bingung dengan perkataan mereka. Dia masih belum paham apa yang dimaksud Mama dan Kakaknya. Berbeda dengan Dinda, kata ponakan sudah dapat ia artikan dengan jelas.
"Memang apa hubungannya ponakan dengan aku ikut?" Tanya nya sudah tak sabar.
"Sayang kalo kamu ikut mereka akan terganggu dan tidak leluasa." Jelas Mia.
Nia dan Mia sabar menjelaskan, sedangkan Daniel dan Tiar bingung menyusun kata kata yang dapat dipahami adiknya.
"Kalau kamu ikut kakak mu tidak bisa melakukan hal yang harus dilakukan." Jelas Radit.
"Memang apa yang akan mereka lakukan?" Tanya Tiara lagi.
Semua orang hanya bisa geleng geleng kepala. Meski Tiara sudah berusia tujuh belas tahun, Kedua kakak nya sangat melarang dan membatasi pengetahuannya untuk lawan jenis. Dia juga tidak sepintar kakaknya.
"Pah!!" Mia menarik lengan suaminya.
"Apaaaa!! Kenapa Om baru bilang? Kalo bilang dari tadi kan aku ngga mau maksa ikut." Jawab Tiara dengan memegangi kedua pipinya.
"Dari tadi kita udah njelasi tapi kamu nya loading!!" Ucap Tiar yang ikut gemas.
Wajah Tiara merona membayangkan ciuman yang akan dilakukan Kakaknya dan Kakak iparnya, meski dibatasi dengan hal pengetahuan itu, Tiara sering menyolong waktu menonton drama korea bersama temannya.
Sedangkan Dinda sudah menutupi seluruh wajahnya dengan bantal sofa. Dia sangat malu dirinya menjadi topik perbincangan yang vulgar.
"Sudah sudah.. Kalian ini yaa ngga ada yang bener semua. Mending kita tidur sekarang hari sudah malam." Kata Nia yang merasa dirinya sudah sangat lelah.
Mereka kembali kekamar mereka masing masing, Dania dan Haikal sudah sedari tadi tidur dengan bibi asuh mereka.
__ADS_1
Susan tetap sibuk dengan dokumen keuangan restoran milik Mia. Tapi dia dibantu oleh Satria diruang kerja Dinda.
Sepasang pengantin baru sudah tiba didalam kamarnya, Dinda mengganti baju nya dan menggosok giginya dikamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
Setelah Dinda keluar Tiar segera menggosok giginya, dia sudah berganti pakaian saat Dinda di kamar mandi.
"Sayang... aku udah selesai nih..." ucap Tiar saat keluar dari kamar mandi.
"Yaudah kalo udah tidur aja." Jawab Dinda singkat.
"Yesss..." teriak Tiar dalam hatinya.
Tiar langsung menaiki tempat tidurnya. Namun dia masih bingung dan canggung. Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama kali nya.
"Sayang... kamu tau nggak aku tuu senengg banget akhirnya kita udah nikah. Coba bayangi kalo yang dijodohin ke aku ternyata bukan kamu.. mungkin aku udah bunuh diri."
"Huustt jangan bilang gitu.. nanti kalo Mama denger terus berubah pikiran mau nikahin kamu lagi ke orang lain gimana?" Ucap Dinda khawatir.
"Yaa satu aja belom aku jebolin mau dinikahin lagi.." jawab Tiar mencubit hidung Dinda pelan.
"Awww... tapi aku kasihan sama kamu." Ucapnya memegangi hidungnya yang sedikit memerah.
"Kok kasihan sih sayang? Aku beruntung banget dong bisa punya istri dua.." kata Tiar tak pikir panjang.
Dinda sangat kesal dengan perkataan Tiar.
"Yaa aku kasihan karena kamu mau dijodohin nya sama orang gila. Kalo kamu nikah lagi yaa aku juga maunikah lagi." Jawab Dinda cepat.
"Apaa!!! Kenapa sama orang gila? Nggaknggak aku cuma mau punya satu istri dan itu kamu. Hanya kamu. Dan jangan pernah nikah lagi, kamu jangan deket laki laki selain aku." Jawab Tiar langsung memegang tagan Dinda.
"Yasudah makanya jangan menghayal punya istri dua. Satu aja kamu belum apa apain." Timpal Dinda langsung membungkam mulutnya sendiri.
"Aduuhhh kenapa malah keceplosan.." gumamnya.
__ADS_1
"Yeeeyyy berarti boleh dong aku apa apain..." goda Tiar senang, dia sudah tak sabar mencetak gol yang pertamanya. Meski dia lihai dalam bidang olahraga tapi kali ini dia ingin mendapat prestasi menjadi seorang atlet ranjangnya.
Terimakasih masih setia dengan saya❤❤❤ meskipun yang baca ngga banyak tapi saya senang kalian mau menghargai karya saya ini. Saya akan tetap update sampai ceritanya taman agar tidak menggantung. Thanks for reading all😙