Suamiku Planet Es

Suamiku Planet Es
BAB 35


__ADS_3

Makan siang dua keluarga itu sudah usai, mereka melanjutkan perbincangan mereka masing masing.


"Kakak.. apa kakak tidak aneh melihat wanita itu." Tanya Tiara pada Daniel yang sedang bermain dengan Dania dan Haikal.


"Wanita mana? Apa dia?" Tanya Daniel melirik Muti.


"Iya.. dari tadi dia menatap kita terus. Dan lagi adiknya itu sangat menyebalkan. Aku tak suka padanya." Sambung nya lagi.


"Entahlah dia kan punya mata, terserah dong mau mandang apa." Jawab Daniel asal.


Jawaban nya tak membuat Tiara puas. Dia pun beranjak dan mengadu pada calon kakak iparnya.


"Dia itu udah kaya Kakak buat Kak Dinda. Kalau adiknya bekerja di tempat Papa." Jelas Dinda pada Tiara.


"Sudah kamu jangan ganggu kami dong." Usir Tiar pada adiknya. Karena mereka berdua tengah asyik melihat gambar baju pengantin yang dikirim oleh teman Mamanya, dan besok mereka berencana untuk fitting baju.


"Menyebalkan semua." Dengus Tiara sebal.


Tak lama kemudian ada seorang pemuda datang dengan membawa kopernya. Yang tak lain adalah Haidar.


"Assalamualaikum..." ucap Haidar memberi salam dari depan.


"Waalaikumsalam ..." jawab mereka serempak.


"Lohh ada apa ini? Kok rame banget?" Tanya Haidar bingung.


"Haidar !!! Seru Paman Ferdi langsung memeluk tubuh Putranya.


Haidar bergantian memeluk Dinda Susan dan Papa Mamanya.


"Kok kamu pulang nggak bilang bilang dulu sih?" Tanya Tante Mia.

__ADS_1


"Kan Haidar mau kasih surpricee buat kalian." Godanya dengan tersenyum lebar.


"Ehem..." dehem Tiar cemburu karena Haidar nempel terus kepada Dinda.


"Mbak kenalkan, ini keponakan saya. Anak satu satunya Ferdi." Kata Radit mengenalkan Haidar.


"Nama saya Haidar Tante." Sapa Haidar pada Tante Nia dan menjabat tangannya.


"Sudah tau pake kenalan segala." Jawab Tiar ketus.


"Apa kamu kenal saya? Saya baru ketemu kamu hari ini kok kamu sudah kenal?" Tanya Haidar menatap Tiar aneh.


"Kan tadi nama kamu sudah dipanggil. Pake basa basi lagi." Jawab Tiar kesal.


"Sudah sudah.. kalian ini sudah besar kok gitu aja ribut." Ucap Mia menengahi keduanya.


"Haidar ini Tiar, calon suami aku." Kata Dinda memeluk Tiar.


"Kenapa sih hari ini banyak yang teriak? Emang mau ada vestifal teriak Appaaa?" Ucap Tiara ketus, kupingnya merasa cengang mendengar beberapa teriakan hari ini.


"Iya , Dinda bulan depan mau nikah. Dan Tante Nia ini istri dari sahabat Om Radit." Kata Mia menjelaskan.


Ada rasa sakit ketika Dinda mengucapkan bahwa Tiar adalah calon suaminya, dan lagi dia seperti sudah terbiasa merangkul Tiar yang biasanya posisi itu miliknya.


"Kalo gitu selamat ya.. semoga lancar dan kalian bisa menua bersama." Kata Haidar datar. Ingin rasanya ia menangis kala itu.


"Makasih banyak sepupu tersayang." Balas Tiar menekankan kata sepupu disana.


"Sayang kamu suka Haidar?" Tanya Dinda.


"Hah? Kenapa aku suka dia. Aku itu normal sayang.. kalo aku ngga normal kenapa aku nyium kamu terus?" Tanya Tiar gemas mencubit hidung Dinda.

__ADS_1


"Apa begitu besar cintanya hingga mengizinkan Tiar menciumnya?" Batin Haidar. Perasaannya sudah tak karuan kala itu.


"Aku buktiin nih... aku cium disini." Ucap Tiar menarik tengkuk Dinda.


Kecupan mendarat dibibirnya tepat. Tapi hanya sekilas karena Tiar hanya mau memanasi Haidar. Dia yakin Haidar menyukai kekasihnya.


Haidar yang tak tahan melihat itupun segera pergi meninggalkan mereka.


"Om Tante dan semua Saya pamit pulang dulu. Saya mau istirahat karena terlalu lelah." Ucap Haidar.


"Apa perlu Ayah bantu?" Tanya Ferdi pada anaknya.


"Ngga usah yah.. Ayah disini saja." Jawab Haidar dan segera pergi meninggalkan mereka menuju ke apartemen nya.


Ditempat lain, Citra sedang menuju ke kost an nya. Karena rumahnya terlalu jauh jadi dia ngekost didekat sana.


"Ohh iya aku lupa. Sii Budi kan udah Pindah." Gumam Citra saat hendak ke kost Putra yang bersebelahan dengan tempat kost nya.


"Tapi aku laper makan dulu aja deh."


Seusai makan ia hendak menuju ke tempat Pacarnya. Karena jarak kost dengan apartemen lumayan jauh terpaksa Citra naik ojek lagi. Saat sudah tiba di apartemen Budi, Citra segera masuk kedalam lift menuju tempat Pacarnya.


"Emmm... pencet bel atau langsung masuk yaa?" Tanya dia pada dirinya sendiri.


"Masuk aja langsung kali yaa... ini kan udah agak sore. Pasti lagi tidur." Ucap nya lagi.


Citra menekan pin apartemen Budi karena dia telah diberitahu pin nya.


Betapa kaget nya saat ia masuk kedalam. Ada sepatu dan jaket wanita disana.


"Ini.. ini punya siapa?" Tanya Citra dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2